0812 3791 1132 order@jasa-translate.com

Mitra Excellent, pernahkah terpikirkan dalam benak Anda bahwa kosakata Bahasa Indonesia yang Anda anggap benar ternyata keliru dalam penulisan maupun pelafalan?

Kosakata-kosakata itu memang terdengar lazim sehingga banyak kalangan yang tak menyadari kekeliruannya.

Akibatnya, kesalahan yang terus berlangsung dalam ejaan kosakata tersebut menimbulkan kerancuan di masyarakat kita.

Padahal Mitra Excellent, kita adalah pemilik bahasa ini. Sudah semestinya kita paling baik dalam menggunakannya. Bukankah demikian?


Ada kejadian saat pembelajar Bahasa Indonesia yang berasal dari luar negeri, mengalami kerancuan ketika mendapati warga negara Indonesia pribumi menulis kosakata yang tidak sesuai dengan kaidah yang benar.


Mungkin tidak menjadi persoalan apabila terjadi satu dua kali saja. Namun apabila terjadi pengulangan kesalahan tersebut, tentu malu rasanya sebagai penutur bahasa asli.

Nah, agar kita tidak turut keliru, mari kita perhatikan bersama penulisan Bahasa Indonesia yang sering keliru, berikut pembetulannya :

  • Bis atau Bus?

Jenis transportasi besar yang satu ini disebut “bus”, bukan “bis” sebagaimana yang biasa orang-orang sebutkan, lho! Jadi, jangan sampai salah ya, Mitra Excellent.

  • Konkrit atau Konkret?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “konkrit” tidaklah memilih arti karena penulisan yang tepat adalah “konkret” dengan arti nyata atau benar-benar ada.

  • Handal atau Andal?

Tidak sedikit orang menganggap bahwa “handal” merupakan kata yang benar. Tetapi, coba Anda pikirkan kembali, apakah ada kata “menghandalkan”? Tidak ada, kan? Jadi, pengejaan yang tepat adalah “andal”.

  • Apotik atau Apotek?

Masih sering juga ditemukan penulisan “Apotik xxx” di sekitar kita. Coba Anda perhatikan, apakah ada “apotiker”? Jawabannya jelas tidak ada karena yang benar adalah “apoteker”, dan ia bekerja di sebuah “apotek”.

  • Silahkan atau Silakan?

Kosakata ini juga tak luput dari daftar penulisan Bahasa Indonesia yang sering salah dieja, lho. Banyak orang yang keliru menggunakan “silahkan” ketimbang kosakata yang benar yaitu “silakan”. Semoga kita menuliskannya dengan benar setelah membaca informasi ini, ya!

  • Nomer atau Nomor?

Sering ya, kita mendengar “nomer 1”, “nomer 5”, atau mungkin “nomer undian”. Padahal pengucapan yang tepat adalah “nomor”, bukan “nomer” seperti yang lazimnya orang-orang ucapkan.

  • Analisa atau Analisis? Diagnosa atau Diagnosis? Hipotesa atau Hipotesis?

Kosakata yang cenderung sering digunakan dalam hal-hal ilmiah ini juga sering salah ya, Mitra Excellent. Kosakata baku yang benar menurut ejaan KBBI adalah analisis, diagnosis, dan hipotesis.

  • Kwalitas atau Kualitas? Kwitansi atau Kuitansi?

Meski tak berkaitan, tetapi kedua kosakata ini sering mengalami kesalahan penulisan. Masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa ejaan “kwalitas” dan “kwitansi” adalah benar, sedangkan pengejaan yang semestinya adalah “kualitas” dan “kuitansi”.

  • Jenius atau Genius? Karir atau Karier?

Banyak orang yang sering salah kaprah mengenai kedua hal ini karena mengira bahwa kosakata genius dan karier berasal dari Bahasa Inggris. Padahal dalam KBBI, kosakata genius merujuk pada kemampuan luar biasa dalam berpikir dan mencipta, sedangkan karier merujuk pada perkembangan serta kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya,

  • Hembus atau Embus? Nafas atau Napas?

Pernah mendengar kata “menghembuskan nafas”? Terdengar tepat ya, tetapi ternyata salah besar. Penulisan dan pelafalan yang tepat adalah “mengembuskan” karena berasal dari kata embus, dan bukan nafas yang benar melainkan napas.

  • Nahkoda atau Nakhoda? Supir atau Sopir? Atlit atau Atlet?

Ketiga profesi ini juga sering salah penulisan maupun pelafalannya lho, Mitra Excellent. Tidak ada kosakata “nahkoda” karena yang tepat adalah nakhoda”, begitu pun kosakata “supir” karena yang benar adalah sopir”, dan tak ada “atlit” karena yang benar adalah “atlet”.

Demikian, meski terlihat mirip, tetapi pada nyatanya beberapa kosakata tersebut memang paling sering salah digunakan oleh masyrakat kita sendiri.

Nah, agar kekeliruan itu tidak menurun sampai ke generasi Indonesia selanjutnya, mari lakukan perubahan mulai saat ini & mulai dari diri kita sendiri. Tentu juga sangat baik untuk menebarkan informasi ini kepada kerabat dan kawan terdekat kita.

Anda Bisa membagikannya jika bermanfaat.   🙂

Salam Excellent!