10 Istilah Digital Marketing sepanjang 2018 yang perlu Anda ketahui (Part 3 of 4)

6. Keyword Stemming

Mesin pencari mengelompokkan hasil pencarian tidak hanya dengan kesesuaian kata kunci secara persis, namun juga dengan variasi kata kunci dalam kelompok-kelompok semantik, sebagaimana bentuk tunggal-jamak (misal jika dalam bahasa Inggris), akhiran yang terkait, dan sinonim.

Mesin pencari melihat kata kunci yang serupa tersebut sebagai sinonim. Sebagai hasilnya, “keyword stemming” sesudahnya bisa membantu memperluas jangkauan Anda.

Gunakan tips-tips berikut untuk mendongkrak keyword stemming:

– Tambahkan awalan atau akhiran pada kata kunci sebagai penentu sifat/modifiers. Sebagai contoh, “en” untuk “large” untuk membentuk “enlarge”, sebagaimana “besar” menjadi “membesarkan”.

– Tambahkan versi jamak dari kata kunci, semisal mengganti “child” menjadi “children.”

– Masukkan variasi akar kata, semisal “practicing,” “practices” dan “practiced.”

– Dongkrak kata-kata yang dikombinasi untuk mendapat peringkat baik bagi kata-kata maupun kata-kata yang dikombinasi, semisal “key,” “word” dan “keyword.”

7. Latent Semantic Indexing (LSI)

Ini merupakan metode matematis yang digunakan untuk menentukan hubungan antara frasa kata kunci di antara potongan-potongan konten. Mesin pencari menggunakannya untuk membentuk pemahaman yang lebih baik dari yang tengah dijadikan pembahasan dalam teks.

Google menghargai situs-situs yang memasukkan kata kunci LSI yang relevan dengan peringkat dan traffic/pengunjung yang lebih tinggi.

Keuntungan dari LSI bagi setiap “stakeholder” meliputi:

Mesin pencari dapat menyajikan hasil pencarian yang lebih bermanfaat dan relevan, karena mereka dapat menguraikan bahasa dan mengklasifikasikan topik berdasarkan pada sinonim dan istilah-istilah terkait. Para pemasar dapat meningkatkan peringkat pencarian dengan menyesuaikan kata kunci mereka untuk menggunakan praktik terbaik LSI.

Para penerbit dapat menghubungkan dengan pemirsa dengan lebih terlibat karena konten mereka lebih tertarget dan bisa menghubungkan dengan pengguna yang tepat.

Para pencari dapat lebih mudah menemukan konten yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.

8. Lookalike Audiences

Lookalike audiences milik Facebook adalah sebuah pilihan pentargetan yang terdepan dalam pelayanan iklan yang melebihi  pentargetan ketertarikan dasar dan demografi. Fitur ini juga menyajikan kemampuan untuk menemukan orang baru berdasarkan kemiripan dengan pelanggan Anda, menggunakan sebuah presentase sampel dari orang-orang dalam negara yang Anda target (mulai 1 hingga 10 persen) – secara efektif meng-kloning pemirsa ideal Anda.

Tips untuk mendongkrak lookalike audiences meliputi:

Membuat sebuah video lookalike audience – pengguna Facebook menonton 100 juta jam video yang ada pada platform tersebut setiap harinya. Perangkat ini menemukan penonton yang menonton video seperti milik Anda.

Mengatur daftar email lookalike audience – ambil daftar pelanggan yang ada dan gunakan sebagai sumber bagi lookalike audience Anda.

Buat konversi lookalike audiencememperkenankan Anda menemukan audiens target baru menggunakan audiens custom website dari orang yang telah menuntaskan sebuah even percakapan spesifik.

Bangun halaman mirip lookalike audienceJika Anda memiliki jumlah penggemar yang besar di Facebook yang secara aktif terlibat dengan postingan organic Anda, lookalike audience adalah sebuah cara yang bagus untuk menemukan target audiens baru yang serupa.