10 Istilah Digital Marketing sepanjang 2018 yang perlu Anda ketahui (Part 2 of 4)

3. Cost Per Acquisition (CPA)

CPA adalah pengukuran biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan seorang pelanggan yang meng-klik link website atau menuntaskan aksi apapun –dengan kata lain, pengembalian dari investasi pemasaran, khususnya, pemasaran total yang dikeluarkan terhadap total konversi  paling depan/front-end.

Berikut beberapa pembeda CPA dengan beberapa biaya lainnya:

CPA merupakan penjualan –dan pengukuran berbasis lead, yang membedakannya dari Cost Per iMpression (CPM) dan Cost Per Click (CPC).

CPM dan CPC berdasarkan arah pandang bola mata dan traffic pengunjung, sementara CPA berdasarkan kegiatan perolehan lead yang spesifik.

CPA setara dengan ROI, meskipun tidak sinonim, karena dapat menjadi indikator awal dari kampanye jangka panjang yang sukses dalam istilah-istilah terkait perolehan lead.

Terus mengoptimalisasi untuk menurunkan biaya CPA dapat membantu para pemasar untuk merespon dengan cara yang tangkas berdasarkan performa kampanye, secara keseluruhan mengarah pada kampanye yang lebih efisien.

4. Hyperlocal

Untuk membangun basis pelanggan local yang loyal, merupakan hal yang penting untuk dapat diterima sebagai bagian dari komunitas.

Periklanan hyperlocal adalah suatu jalan yang efisien untuk menuntaskan tujuan ini. Hyperlocal bermakna sebuah kawasan yang dekat dengan tempat tinggal –orang-orang yang berada pada jarak jalan kaki maupun bekendara menuju suatu tempat tujuan tertentu atau mereka yang menyatu dalam sebuah komunitas yang dapat diidentifikasi.

Para pemasar dapat mengoptimasi kampanye hyperlocal mereka dengan tips-tips berikut:

Buat marketing memiliki cita rasa local – Menggunakan keistimewaan local, semisal cuaca, geografis dan demografis dalam kampanye dapat membantu membuat brand yang sesuai selera.

Asimilasikan bisnis Anda dalam komunitas Anda – Kebutuhan pelanggan beragam pada masing-masing kawasan, sehingga membutuhkan strategi pemasaran spesifik berdasarkan daerah tertentu.

Pengalaman pelanggan yang unik – Membuat pengalaman pemasaran yang unik dengan sangat baik, sebuah perusahaan dapat mulai membangun komunitas mereka sendiri dari followers local. Sebuah contoh akan membuat pelanggan lokal sebagai bagian dari branding story Anda.

5. Keyword Proximity

Saat membahas keywords/kata kunci, faktor yang ditekankan oleh algoritma pencarian Google adalah keyword proximity/kedekatan kata kunci. Keyword proximity mengacu pada seberapa dekat dua atau lebih kata kunci berdekatan satu sama lain.

Anda akan mencapai ranking yang lebih tinggi apabila Anda menempatkan kata kunci yang dekat dengan cara yang terdengar alami dalam sebuah ulasan.

Berikut adalah sebuah contoh dalam mempertimbangkan kedekatan kata kunci: sebuah website berniat mendapat peringkat untuk kata pencarian digital marketing agency Cleveland.” Judulnya terbaca, “Your digital marketing agency for growing your business in Cleveland.”

Judul tersebut baik, namun pilihan yang bahkan lebih baik mungkin, “The digital marketing agency Cleveland businesses trust to help them grow.”

Selain kedekatan, faktor kata kunci lainnya yang penting adalah bahwa Google memberikan peringkat meliputi kepadatan, frekuensi, dan prominence/seberapa menonjol kata kunci Anda:

Kepadatan kata kunci – presentase kata kunci yang dapat ditemukan dalam teks yang dapat diindeks pada sebuah halaman web.

Frekuensi kata kunci – jumlah sebuah kata kunci tertentu muncul pada sebuah website.

Seberapa menonjol kata kunci – seberapa menonjol kata kunci Anda dalam laman web; dengan kata lain, seberapa dekat dengan awalan laman web, kalimat, judul, label bagian atas/header tag, atau kata kunci meta description ditempatkan.