0812 3791 1132 order@jasa-translate.com
Bahasa Jepang : Berkenalan dengan Sejarah dan Hurufnya

Bahasa Jepang : Berkenalan dengan Sejarah dan Hurufnya

Bahasa Jepang merupakan bahasa resmi di negara Jepang dengan jumlah penutur kurang lebih 127 juta jiwa. Puluhan tahun yang lalu, Jepang pernah menaklukan negara Korea dan Republik Tiongkok sehingga beberapa penduduknya pernah bisa menguasai Bahasa Jepang. Tak hanya itu, para emigran Jepang yang melakukan emigrasi ke Brasil serta Amerika Serikat seperti di California dan Hawaii juga menggunakan Bahasa Jepang di sana.

Belajar Bahasa Jepang

Belajar Sejarah Bahasa Jepang


Akan tetapi, penguasaan bahasa nasional itu ternyata tidak ikut menurun ke generasi kedua atau yang disebut juga Nisei (二世), sehingga keturunan tersebut sama sekali tidak fasih berbicara menggunakan Bahasa Jepang. Jadi, yang tersisa hanyalah wajah mereka seperti orang Jepang namun mereka tidak menguasai bahasa nenek moyangnya.

Di Negeri Sakura sendiri, Bahasa Jepang sebenarnya dibagi menjadi dua bentuk dan mungkin tidak banyak pembelajar yang mengetahuinya. Kedua bentuk tersebut adalah Hyoujungo (標準語) dan Kyoutsuugo (共通語) dengan perbedaan sebagai berikut:

  • Hyoujungo adalah bahasa resmi, bahasa baku, atau pertuturan standar dan cenderung diajarkan serta digunakan di sekolah, televisi, maupun dalam sebuah perhubungan resmi.
  • Kyoutsuugo adalah bahasa umum yang cenderung jarang digunakan dalam acara resmi.

Pembagian bahasa menjadi standar dan umum ternyata tidak hanya dianut oleh Jepang, melainkan juga negara lain seperti Korea, Tiongkok, Taiwan, Inggris, Perancis, Italia, Norwegia, dan sebagainya.

Saat belajar Bahasa Jepang rasanya juga kurang afdal jika tidak sekalian mempelajari juga tentang huruf Jepang. Berbeda dengan negara kita yang menggunakan alfabet, Jepang memiliki aksara sendiri dengan bentuk yang jauh sekali dari huruf latin. Nah, jika ingin berbicara mengenai sejarah tulisan Jepang, maka kita harus kembali ke abad ke-5 Masehi di mana Tingkok memperkenalkan aksara Kanji pada warga Jepang.

Tulisan Bahasa Jepang yang pertama kali ditulis dalam aksara Kanji disebut kanbun atau yang memiliki arti “tulisan Tiongkok”. Namun, seiring berjalannya waktu, orang Jepang merasakan ketidaknyamanan menulis tata bahasa Jepang ke dalam aksara Kanji Tiongkok karena dasar yang kedua negara pakai berbeda. Akhirnya tak berapa lama keluarlah keputusan bahwa mereka tetap menggunakan aksara Kanji Tiongkok tapi susunan tata bahasa yang digunakan bersumber dari penuturan Bahasa Jepang.

Sayangnya, ternyata tidak semua orang bisa belajar dan menguasai aksara Kanji dari Tiongkok. Kaum wanita pada masa itu tidak diizinkan mempelajari aksara Kanji, sehingga muncullah ide menciptakan aksara baru di kalangan wanita. Aksara ini disebut Hiragana. Kaum wanita menggunakannya terus menerus hingga sampai pada puncaknya di saat sebuah novel pertama buatan seorang wanita, Murasaki Shikibu, berjudul Hikayat Genji menjadi tenar di zaman Heian (795-1192). Dari situlah, akhirnya aksara Hiragana diterima penggunaannya sebagai tulisan asli Jepang.

Beberapa waktu kemudian, muncul juga huruf Jepang baru yaitu aksara Katakana. Meski tujuan awalnya huruf ini diciptakan untuk membantu melafalkan kitab suci Buddha berbahasa Tiongkok, tapi seiring berjalannya waktu huruf Katakana cenderung digunakan untuk menuliskan kata serapan. Nah, agar mudah dipahami, berikut ringkasannya:

  • Aksara Kanji: Meski berawal dari Tiongkok, aksara Kanji Jepang telah memiliki perbedaan gaya coretan dan juga pelafalan.
  • Aksara Hiragana: Berawal dari Aksara Kanji lalu mengalami perubahan sehingga menjadi lebih sesuai dengan penulisan tata bahasa Jepang. Hiragana juga digunakan untuk menulis nama kata-kata asli Jepang, seperti saya (watashi =わたし), Jepang (Nihon = にほん), Takeshi (たけし), dll.
  • Aksara Katakana: Berawal dari Aksara Kanji lalu dikembangkan oleh rohaniawan Buddha dengan tujuan melafalkan kitab suci Buddha yang bertuliskan Kanji Tiongkok. Sekarang Katakana digunakan untuk menulis kata serapan, seperti pisang (banana = バナナ), laptop (pasokon = パソコン), Amir (Amiru = アミル), dll.

Itulah dasar dari Bahasa Jepang yang harus Anda ketahui sebelum mulai belajar Bahasa Jepang. Agar mudah menghafal huruf Jepang seperti Hiragana, Katakana, dan Kanji diperlukan latihan rutin baik menghafalkan melalui membaca ataupun dengan sering berlatih menulis. Selamat belajar!

Penerjemah : 5 Tips Ringan Hindari Kejenuhan Menerjemah

Penerjemah : 5 Tips Ringan Hindari Kejenuhan Menerjemah

Penerjemah sering dihadapkan pada proyek-proyek panjang saat menerjemahkan. Proyek panjang itu baik karena tingkat kerumitan dokumen yang membutuhkan akurasi tinggi, maupun dokumen standar namun mencapai ratusan halaman.

Situasi apa jika bukan kejenuhan yang membayangi para penerjemah? Ya, menurut para pakar psikologi, salah satu hal yang memicu kejenuhan manusia adalah aktivitas yang dilakukan secara monotone (datar) dan berulang. Penerjemah yang menghadapi 2 (dua) kondisi di atas dibayangi oleh aktivitas yang cenderung datar dan berulang: meja kerja, layar komputer, teks dokumen. Oh, ya. Jangan dilupakan: deadline. Hehe.

Mitra Excellent, berikut beberapa tips ringan yang dapat Anda lakukan untuk menghindari kejenuhan saat menerjemah. Anda yang bukan penerjemah juga dapat melakukannya untuk menghindari kejenuhan dalam kondisi yang serupa.

– – – – – – –

1. Teks ibarat buku :

penerjemah

Teks terjemahan ibarat buku

Daniel Hahn, seorang penerjemah (translator) dan direktur dari British Centre for the Literary Translation (Pusat Penerjemahan Kesusasteraan Inggris), menerangkan bahwa penerjemah sebaiknya adalah orang yang gemar atau hobi menulis dan membaca.

Karena merupakan hobi, artinya dua aktifitas tersebut adalah aktifitas yang dapat memicu rasa senang. Bagaimana jika teks proyek terjemahan diibaratkan seperti buku untuk dibaca? Dan teks hasil terjemahan seperti tulisan yang akan menjadi suatu karya? Ya, tentu Anda akan menyukainya.

Selalu milikilah paradigma ini.

Di Excellent Translation (jasa-translate.com), para penerjemah didorong untuk terus mengembangkan diri dengan menulis dan membaca. Sebagian bahkan tergabung dalam komunitas penulis sebagai penulis aktif, seperti FLP (Forum Lingkar Pena), maupun forum lainnya.

2. Berinteraksilah dengan layar :

penerjemah

Interaksi dengan layar

Seorang penerjemah dalam menghadapi proyek terjemahan, pasti pernah menemui teks yang benar-benar asing baginya. Hal ini terjadi sekalipun seorang penerjemah telah memilih spesifikasi proyek terjemah yang khusus. Ini wajar karena adanya perkembangan pengetahuan maupun istilah yang terus-menerus terjadi.

Menemui teks asing, akan sangat menyenangkan bila Anda dapat mengajaknya berinteraksi. Ya, berinteraksi dan berkenalan dengannya. Anda dapat bercakap-cakap dengan teks itu, membacanya dengan suara dikeraskan, sedikit melucu dan membuat istilah-istilah akrab sehingga membuatnya dekat dan familier.

“Oh, so your name is “The Ball of Foot”? Awright, Bally, I’ll come right away for your translation.”

Itu salah satu contohnya. Beberapa ungkapan lain dapat Anda kembangkan sendiri. Ajak kenalan, buatlah panggilan. Interaksi ini juga akan menstimulus indera pendengaran Anda. Semakin indra Anda terstimulus, semakin aktif otak Anda. Karena Anda perlu untuk tetap fokus, lakukanlah ini sekali-sekali saja, ketika Anda menemui istilah asing, atau ketika perlu memecah kebosanan.

Tim inti Excellent Translation memiliki kebiasaan-kebiasaan unik saat berinteraksi dengan layar; ada yang mengeluarkan ungkapan-ungkapan bahasa Jepang yang dinamis; ada yang sedikit mengomeli layar, layaknya sedang berhadapan dengan anak nakal, dan lain sebagainya. Kebiasaan-kebiasaan itu membuat suasana menerjemah menjadi hangat dan menyenangkan, seolah selalu kehadiran kenalan baru.

3. Lakukan perpindahan tempat maupun posisi :

penerjemah

Berpindah tempat atau posisi

Berpindah tempat maupun posisi membuat suasana lebih dinamis. Detail-detail sekitar Anda berganti; noda dinding yang lain, aroma berbeda, dan sebagainya. Apabila layar kerja Anda adalah komputer lipat (laptop), maka hal ini memudahkan Anda. Sekadar bergeser dari tempat semula, bergantian kursi atau meja dengan rekan kerja, akan membantu mengurangi hal-hal yang bersifat datar.

4. Nyalakan efek suara :

penerjemah

Menyalakan efek suara

Saat disebut efek suara, Anda tidak boleh hanya terpaku bahwa efek suara adalah musik atau lagu. Efek suara adalah setiap aspek audio / rangsangan pendengaran yang membuat kerja Anda lebih fokus, relax, maupun bersemangat. Apabila itu musik heroik seperti dalam games fantasy yang penuh tantangan, tidak masalah. Apabila Anda lebih memilih efek suara yang hening, dan mengharuskan Anda memasang peredam suara di ruangan Anda, itu juga bagus.

Anda masing-masing mengetahui efek suara yang tepat untuk membuat Anda lebih fokus, relax, maupun bersemangat.

5. Bersosial media :

penerjemah

Bersosial media menambah produktifitas

Apakah Anda berpikir bersosial media membuang-buang waktu dan menghambat kerja Anda? Jika demikian, maka pikiran Anda berseberangan dengan hasil survey dari Microsoft. Sebagaimana dilansir Social Times dan Forbes, bersosial media justru terbukti meningkatkan produktifitas kerja, karena bertindak sebagai mood booster (pendorong suasana hati).

Jika Anda tergabung dalam sebuah tim penerjemah, Anda dapat mengusulkan kepada atasan Anda untuk mengalokasikan waktu bersosial media selama 5-10 menit setiap satu jam sekali.

– – – – – – –

Demikian Mitra Excellent, 5 tips ringan untuk menghindari kejenuhan saat menjalankan proyek terjemahan. Anda dapat berbagi juga tips-tips menghindari kejenuhan saat menerjemah. Anda tentu juga memiliki segudang pengalaman dan cara untuk mengatasi kejenuhan-kejenuhan itu.

Jadi, Anda ingin berbagi di Official Facebook Page kami?

Anda juga dapat berbagi melalui kolom komentar di bawah ini.

Salam Excellent! 🙂

[contact-form-7 404 "Not Found"]

Belajar dari hewan | pentingnya proofread proyek terjemahan

Belajar dari hewan | pentingnya proofread proyek terjemahan

Komunkasi hewan & komunikasi manusia

Lebih dari 100.000 orang meninggal dunia ketika bencana tsunami terjadi di Aceh (26/12/2004). Sedangkan pada saat yang sama, hampir tidak ada hewan yang mati (Kompas, 1/1/2005).

Mitra Excellent, kemampuan hewan yang luar biasa dalam memahami dan menerjemahkan pesan antar sesamanya, boleh jadi merupakan alasan keberhasilan mereka dalam menghadapi tantangan alam.

Ya, komunikasi antar hewan memang menarik. Demikian menariknya, perusahaan mainan terbesar di Jepang, Takara Co. Ltd., memproduksi alat bernama “bowlingual” sejak September 2002, yang dapat menerjemahkan (translate) gonggongan 50 jenis anjing. Alat ini laku keras, karena memungkinkan masyarakat Jepang memahami keinginan anjing mereka (Kompas, 13/3/2003).

Mitra Excellent, kita juga sudah lama mengenal kualitas kerjasama dunia serangga. Semut dengan liangnya yang rumit, lebah dengan presisi ukuran lubang-lubang hexagonal di dalam sarangnya, hal-hal tersebut dihasilkan dari kemampuan koordinasi yang berkualitas dan saling memahami pesan-pesan bahasa.

Manusia di lain pihak, sebagai makhluk yang unggul dalam berbagai potensinya, semestinya dapat memaksimalkan kemampuan untuk saling memahami. Ragam bahasa yang ada di dunia tidak boleh menjadi kendala yang terus-menerus menghalangi upaya mulia tersebut.

Oleh karena itu, Mitra Excellent, betapa pentingnya untuk berinvestasi dalam menjamin tercapainya pemahaman pesan, terlebih dalam memahami pesan lintas bahasa, tentu demi kebaikan kita semua.

Pentingnya proofread proyek terjemahan

Pernahkah terbayang dalam benak Anda, tiba saat ketika manusia dapat memahami setiap pesan dengan baik? Hari ketika kesalahpahaman antar sesama dapat diminimalkan sehingga tidak terjadi peristiwa berbahaya bagi kemanusiaan. Hari ketika hubungan bisnis dan kerjasama diwarnai dengan komunikasi yang dinamis dan terbuka.

Tentu ini membutuhkan investasi secara sadar dan serius. Anda perlu mempercayakan kepada para ahli bahasa yang tepat agar impian yang terbayang itu menjadi semakin nyata.

Aktivitas terjemah dokumen untuk menyajikan pesan yang layak baca bagi masyarakat yang berbeda bahasa tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Mitra Excellent tentu masih ingat kisah kesalahan terjemah pesan dari kantor berita Domei (Jepang) di penghujung Perang Dunia II, yang mengakibatkan ratusan ribu jiwa melayang dalam peristiwa bom atom Hiroshima-Nagasaki.

Rincian bagaimana kesalahan terjemahan bom atom Hiroshima-Nagasaki itu dapat Anda lihat pada tulisan di artikel ini.

Hal tersebut disebabkan minimnya koreksi dan pemahaman konteks bahasa oleh penyampai maupun penerjemah. Penyampai semestinya menyajikan pesan yang jelas, tidak mengandung makna ambigu, dan memberikan keterangan konteks yang dimaksud dari sebuah pernyataan. Demikian pula bagi penerjemah, mereka membutuhkan banyak referensi konteks saat menerjemahkan bahasa yang dimaksud, serta memperhatikan ketelitian penulisan terjemahan.

Adanya kekurangan satu huruf saja bisa menjadikan perbedaan arti yang mempengaruhi bisnis Anda. “Ikan” tentu berbeda dengan “Iklan”. Sebuah kalimat promosi: “Anda ingin mengikankan produk Anda? Hubungi kami!” Tentu mengundang tawa dari pembaca. Betul begitu? 🙂

Belajar dari hal itu, Anda membutuhkan layanan terjemah yang menyediakan tenaga pengoreksi (proofreader) hasil terjemahan dan memberikan layanan revisi kapanpun dengan penuh perhatian.

Sayangnya, tidak semua jasa terjemahan (translate) memberikan layanan tersebut dengan baik. Baik ini dalam artian keterjangkauan / cuma-cuma, maupun baik dalam artian service yang tanggap dan proses yang cepat.

Jasa terjemah yang menyadari besarnya efek kekeliruan dalam terjemah akan memberikan layanan koreksi dan revisi sebagai bagian dari tanggung jawab jasa mereka. Mereka akan memberikannya dengan penuh perhatian, dan terintegrasi dengan rasa kemanusiaan.

Anda tentu akan puas dengan layanan seperti ini. Demikian pula, keberhasilan memberikan pengalaman alih bahasa yang berkesan adalah kebanggan bagi sebuah penyedia jasa terjemahan.

Anda tentu berharap manusia bisa terus menjadi penghuni bumi yang lebih baik, salah satunya dengan lebih mampu memahami pesan antar sesama. Dengan demikian, manusia bisa memperbaiki diri mereka, sekaligus memperbaiki kondisi kehidupan di muka bumi.

Salam Excellent!

[contact-form-7 404 "Not Found"]

Mokusatsu – bumi hangus Hiroshima-Nagasaki

Mokusatsu – bumi hangus Hiroshima-Nagasaki

| “Mokusatsu” | Mitra Excellent, ungkapan itu pernah disampaikan Jepang melalui Domei (kantor berita Jepang) saat merespon ultimatum AS. Kala itu Perang Dunia II telah mendekati klimaksnya.

Apa tindakan AS saat menerima respon itu? Presiden Harry S. Truman memerintahkan Jenderal McArthur untuk membumihanguskan 2 kota : Hiroshima & Nagasaki. Ratusan ribu jiwa jadi korban.

Mitra Excellent, sebenarnya apa sih terjemah dari kata “mokusatsu” itu?

“Mokusatsu”. Untaian kata itu dimaksudkan Jepang sebagai ungkapan untuk meminta waktu membuat keputusan (P.R. Smith, 1993, p. 55).

Alih-alih memahami ungkapan itu, AS justru menerjemahkan kemudian memaknainya sebagai “no comment” dalam bahasa Inggris, alias “mengabaikan” ultimatum. Alhasil, bumihanguslah Hiroshima & Nagasaki.

Mitra Excellent, betapa seuntai kata demikian menentukan saat berkomunikasi lintas bahasa, apalagi saat komunikasi dilakukan melalui media tulisan.

Semoga Anda selalu mendapat kelancaran dalam pengalaman komunikasi bermedia maupun alih bahasa / translate secara cerdas.

Salam Excellent!

Mitra Excellent pernah mengalami hal yang unik tentang alih bahasa / translate ?
Silakan #BerbagiInspirasi

Jadi, Anda ingin bertemu kami di FB : Official Excellent Translation Facebook Page