“It’s not always easy to be both interesting and accurate, but … its better than being exciting and wrong.” –Maria Konnikova

“Tidak selalu mudah untuk menjadi menarik sekaligus akurat, namun … hal tersebut lebih baik daripada menjadi menarik namun keliru.” –Maria Konnikova

Tulisan ini merupakan part 2 dari pembahasan tentang Belajar Menghindari Clickbait. Pembahasan sebelumnya dapat Anda lihat di sini.

Sekarang, mari kita lanjutkan kembali.

“Vitamin Ini Dapat Mengurangi Risiko Penyakit Jantung”

“Konsumsi Cokelat dapat Mengurangi Stres pada Pelajar”

“Obat Baru ini Perpanjang Usia Pasien Berpenyakit Langka”

Berikut skenario penelitian yang disederhanakan untuk masing-masing judul-judul berita utama di atas, untuk menguji keterampilan Anda.

Terus perhatikan penjelasannya mulai kajian yang pertama; kemudian berhentilah sejenak di tajuk utamanya untuk mencari tahu kekurangannya.

Asumsikan semua informasi yang Anda butuhkan untuk mengenali cacatnya judul clickbait sudah termasuk.

Mari kita mulai dengan skenario hipotesis berikut:

Kita mulai dari pengaruh efek kardiovaskular dari vitamin tertentu, yaitu Healthium.

Sebuah riset menemukan bahwa peserta yang meminum Healthium memiliki kolesterol baik yang lebih tinggi dibandingkan peminum obat plasebo.

Kadar kolesterol baik pada keduanya setara dengan orang yang secara alami memang memiliki kadar kolesterol baik yang tinggi.

Riset sebelumnya menunjukkan bahwa orang dengan kolestrol baik yang tinggi memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah.

Lalu, mengapa judul ini jadi menyimpang:

“Healthium Menurunkan Risiko Penyakit Jantung”.

Kesalahan judul ini adalah riset tersebut tidaklah meneliti apakah Healthium dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Riset itu hanya membahas pengaruh Healthium terhadap kadar jenis kolestrol tertentu.

Fakta bahwa orang yang secara alami punya kadar kolesterol baik yang tinggi berisiko rendah terkena serangan jantung, tidak serta merta berlaku pada pasien yang menaikkan kadar kolestrolnya dengan Healthium.

Kini, Anda sudah paham tentang Healthium.

Coba pecahkan misteri menarik berikutnya:

Hubungan antara konsumsi cokelat dengan stres.

Penelitian rekaan ini melibatkan sepuluh siswa. Lima siswa memakan cokelat setiap hari, sedangkan sisanya, tidak. Karena mereka teman sekelas, jadwal kegiatan kedua kelompok itu sama.

Di akhir penelitian, siswa yang mengonsumsi cokelat tidak begitu stress dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi cokelat.

Lalu, apa yang salah pada judul ini:

“Konsumsi Cokelat Mengurangi Stres pada Pelajar.”

Kesimpulan yang didasarkan pada sampel sejumlah 10 siswa itu terlalu dipaksakan.

Sebab, semakin sedikit jumlah peserta yang terlibat dalam sampel acak, semakin kecil juga kemungkinan sampel dapat mewakili keseluruhan populasi target secara akurat. Contohnya, jika seluruh populasi pelajar terdiri atas pria dan wanita 1:1, kesempatan untuk memperoleh 10 sampel yang 70%-nya terdiri atas pria dan 30%-nya wanita adalah sekitar 12%. Pada sampel 100 orang, kesempatannya akan kurang dari 0,0025%.

Dan pada sampel 1.000 orang, kemungkinannya kurang dari 6 x 10^-36.

Demikian pula, sedikitnya jumlah peserta membuat data individual jadi berpengaruh besar terhadap hasil keseluruhan dan dapat mengubah tren pada hasil penelitian.

Ada juga alasan mengapa para ilmuwan melakukan riset dengan skala kecil.

Dengan jumlah sampel yang kecil, dapat dinilai apakah hasil suatu penelitian layak untuk dikaji lebih mendalam serta lebih luas.

Beberapa riset membutuhkan partisipan bersifat spesifik, yang memang tak bisa didapatkan dalam jumlah besar.

Kuncinya adalah reproduksibilitas.

Jika menarik kesimpulan hanya dari satu penelitian skala kecil, kesimpulan itu bisa jadi meragukan. Namun, jika diambil dari bermacam penelitian dengan hasil serupa, jelas lebih kredibel.

Tersisa satu teka-teki lagi.

Kali ini, skenario pengujian obat baru untuk penyakit langka mematikan. Dengan sampel sebanyak 2.000 pasien, pasien yang mengonsumsi obat tersebut berumur lebih panjang dibandingkan yang hanya meminum obat plasebo.

Kali ini, permasalahannya sedikit berbeda. Apa yang harus diketahui sebelum menentukan kelayakan judul:

“Obat Baru Perpanjang Usia Pasien Berpenyakit Langka”?

Sebelum menjawab, Anda harus tahu berapa lama obat itu dapat memperpanjang usia pasien.

Kadang, sebuah penelitian sudah memilliki hasil yang meski terbukti secara ilmiah tetap saja tidak berdampak secara nyata.

Contohnya, suatu obat kanker pankreas yang diuji coba secara klinis diketahui dapat menambah usia pasien selama sepuluh hari.

Di waktu lain Anda membaca judul artikel kesehatan yang menarik, periksa laporan ilmiah yang dipakai.

Meski laporan penelitian yang lengkap tidaklah gratis, ringkasan rancangan penelitian masih bisa didapatkan, dan hasil penelitian pun tersedia secara gratis dalam bentuk abstrak bahkan juga ditulis pada batang tubuh berita.

Sungguh menarik dapat membaca penelitian ilmiah dalam berita, tetapi penting juga untuk memahami penemuan dalam penelitian itu.

Salam Excellent!

Adapted from TED-Ed Video | Jeff Leek & Lucy McGowan