Artikel sebelumnya: Part 1

2. Mainkan sesuai kekuatan Anda

Siapa yang menentukan tingkat kualitas sebuah terjemahan sebagai terjemahan yang memuaskan? Objek/barang seperti mobil dapat diperiksa berdasarkan standar yang ditetapkan dengan baik, dan penilaian semacam itu bisa cukup objektif. Namun, penerjemahan adalah entitas berupa jasa yang kualitasnya sangat subjektif dalam banyak kasus. Namun meski diberikan sifat subjektif, ada pedoman tertentu yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang jelas.

Ketika mengevaluasi kualitas terjemahan Anda, upayakan bahwa tata dan gaya bahasanya memenuhi standar industri tertinggi. Anda mungkin seorang penerjemah dokumen hukum yang sangat kompeten, tetapi Anda mungkin memiliki keterbatasan ketika menyelesaikan terjemahan di bidang medis. Pengetahuan subjek sangat penting, jadi hanya terima pekerjaan di bidang yang Anda ketahui Anda bisa menghasilkan terjemahan berkualitas tinggi.

Beberapa penerjemah terbaik kami melakukan ini dengan tepat; mereka melimpahkan proyek yang mereka rasa tidak akan mencerminkan kualitas terbaik mereka. 

Anda tidak perlu merasa berkewajiban untuk mengambil semua pekerjaan yang ditawarkan kepada Anda. Melimpahkan pekerjaan yang tidak sesuai keahlian sebenarnya akan memberi Anda lebih banyak rasa hormat dari penyedia layanan bahasa, karena itu menunjukkan profesionalisme dan kompetensi. Di lain pihak, jika Anda mengambil pekerjaan yang tidak memenuhi syarat dan menghasilkan terjemahan yang di bawah standar, itu bisa memberikan hasil yang buruk dan berbuntut panjang, karena agensi pasti tidak akan senang dengan pekerjaan yang diterjemahkan dengan buruk.

Kiat: Jika memungkinkan, minta kolega terpercaya memeriksa hasil terjemahan Anda.

3. Memenuhi tenggat waktu (deadline)

Sangat penting untuk memenuhi tenggat waktu yang diminta penyedia layanan bahasa. Kadang-kadang agensi akan mencoba untuk menyediakan waktu tertentu dan menetapkan deadline dengan telah memperhitungkan waktu toleransi, namun dalam budaya yang butuh serba cepat saat ini, waktu toleransi menjadi sesuatu yang semakin diminimalisasi, jadi adalah bijaksana untuk menganggap semua tenggat waktu dengan serius.

Misalnya, jika agensi Anda memberikan batas waktu Senin jam 9:00 pagi, Anda harus mengantarkan terjemahan pada atau sebelum Senin jam 9:00 pagi. Ini mungkin tampak jelas, tetapi Anda akan terkejut melihat betapa banyak penerjemah gagal mematuhi hal yang jelas tersebut. Seorang penerjemah yang menyerahkan proyeknya sebelum tenggat waktu menunjukkan standar profesionalisme dan pertimbangan yang tinggi untuk agen dan klien akhir.

Proyek yang terlambat akan mempengaruhi klien, memunculkan komplain hingga permintaan refund. Bahkan dalam kasus-kasus di mana urgensi bukan merupakan faktor, di mana klien cukup merasa longgar dengan tenggat waktu, agensi jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menggunakan penerjemah yang secara konsisten menuntaskan proyek terlambat, karena praktik ini pada akhirnya membawa potensi buruk pada kredibilitas agensi.

Jadi, ketika bekerja dengan penyedia layanan penerjemahan, pastikan Anda mengirimkan pekerjaan Anda sesuai jadwal tenggat waktu yang ditentukan. Jalan terbaik apabila muatan pekerjaan yang akan Anda hadapi cukup sulit, Anda perlu menegosiasikan dengan menerangkan argumentasi yang masuk akal perihal permintaan waktu lebih. Semisal untuk melangsungkan riset dan pembandingan terlebih dahulu. 

Menjadikan ini sebagai praktik yang konsisten akan menempatkan Anda sebagai cahaya yang sangat menguntungkan bagi agensi, serta memungkinkan Anda untuk terus berada dalam proyek-proyek lain.

Menarik bukan? Nantikan lanjutannya di Part 3.

Salam Excellent!