0812 3791 1132 order@jasa-translate.com
Anagram

Anagram

Mitra Excellent, masih ingatkah Anda dengan novel The Da Vinci Code yang ramai diperbincangkan di tahun 2003 silam?

Novel yang ditulis oleh Dan Brown tersebut bahkan telah terjual lebih dari 80 juta kopi ke seluruh dunia dan diterjemahkan ke dalam 51 bahasa. Tidak hanya itu, buku ini juga menjadi salah satu dari 101 best book di tahun 2010.

Ya, seperti yang kita tahu, novel ini berkisah tentang petualangan ahli simbol bernama Robert Langdon dalam memecahkan rahasia Holy Grail dan membersihkan namanya dari kasus pembunuhan seorang Biarawan Sion. Petulangan Langdon dalam menyelesaikan kasus tersebut tidaklah mudah karena ia harus memecahkan berbagai macam teka-teki yang ada, termasuk yang berupa anagram.

Berbicara tentang anagram, anagram adalah teka-teki atau sebuah bentuk permainan kata, di mana sebuah kata atau kalimat akan menghasilkan kata atau kalimat baru ketika susunannya diubah. Tentu kata atau kalimat yang dihasilkan harus kata atau kalimat yang benar-benar ada, agar tidak dianggap sebagai omong kosong belaka. Orang-orang yang membuat anagram ini disebut dengan “anagrammatist”.

Mitra Excellent, biasanya, anagram dibuat untuk mengomentari kata atau subyek yang dibuat anagram tersebut. Berikut adalah contoh-contoh anagram yang ada:

The Morse code — Here come dots

Meal for one — For me alone

Considerate  — Care is noted

Astronomer  — Moon starer

Astronomers  — No more stars

Signature  — A true sign

Asteroid threats  — Disaster to earth

Di era modern, anagram masih sering digunakan. Seperti yang dilakukan oleh  Dan Brown di novel The Da Vinci Code, di mana ada kalimat “O, Draconian devil!” yang ketika susunan hurufnya diubah dapat  dibaca menjadi “Leonardo da Vinci!”.

Ternyata, J.K. Rowling juga memasukkan anagram ke dalam novel Harry Potter, di mana salah satu tokohnya yang bernama “Tom Marvolo Riddle” memiliki anagram “I am Lord Voldemort”.

Contoh lainnya lagi, buku dari Homer Hickam, Jr. yang berjudul Rocket Boys diadaptasikan menjadi film layar lebar berjudul October Sky, anagram dari judul buku tersebut.

Jika kita menilik ke masa lalu, tokoh besar seperti Galileo Galilei juga pernah menggunakan anagram untuk “mengumumkan” penemuan cincin Saturnus di tahun 1610. Galileo menuliskan “smaismrmilmepoetaleumibunenugttauiras” yang kemudian disusun menjadi kalimat “Altissimum planetam tergeminum observavi”  atau yang berarti “I have observed the most distant planet to have a triple form“.

Nah, bagaimana Mitra Excellent? Tertarik untuk membuat anagram? []

 

 

JLPT: Kunci Sukses Beasiswa ke Jepang

JLPT: Kunci Sukses Beasiswa ke Jepang

Halo Mitra Excellent! Apakah Anda pejuang beasiswa ke Jepang?

Pada beberapa artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang beragam tes kemampuan Bahasa Inggris yang menjadi patokan saat melamar pekerjaan atau saat mendaftar beasiswa ke luar negeri.

Memang hasil dari tes tersebut sangatlah penting, akan tetapi untuk di beberapa negara Asia seperti Jepang, bukti pendukung bahwa Anda mampu menguasai bahasa mereka juga bisa menjadi nilai plus saat mendaftar beasiswa ke Jepang.

Mengapa kemampuan bahasa Jepang bisa menjadi nilai lebih di mata para penilai? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah karena mayoritas orang Jepang tidak menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Memang tak sedikit universitas yang menerima mahasiswa asing dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris, namun universitas yang menerima mahasiswa asing berbahasa pengantar Bahasa Jepang memiliki jumlah lebih banyak.

Mereka menyambut baik mahasiswa asing yang mampu berbahasa Jepang karena mereka tak perlu menyediakan kelas khusus berbahasa Inggris.

Tidak hanya itu, Anda pun akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal di sana karena dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang dengan tetangga atau mungkin saat berbelanja di pasar dan supermarket.

Nah, lantas sertifikat pendukung apa, sih, yang bisa membuat Mitra Excellent terlihat lebih menarik di mata para penilai beasiswa yang ada di Jepang sana? Mari simak informasi berikut:

 

JLPT

 
Japanese Language Proficiency Test (JLPT) atau Nihongo Nouryoku Shiken (biasanya disingkat Nouken) merupakan tes kemampuan Bahasa Jepang bertaraf internasional yang diperuntukkan bagi orang bukan penutur asli Bahasa Jepang. Dalam setahun, tes ini diadakan sebanyak dua kali yaitu hari Minggu di minggu pertama bulan Juli dan Desember secara serentak di berbagai belahan dunia.

Tidak heran jika JLPT disebut sebagai ujian kemampuan bahasa Jepang terbesar di dunia!

Tes JLPT yang diadakan oleh Japan Foundation dan Asosiasi Pendidikan Internasional di Jepang sejak tahun 1984 ini dibagi menjadi 5 level yaitu level N1 hingga N5 dengan patokan N1 merupakan level tertinggi dalam ujian kemampuan Bahasa Jepang tersebut.

Bagi para calon peserta beasiswa ke Jepang lulusan SMA, biasanya level N5 hingga N4 menjadi syarat minimal pengajuan. Sementara untuk lulusan perguruan tinggi, level N3 memang masih diterima, namun banyak universitas yang cenderung lebih tertarik dengan pemegang sertifikat N1 atau N2.
Mitra Excellent mungkin ada yang sedikit kebingungan mengenai perbedaan N1 hingga N5, bukan?

Berikut pemaparannya:
 
a. N1 (Kemampuan dalam memahami Bahasa Jepang dalam berbagai situasi dan kondisi)
 
• Membaca = Dalam tes JLPT, selalu ada reading dan listening dan untuk level N1 peserta akan mengerjakan soal dari bacaan kompleks. Peserta akan menghadapi persoalan bacaan yang begitu mengasah otak dan penalaran seperti editorial dan tanggapan dalam sebuah surat kabar, sebuah analisis, atau pun artikel ilmiah.
• Mendengar = Suguhan teks lisan atau listening pada tes level N1 adalah berupa materi percakapan kompleks seperti laporan berita, perkuliahan, dan percakapan koheren dalam Bahasa Jepang yang begitu natural. Lingkup pertanyaan yang diajukan pun biasanya seputar hubungan antar orang di dalam percakapan tersebut, poin-poin dasar, dan sebagainya.
 
b. N2 (Kemampuan untuk memahami Bahasa Jepang dalam dialog sehari-hari dan dalam berbagai keadaan dalam tingkatan tertentu)
 
• Membaca = Peserta diminta untuk memahami bacaan dengan topik seputar menanggapi bacaan surat kabar dan majalah serta mengerti isi dari bacaan tersebut. Ada juga bacaan narasi di mana peserta diminta untuk memahami maksud yang disampaikan oleh si penulis.
• Mendengar = Peserta diminta untuk memahami percakapan koheren dan laporan berita sehari-hari dalam bahasa Jepang yang mendekati kecepatan dialog natural. Lingkup pertanyaan yang diajukan pun biasanya seputar hubungan antar orang di dalam percakapan tersebut, poin-poin dasar, dan sebagainya.
 
c. N3 (Kemampuan untuk memahami bahasa Jepang yang digunakan sehari-hari dalam tingkatan tertentu)
 
• Membaca = Peserta diminta untuk memahami isi bacaan dengan topik mengenai keadaan sehari-hari dan ada beberapa di antara bacaan tersebut sedikit berat tapi tetap tidak jauh dari tingkat kesulitan N3. Tidak hanya itu, peserta juga diminta untuk menyimpulkan informasi seperti mengenai isi pokok surat kabar dan sebagainya.
• Mendengar = Peserta diminta untuk memahami percakapan koheren mengenai situasi sehari-hari yang diucapkan dalam bahasa Jepang dengan kecepatan dialog mendekati natural. Pertanyaan yang diajukan pun seputar pembahasan isi percakapan atau hubungan antarpembicara yang terlibat.
 
d. N4 (Kemampuan untuk memahami bahasa Jepang dasar)
 
• Membaca = Peserta diminta untuk membaca dan memahami bacaan dengan topik ringan yang ada di sekitar kita disertai beberapa kosakata dasar serta kanji Jepang.
• Mendengar = Peserta diminta mengerti dan memahami percakapan koheren yang mengacu dengan kegiatan sehari-hari dalam bahasa Jepang yang diucapkan secara dengan sedikit lebih pelan.
 
e. N5 (Kemampuan untuk memahami beberapa bahasa Jepang dasar)
 
• Membaca = Peserta dapat memahami kalimat yang tertulis dalam hiragana, katakana, dan kanji dasar.
• Mendengar = Peserta dapat mendengar dan memahami percakapan berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan juga situasi di dalam kelas. Tidak hanya itu, peserta akan diminta menangkap sebuah informasi dari percapakan pendek yang diucapkan secara lambat.
 
f. Standar nilai lulus per level
 
Sebelum mengikuti tes Nouryoku Shiken, akan lebih baik jika Mitra Ecellent mempersiapkannya dengan matang karena tes ini memiliki standar nilai kelulusan per level seperti berikut:

Tabel 1

Nah, bagi Mitra Excellent yang ingin mengikuti ujian Nouryoku Shiken sebelum mendaftar beasiswa ke Jepang, silakan menghubungi pihak terkait berikut:

Tabel 2

Agar mendapatkan hasil tes JLPT yang memuaskan, Mitra Excellent bisa mencari contoh-contoh soal Nouryoku Shiken yang ada di internet. Tanpa belajar, Anda tidak akan mendapatkan nilai yang memuaskan atau bahkan gagal. Jangan sia-siakan kesempatan untuk melengkapi berkas beasiswa ke Jepang hanya karena ketidaksungguhan sesaat!

Selain berkas pendukung seperti sertifikat JLPT, Anda pun akan diminta menyerahkan dokumen-dokumen penting sebagai kelengkapan persyaratan beasiswa ke luar negeri. Para penyedia beasiswa pasti akan meminta ijazah, transkrip, sertifikat penghargaan, dan sebagainya sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Menerjemahkan dokumen penting tentu tidak bisa sembarangan, oleh karena itu Anda butuh penerjemah profesional yang tentunya dapat dipercaya.

 

Salam Excellent!

Bahasa Arab Sebagai Bahasa Resmi PBB

Bahasa Arab Sebagai Bahasa Resmi PBB

“Bahasa Arab bersanding dengan 5 bahasa resmi PBB lainnya (Bahasa Inggris, Tionghoa, Perancis, Rusia, dan Spanyol). Pada saat pertemuan resmi PBB dilangsungkan, perwakilan negara-negara yang terlibat berkumpul dalam satu ruangan besar dan mereka menyampaikan beragam gagasan menggunakan 6 bahasa resmi tersebut.”

Assalaamualaikum!

Mitra Excellent, Anda tentu sering mendengar salam dalam Bahasa Arab tersebut, bukan? Ya, ungkapan salam tersebut merupakan bagian dari salah satu sapaan berbahasa Arab bermakna doa, yaitu agar orang yang mendapat sapaan tersebut memperoleh limpahan keselamatan, rahmat, dan berkah dari-Nya. Sangat menarik, bukan? Dalam lingkungan sehari-hari, bahasa Arab kerap terdengar di negara-negara yang penduduknya mayoritas menganut agama Islam seperti di Indonesia.

Tidak hanya itu, negara-negara yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi juga berjumlah tidak sedikit. Jumlah yang tercatat di The World Factbook pada situs CIA, ada 27 negara yang tersebar di Timur Tengah serta Afrika Utara, menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi kenegaraan.

Dari 27 negara tersebut, 18 negara menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi (bahasa nasional), 4 negara menggunakannya sebagai bahasa resmi utama (berdampingan dengan bahasa resmi lain tetapi sama-sama menjadi bahasa nasional), dan 5 negara menggunakannya sebagai bahasa kedua setelah bahasa nasional.
Anda dapat melihat rincian negara-negara tersebut melalui daftar berikut:

Jumlah penutur bahasa Arab yang begitu banyak ini membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan untuk menjadikan bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi PBB pada 18 Desember 1973. Bahasa Arab bersanding dengan 5 bahasa resmi PBB lainnya (Bahasa Inggris, Tionghoa, Perancis, Rusia, dan Spanyol).

Pada saat pertemuan resmi PBB dilangsungkan, perwakilan negara-negara yang terlibat berkumpul dalam satu ruangan besar dan mereka menyampaikan beragam gagasan menggunakan 6 bahasa resmi tersebut. Contohnya saat delegasi dari Uni Emirat Arab menyampaikan gagasan maka mereka menggunakan bahasa Arab, begitupun delegasi dari Tiongkok maka mereka menggunakan bahasa Tionghoa saat berbicara di depan publik. Sementara delegasi dari Indonesia akan menyampaikan gagasan menggunakan bahasa Inggris karena bahasa Indonesia bukan termasuk dalam bahasa resmi PBB.

Penetapan bahasa Arab sebagai bahasa resmi PBB pada tanggal 18 Desember menginspirasi Maroko dan Arab Saudi untuk mengusulkan ke UNESCO agar tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Bahasa Arab Sedunia (World Arabic Language Day) pada tahun 2010. Tujuan dari peringatan ini adalah sebagai bentuk promosi multilingualism dan keragaman budaya.

Tidak hanya itu, tujuan lain dipilihnya tanggal 18 Desember sebagai Hari Bahasa Arab Sedunia adalah untuk menumbuhkan kesadaran para anggota PBB pada sejarah, kebudayaan, dan perkembangan dari masing-masing ke-6 bahasa resmi PBB.
Benar saja, semenjak ditetapkannya bahasa Arab sebagai bahasa resmi PBB, orang-orang yang ingin belajar bahasa Arab semakin bertambah setiap tahunnya. Sementara bagi pembelajar bahasa dan sastra Arab, peresmian tanggal 18 Desember seolah menjadi angin segar untuk memperluas jangkauan dalam berkarya maupun tenggelam dalam beragam ilmu baru.

Banyak masyarakat muda kita yang berlomba-lomba mempelajari kebudayaan Arab beserta bahasa dan budayanya karena citra Arab Saudi sendiri yang begitu baik di mata masyarakat Indonesia. Jurusan bahasa Arab selalu laris karena para pembelajar yakin akan potensi besar diterimanya mereka saat terjun di masyarakat luas sebagai seorang penerjemah yang andal. Jam terbang semakin tinggi di kala hasil penerjemahan mereka bagus dan tak jarang juga mereka mampu bekerja atau menuntut ilmu ke negeri Timur Tengah berkat penguasaan bahasa Arab.

Yang menjadi pertanyaan, apakah kondisi serupa juga dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di negara dengan bahasa nasional / resmi Bahasa Arab? Mengingat bahasa Arab merupakan bahasa resmi PBB, pasti dalam benak kita, masyarakat di sana enggan menguasai bahasa asing lainnya.

Sayangnya, pendapat kita tidak sepenuhnya tepat. Di beberapa negara yang memiliki bahasa ibu Bahasa Arab, mengaku kesulitan menghadapi era globalisasi di mana bahasa asing seperti Bahasa Inggris dengan mudahnya masuk ke negara mereka. Para orang tua mengaku harus ekstra mendisiplinkan anak-anaknya karena mereka mulai merasakan ketertarikan besar terhadap bahasa Inggris.

Seperti yang pernah diliput oleh situs thenational.ae, para remaja lebih tertarik mempelajari bahasa Inggris ketimbang bahasa Arab. Mereka juga mencampur bahasa Arab dengan bahasa Inggris menjadi semacam ‘bahasa baru’ yang disebut Arabish atau Arabizi oleh para kawula muda. Bagi remaja Arab, Bahasa Inggris memudahkan mereka berinteraksi dengan dunia luar.
Permasalahan seperti ini, rupanya tak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di Arab Saudi saja. Di Yordania pun masalah serupa hampir dirasakan oleh para orang tua. Mereka mulai mengkhawatirkan anak-anaknya yang masih kecil karena belum banyaknya tontonan menghibur berbahasa Arab.

Akan tetapi seiring berkembangnya zaman dan kemudahan akses informasi beserta teknologi, ada sepasang suami-istri yang kreatif membuat project tentang film kartun untuk balita berbahasa Arab. Film kartun seri tersebut sarat akan hiburan dan pendidikan untuk anak-anak sehingga rasa ketertarikan mereka terhadap bahasa ibu akan tetap ada dan terus berkembang.

Bermacam-macam cerita yang baru saja diulas, membuka pikiran kita bahwa pengakuan PBB mengenai bahasa Arab sebagai bahasa resmi tidak cukup membuat masyarakat di sana berbangga hati. Peranan pemerintah sembari menyadarkan bahwa bahasa Arab berperan penting untuk menyampaikan gagasan-gagasan penting di muka dunia kepada anak-anak muda menjadi ‘pekerjaan rumah’ tersendiri. Begitu banyak hal yang terjadi di Timur Tengah di mana dunia harus tahu dan di situlah orang-orang bisa menyampaikan aspirasi mereka ke meja PBB tanpa perlu menerjemahkan ke bahasa lain.

Penerapan Hari Bahasa Arab Sedunia oleh UNESCO, organisasi naungan PBB, sebenarnya menyadarkan berbagai pihak di dunia bahwa banyak kosa kata dari bahasa Arab ternyata telah melebur ke bahasa asing lain seperti bahasa Inggris. Coba simak contoh berikut:

Contoh tersebut masih sebagian kecil kosa kata bahasa Inggris yang diambil dari bahasa Arab. Meluasnya bahasa Arab yang telah diterima oleh masyarakat di berbagai belahan dunia semakin membuktikan bahwa memang bahasa Arab merupakan bahasa internasional berkelas.
Salam Excellent! ^^[:]

Bahasa Jepang: Memahami Lebih Jauh Tingkatan Bahasa Hormat

Bahasa Jepang: Memahami Lebih Jauh Tingkatan Bahasa Hormat

Kali ini seputar Bahasa Jepang!

 

Ohayou Gozaimasu, Mitra Excellent! 🙂

 

Negara Jepang adalah negara yang begitu menjunjung tinggi kebudayaan negeri dan melestarikannya dengan beragam cara seperti mengadakan festival setiap bulan, mengekspor tayangan keindahan budaya ke berbagai belahan dunia, mengenalkan bahasa mereka, dan sebagainya. Orang Jepang juga dikenal sebagai individu yang begitu santun dan menghormati lawan bicara, sehingga tak heran banyak orang asing tertarik untuk semakin mendalami bahasa serta budaya Jepang.

 

Salah satu pelajaran bahasa Jepang yang wajib dikuasai oleh pembelajar asing adalah tingkatan bahasa hormat yang dipakai untuk berbicara dengan lawan bicara. Di sini ada 3 macam tingkatan bahasa hormat yang dipelajari yaitu teineigo (丁寧語), sonkeigo (尊敬語), dan kenjougo (謙譲語).

 

Mengingat pada Bahasa Indonesia kita hanya mengenal bahasa baku dan tidak baku, maka Anda pasti penasaran, apa saja yang menjadi pembeda ke-3 tingkatan bahasa hormat tersebut, bukan? Mari kita simak bersama informasi mengenai tingkatan bahasa hormat dalam bahasa Jepang berikut:

 

  1. Tingkatan teineigo

Tingkatan teineigo bisa dibilang merupakan tingkatan pertama yang dipelajari oleh pembelajar bahasa Jepang. Tingkatan ini merupakan bentuk sopan paling dasar yang ada di dalam bahasa Jepang. Setiap kalimat yang dirangkai berakhir dengan verba bantu–masu atau kopula-desu. Berikut adalah contoh penggunaan teineigo:

Bahasa Jepang Romaji Bahasa Indonesia
このすしはおいしいです。 Kono sushi wa oishii desu. Sushi ini enak.
あの刺身はおいしくないです。 Ano sashimi wa oishikunai desu. Sashimi itu tidak enak.
人形を作ります。 Ningyou wo tsukurimasu. Saya membuat boneka.
本を読みました。 Hon wo yomimasu. Saya telah membaca buku.

Kalimat-kalimat di atas adalah contoh penggunaan verba, kata benda, atau kata sifat dalam tingkatan teineigo. Seperti pada contoh verba tsukurimasu (buat) merupakan hasil perubahan dari verba tsukuru, sementara yomimashita (baca dalam bentuk lampau) merupakan hasil perubahan dari yomu. Tsukuru dan yomu adalah contoh bentuk futsuu (bentuk biasa) yang perlu diubah ke dalam tingkatan teineigo dengan cara menambahkan verba –masu.

 

Sedangkan di sisi lain, jika kalimat yang memiliki kata sifat atau kata benda pada akhirannya, seperti oishii, maka untuk menjadi teineigo kita perlu menambahkan kopula desu di belakangnya.

 

  1. Tingkatan sonkeigo

Sonkeigo merupakan bagian dari keigo (bahasa hormat) sekaligus menjadi penanda bahwa status kita sebagai penutur lebih rendah dibandingkan subjek yang menjadi topik pembicaraan. Orang Jepang menggunakan tingkatan ini sebagai bentuk bahasa meninggikan orang lain dan biasanya dapat ditemukan lebih mudah jika Anda berada di lingkungan kantor, lingkungan sekolah, dan lingkungan formal lainnya.

 

Ciri khusus tingkatan ini dapat Mitra Excellent perhatikan pada imbuhan verba saat seseorang berbicara seperti imbuhan –rareru, –o….ni naru, nomina berimbuhan prefiks o / go, atau verba khusus yang hanya ada dalam songkeigo.

Bahasa Jepang Romaji Bahasa Indonesia
校長先生はもう帰られました。 Kouchou-sensei wa mou kaeraremashita. Kepala sekolah sudah pulang.
部長はいらっしゃいますか。 Buchou wa irasshaimasuka? Apakah Bu Direktur ada?
課長は新しい車を買いになりました。 Kachou wa atarashii kuruma wo kai ni narimashita. Pak Manajer telah membeli mobil baru.
先生のおっしゃることを注意して聞かなければなりません。 Sensei no ossharu koto wo chuuishite nakarerebanarimasen. Kamu harus memperhatikan apa yang dikatakan gurumu.

Nah, jika Anda melihat contoh-contoh kalimat tersebut, pasti timbul pertanyaan bagaimana bentuk verba khusus sonkeigo? Berikut contohnya:

  • する suru menjadi なさる nasaru = melakukan
  • いる iru menjadi いらっしゃる irassharu = ada
  • 行くiku / 来る kuru menjadi いらっしゃる irassharu = pergi / datang
  • 見る miru menjadi ご覧になる goran ni naru = melihat
  • 言う iu menjadi おっしゃる ossharu = berkata
  • くれる kureru menjadi 下さる kudasaru
  • 食べる taberu menjadi 召し上がる meshiagaru = makan

 

  1. Tingkatan kenjougo

Bahasa hormat tingakatan selanjutnya adalah kenjougo. Tingkatan ini lebih digunakan untuk merendahkan diri sendiri di hadapan mitra bicara atau terhadap subjek (orang) yang sedang dibicarakan. Berikut contoh kalimatnya:

Bahasa Jepang Romaji Bahasa Indonesia
私は工場の中をご案内します。 Watakushi wa koujou no naka wo goannai shimasu. Saya yang akan memandu di dalam pabrik.
私はインドネシアから参りました。 Watakushi wa Indonesia kara mairimashita Saya datang dari Indonesia.
明日部長のお宅へ伺います。 Ashita buchou no otaku e ukagaimasu. Besok saya akan pergi ke rumah Pak Direktur.
私は今スラバヤにおります。 Watakushi wa Surabaya ni orimasu. Saya sedang berada di Surabaya.

Sama dengan halnya sonkeigo, tingkatan kenjougo juga memiliki verba khusus seperti berikut:

  • いる iru menjadi 折る oru = ada
  • やる yaru menjadi あげる ageru = memberi
  • 見る miru menjadi 拝見する haiken suru = melihat
  • 言う iu menjadi 申す mousu = mengatakan
  • 聞くkiku menjadi 伺うukagau = bertanya
  • 来る kuru menjadi 参る mairu = datang
  • もらう morau menjadi 頂くitadaku = menerima
  • 会う au menjadi お目にかかるome ni kakaru = melihat

 

Mitra Excellent, jika Anda perhatikan mungkin tingkatan bahasa hormat dalam bahasa Jepang sedikit membingungkan. Agar sedikit lebih mudah, Anda bisa mengingat bahwa sonkeigo digunakan ketika kita sedang membicarakan seseorang yang kedudukannya lebih tinggi dengan tujuan meghormatinya.

Sementara kenjougo digunakan untuk merendahkan diri sendiri ketika sedang berbicara dengan mitra bicara yang kedudukannya lebih tinggi.

 

Sedangkan jika kita berbicara dengan orang yang baru dikenal atau untuk menunjukkan kesopanan, gunakan tingkatan bahasa hormat teineigo. Jika Mitra Excellent masih berstatus pebelajar bahasa Jepang, biasanya mereka akan memaklumi penggunaan teineigo di kala sonkeigo atau kenjougo yang seharusnya digunakan.

 

Mengapa orang Jepang lebih mementingkan bahasa hormat untuk lawan bicara? Hal ini pasti dikarenakan adanya kaitan erat antara budaya Jepang dengan bahasanya sendiri yaitu menjaga perasaan mitra bicara. Tentu siapa pun akan senang jika mitra bicara kita berbicara dengan bahasa sopan ketimbang bahasa kasar yang sering menimbulkan kesalahpahaman.

 

Perasaan yang dijaga inilah tentu akan selalu menimbulkan kesan baik setiap kita bertemu dan menimbulkan perasaan senang karena keramahtamahan yang diberikan.

 

Jadi, jika Anda ingin berkomunikasi dengan orang Jepang, pastikan menggunakan bahasa yang sopan semisal teineigo.

 

Apabila Anda ragu dengan tulisan berbahasa Jepang yang Anda buat sendiri, jangan ragu untuk segera menghubungi kami, Excellent Translation. ^^

 

Salam Excellent!

 

EYD Berubah Menjadi EBI sebagai Pedoman Umum

EYD Berubah Menjadi EBI sebagai Pedoman Umum

EYD berubah menjadi EBI sebagai Pedoman Umum (PU)?

Mitra Excellent, masih ingatkah Anda dengan EYD?

 

Jika berbicara mengenai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), ingatan kita akan terseret kembali ke masa-masa sekolah, tepatnya pada saat menerima pelajaran Bahasa Indonesia, bukan?

 

Ilmu tentang EYD pada masa sekolah berguna untuk menghindarkan kita dari kesalahan-kesalahan penulisan dalam kaidah bahasa Indonesia. Malu rasanya jika nantinya kita malah ditegur oleh pembelajar asing akibat kesalahan penulisan padahal itu bahasa kita sendiri.

 

Akan tetapi, EYD berubah menjadi EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) sebagai pedoman umum sejak akhir 2015 silam. Perubahan yang dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia ini, berlandaskan Peraturan Menteri dan Kebudayaan RI Nomor 50 Tahun 2015.

 

Lantas, apa yang sekiranya melatarbelakangi EYD berubah menjadi EBI?

 

Zaman terus berubah, teknologi terus berkembang, dan bahasa pun terus menyesuaikan perubahan. Kita tidak akan mungkin terpaku dengan aturan lama karena bahasa terus berkembang sehingga aturan mengenai kebahasaan juga ikut menyesuaikan seperti halnya perubahan dari EYD menjadi Pedoman Umum (PU) EBI.

 

Masyarakat yang kritis pun terus mendesak Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk segera merevisi pedoman EYD sehingga muncul-lah PU EBI sebagai bentuk jawaban atas kritikan yang diterima.

 

Meski sudah dirilis sekitar akhir 2015, masyarakat masih belum terlalu familier terhadap PU EBI sehingga Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dadang Sunendar, meminta berbagai media massa untuk membantu menginformasikan mengenai PU EBI ini. Dengan begitu, sosialisasi mengenai PU EBI bisa sampai lebih mudah ke masyarakat dan tenaga pengajar seperti guru dan dosen.

 

Lantas, perubahan manakah yang paling terlihat saat EYD berubah menjadi EBI?

 

PU EBI merupakan penyempurna EYD sehingga sangat wajar jika Anda menemukan perubahan maupun penambahan hal-hal pokok yang tidak ditemukan pada pedoman sebelumnya.

 

EYD sendiri dulunya juga merupakan penyempurna atas revisi pedoman-pedoman pendahulunya. Nah, sekarang PU EBI semakin melengkapi apa yang kurang dari pedoman EYD sehingga menjadi lebih sempurna.

 

Jika Mitra Excellent belum tahu perbedaan yang mencolok antara pedoman EYD dan PU EBI, silakan simak informasi berikut:

 

  1. Penambahan huruf vokal diftong

Huruf diftong adalah bunyi vokal rangkap yang tergolong dalam satu suku kata. Huruf ini biasanya dilambangkan melalui dua huruf vokal yaitu seperti pada pedoman EYD hanya ada 3 (ai, au, oi), sementara di PU EBI terdapat 1 tambahan diftong (ei) sehingga total menjadi 4 diftong.

 

Huruf Diftong Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir
ai aileron balairung pandai
au autodidak taufik harimau
ei eigendom geiser survei
Oi boikot amboi

 

  1. Penggunaan huruf kapital

Pada pedoman EYD aturan mengenai penggunaan penulisan nama orang selalu diawali dengan huruf kapital, tetapi tidak dengan nama julukan yang tetap menggunakan huru kecil. Sedangkan dalam aturan pedoman yang baru, PU EBI, nama julukan juga harus diawali dengan huruf kapital.

Contoh:

  1. Mengapa kau begitu ketakutan seperti melihat Dewa Kematian?
  2. Kepiawaiannya dalam membuat pedang membuat ia dijuluki Dewa Pedang oleh orang-orang di kampung itu.

Tidak hanya itu, untuk penulisan huruf pertama kata yang memiliki makna ‘anak dari’, maka huruf kapital tidak dipergunakan, seperti binti, bin, boru, dan van. Contoh:

  1. Wisnu Indra bin Abdullah
  2. Cut Meriska binti Kumoro
  3. Ruth boru Simajuntak
  4. Charles Andrian van Ophuijsen
  5. Penggunaan huruf tebal sebagai penegasan

Dalam pedoman EYD, huruf miring digunakan sebagai bentuk penegasan kata maupun kalimat. Sedangkan dalam PU EBI penggunaan huruf tebal digunakan sebagai bentuk penegasan bagian tulisan yang telah ditulis menggunakan huruf miring.

  1. Kata et dalam ungkapan ora et labora berarti ‘dan’.
  2. Huruf dh, seperti pada kata Ramadhan, tidak terdapat dalam Ejaan Bahasa Indonesia.
  3. Penulisan partikel “pun”

Dalam pedoman EYD, pemakaian partikel “pun”, harus ditulis secara terpisah kecuali telah menjadi kesatuan dengan kata yang sudah lazim dipakai. Sedangkan dalam PU EBI, pemakaian partikel “pun” tetap ditulis secara terpisah, namun jika mengikuti unsur kata penghubung maka ditulis serangkai. Contoh:

  1. Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan umum masih tersedia.
  2. Apa pun permasalahan yang muncul, dia tetap dapat mengatasinya dengan kepala dingin serta bijaksana.
  3. Meskipun sibuk, kamu harus tetap menghubungi kedua orang tuamu.
  4. Adapun sumber kebakaran itu masih belum diketahui oleh masyarakat.

Itulah beberapa contoh perbedaan EYD dan PU EBI yang diharapkan dapat diketahui Mitra Excellent sehingga tidak timbul kesalahan lagi saat menulis bahasa kita, Bahasa Indonesia.

 

Pastikan juga saat akan memilih penerjemah profesional, mereka selalu update dengan perkembangan bahasa sehingga terjemahan yang dikerjakan akan berkualitas baik dan sesuai dengan aturan penulisan ejaan terbaru.

 

Anda bisa percayakan pengerjaan terjemahan kepada kami, Excellent Translation, karena tim kami akan menyajikan layanan sesuai kebutuhan Anda.

 

Mari bermitra!

 

Salam Excellent!

Mengenal Lebih Jauh Jasa Penerjemah Tersumpah, Regular, dan Native

Mengenal Lebih Jauh Jasa Penerjemah Tersumpah, Regular, dan Native

Jasa penerjemah tersumpah, jasa penerjemah regular, dan jasa penerjemah native (penutur asli) merupakan jenis-jenis jasa penerjemahan yang disajikan oleh Excellent Translation. Masing-masing memiliki spesifikasi untuk kebutuhan tertentu, dan tak lupa keunggulan tertentu antara satu dibanding yang lainnya. Tidak tanggung-tanggung, Excellent Translation mampu membantu penerjemahan untuk 21 bahasa yang diperlukan.

 

Para penggelut bisnis (marketer, entrepreneur, tenaga riset pasar), pencari beasiswa ke luar negeri, penulis, traveller, maupun para pencari kerja (jobseeker) di tingkat internasional, kesemuanya memerlukan asistensi profesional dalam hal alihbahasa (translation) yang dapat menjamin dokumen-dokumen mereka menjadi legal, dipahami dengan baik & diakui oleh masyarakat internasional atau negara yang dituju.

 

Para penggelut bisnis kerap berhubungan dengan orang asing seperti urusan ekspor-impor yang tertuang dalam berkas dokumen atau negosiasi langsung. Demikian pula pembuatan SOP, akta perusahaan, SIUP, TDP, perjanjian/MoU, peraturan perusahaan, dan laporan keuangan tahunan. Dalam keperluan sedemikian, jasa penerjemah tersumpah sering menjadi kebutuhan. Beberapa dokumen corporate juga cukup dengan layanan regular standar (non-sworn) mengingat hanya digunakan internal perusahaan dan sifatnya umum, semisal pedoman umum karyawan, atau publik lokal, semisal manual pengguna.

 

Sementara itu, bagi para pencari beasiswa ke luar negeri, jasa penerjemah tersumpah juga cenderung lebih diminati karena banyaknya dokumen personal yang bersifat rahasia (confidential), yang perlu diterjemahkan secara legal untuk melengkapi persyaratan pendaftaran. Jasa penerjemah native/penutur bahasa asli, juga menjadi opsi layanan yang dapat dipilih apabila aspek naturalitas hasil terjemahan sangat diutamakan. Jasa tersebut cocok bagi para penulis yang ingin mem-publish karyanya di tingkat internasional atau di negara yang dituju.

 

Bagaimana dengan yang lainnya?

 

Nah, sebelum Anda meminta bantuan menerjemahkan pada profesional, ada baiknya Anda kenali lebih jauh perbedaan antara jasa sworn translator, regular, dan penerjemah native.

 

  • Jasa Penerjemah Tersumpah (Sworn Translator)


SAMPEL : Dokumen hasil jasa penerjemah tersumpah Indonesia - Arab

SAMPEL : Dokumen hasil jasa penerjemah tersumpah Indonesia – Arab


SAMPEL : Dokumen hasil jasa penerjemah tersumpah Indonesia - German

SAMPEL : Dokumen hasil jasa penerjemah tersumpah Indonesia – German


Penerjemah tersumpah (sworn translator) adalah penerjemah yang telah lulus Ujian Kualifikasi Penerjemah (UKP) dengan sertifikat A (rentang nilai 80 – 100). Ujian ini biasa diselenggarakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan menggandeng kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

 

Saat seorang penerjemah telah lulus UKP, maka Gubernur DKI Jakarta akan melantik sekaligus mengambil sumpahnya, kemudian memberikan sertifikat penanda bahwa ia telah resmi menjadi penerjemah tersumpah (sworn translator) melalui SK Gubernur.

 

Penting untuk Anda ketahui, UKP ini sudah tidak lagi dilaksanakan semenjak tahun 2010 silam. Praktis, jasa penerjemah tersumpah menjadi layanan yang semakin dicari disebabkan kelangkaan tenaganya. Sebagai contoh, penerjemah tersumpah bahasa Prancis di Indonesia saat ini hanya ada 3 orang saja.

 

Jasa penerjemah tersumpah bagi kalangan personal biasanya dibutuhkan untuk pengerjaan dokumen-dokumen legal terkait keimigrasian untuk ke luar negeri, antara lain akta lahir, kartu keluarga, ijazah, surat nikah, dan lain sebagainya.

 

Bagi kalangan perusahaan (corporate), jasa penerjemah tersumpah dibutuhkan untuk menerjemahkan corporate documents seperti kontrak kerja, perjanjian jual beli, proposal bisnis, MoU, SOP, laporan keuangan tahunan, dan lain sebagainya.

 

Kesemua jenis dokumen di atas memerlukan jasa penerjemah tersumpah yang dapat menjamin legalitas saat digunakan serta kerahasiaan informasi di tingkat yang paling tinggi. Di sinilah letak keunggulan jasa penerjemah tersumpah dibanding layanan jasa penerjemah lainnya.

 

Di sisi lain, disebabkan tenaga yang terbatas sedangkan permintaan tinggi, jasa penerjemah tersumpah boleh dibilang memakan waktu yang paling lama. Di samping itu, tenaga penerjemah tersumpah bekerja dengan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi sehingga sering meminta konfirmasi atas konten/isi dokumen sumber beberapa kali pada bagian yang dirasa janggal selama pengerjaan.

 

Mitra Excellent, Anda penasaran bagaimana sumpah para penerjemah tersumpah? Berikut isi sumpah dari potongan SK yang dimiliki oleh tim kami:


SAMPEL : Potongan SK sumpah penerjemah.

SAMPEL : Potongan SK sumpah penerjemah.


Mitra Excellent, mereka yang bergelar penerjemah tersumpah, pada umumnya akan mendatangi kedutaan-kedutaan besar negara-negara terkait untuk mendaftarkan tanda tangan beserta stempel miliknya agar memudahkan proses validasi dokumen terjemahan di pihak kedutaan.

 

  • Jasa Penerjemah Regular (Non-Sworn Translator)

Ada penerjemah tersumpah, maka ada pula jasa penerjemah regular (non-sworn) yang tak kalah tenar di kalangan pencari jasa penerjemahan. Selain tarif yang tentu lebih terjangkau dibandingkan jasa penerjemah tersumpah, jasa penerjemah regular juga sanggup menerima pengerjaan bermacam-macam dokumen yang bersifat umum (non-confidential) dari berbagai kalangan masyarakat dan profesi secara profesional standar, dan dengan waktu yang relatif lebih cepat.

 

Seorang penerjemah regular tentu juga memiliki kemampuan penerjemahan yang baik apabila telah memiliki cukup jam terbang, karena telah berhadapan dengan berbagai tipe dokumen. Permintaan penerjemahan dari berbagai sektor profesi maupun materi terjemahan yang beragam, membuat seorang penerjemah regular senantiasa update dengan kosakata baru setiap harinya dan terlatih menggunakannya pada konteks yang tepat.

 

Jasa penerjemah regular yang pada umumnya menjadi permintaan favorit antara lain untuk penerjemahan buku teks dan e-book, konten website, abstrak jurnal, artikel media massa, surat menyurat dan surat elektronik (e-mail), naskah pidato, dan masih banyak lagi berkas lainnya.

 

Ketika Anda memilih jasa penerjemah regular, berikut hal-hal yang sepatutnya Anda perhatikan :

  1. Memiliki kecepatan sekaligus ketepatan

Pastikan bahwa jasa penerjemahan yang Anda pilih memang berkualitas dan memiliki tim yang solid sehingga dapat menerjemahkan dokumen atau berkas yang dimiliki dalam waktu relatif singkat. Seringkali tim penerjemah regular yang solid menyediakan layanan express dengan kecepatan khusus, demikian pula Excellent Translation.

 

Mengapa hal tersebut penting? Sekarang coba Anda pikirkan, bagaimana jika dokumen penting Anda diterjemahkan dalam waktu 1 bulan padahal Anda memiliki tenggat kurang dari seminggu? Jadi, pastikan Anda memilih jasa penerjemah yang memiliki kecepatan sekaligus ketepatan.

 

  1. Menjamin kerahasiaan dokumen

Meski dokumen tersebut adalah dokumen biasa, Anda tetap harus memilih jasa penerjemah yang mampu menjaga kerahasiaan isi dokumen. Hal ini penting karena Anda tentu tidak mau dokumen yang dimiliki jatuh ke tangan orang tidak bertanggung jawab, bukan? Jaminan ini setidaknya bisa Anda lihat dari social proof klien-klien sebelumnya mengenai suatu jasa penerjemah. Ini bisa nampak melalui testimoni-testimoni, serta interaksi positif yang dibangun dengan klien melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia.

 

  1. Memberikan layanan revisi

Penyedia jasa penerjemah profesional memang minim membuat kesalahan dalam proses menerjemahkan, tetapi bisa saja konsumen merasa kurang pas dengan style mereka pada penerjemahan istilah-istilah tertentu. Nah, oleh sebab itu Anda dapat memilih jasa penerjemah yang menawarkan layanan revisi secara cuma-cuma sehingga hasil terjemahan akan betul-betul sesuai dengan gaya yang Anda kehendaki.

 

  • Jasa Penerjemah Native

Mitra Excellent, pernahkah Anda mendengar penerjemah native? Jika Anda membayangkan orang asing sedang menerjemahkan dokumen Anda, berarti bayangan Anda sudah mendekati benar. Ya, penerjemah native merupakan seorang penutur asli dari negara tertentu yang bekerja menerjemahkan dokumen bahasa asing lain ke bahasa mereka.

 

Sebagai contoh ada orang China yang memiliki kemampuan yang baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia sehingga berprofesi sebagai translator profesional, maka setiap kali ada order layanan jasa penerjemah native untuk penerjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Mandarin, atau Bahasa Indonesia ke Bahasa Mandarin, dialah yang mengerjakan proyek tersebut.

 

Hasil yang diterjemahkan pun cenderung lebih alami karena mereka tentu lebih mengetahui kosakata bahasa mereka. Namun, perlu Anda ingat bahwa tidak semua penyedia jasa penerjemah menyediakan jasa penerjemah native. Jumlahnya hanya beberapa saja di Indonesia, dan bersyukur Excellent Translation bisa turut melayani jasa penerjemah native apabila Anda membutuhkannya.

 

Berkaitan dengan native translator, Excellent Translation juga menyediakan juru bahasa (interpreter) yang siap membantu Anda jika bertemu dengan native speaker dari negara lain. Jadi, jika Anda kedatangan seorang tamu seorang native dari negara lain dan membutuhkan seorang juru bahasa, tak perlu ragu untuk menghubungi Excellent Translation dan kami akan segera membantu Anda.


 

Mitra Excellent, memang ada banyak sekali penyedia jasa penerjemah tersumpah, regular, atau mungkin penerjemah native. Kami berharap Anda memperoleh yang terbaik bagi proyek-proyek serta kebutuhan Anda.

 

Kepuasan konsumen memang menjadi perhatian utama bagi setiap penyedia jasa terjemahan, tak terkecuali Excellent Translation. Oleh karenanya, kami akan terus menjaga & meningkatkan pelayanan maupun kualitas terjemahan dan layanan lainnya, sehingga kami para penyedia jasa dapat membantu Anda sebaik-baiknya.

 

Salam Excellent!

 

Kunjungi Fanpages kami :

Excellent Translation

Apa Perbedaan TOEFL, TOEIC, dan IELTS?

Apa Perbedaan TOEFL, TOEIC, dan IELTS?

Halo, Mitra Excellent! Apakah Anda berencana mencari beasiswa luar negeri untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar negeri? Di manakah negara tujuan Anda?

Inggris, Arab, Mesir, Belanda, Amerika, Singapura, Malaysia, Cina, Jepang, atau mungkin Korea Selatan?

Dimanapun negara tujuan Anda, ternyata untuk saat ini, kemampuan berbahasa Inggris tetap menjadi salah satu persyaratan utama yang ditetapkan bagi pendaftar.

Nah, apabila Anda menjawab mampu berbahasa Inggris, maka Anda diminta menunjukkan bukti yang menyatakan bahwa Anda memang benar mampu menguasai bahasa internasional tersebut.

Bukti seperti apakah yang dimaksud? Tes wawancara? Ataukah sertifikat?

Anda benar, bukti kemampuan Bahasa Inggris perlu ditunjukkan setidaknya melalui sertifikat pendukung seperti TOEFL, TOEIC, IELTS, dan biasanya dilanjutkan dengan interview.

Tidak sembarang sertifikat, melainkan harus berasal dari lembaga penyelenggara resmi tes kemampuan Bahasa Inggris.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah mencobanya? TOEFL, TOEIC, ataukah IELTS?

Meski telah disebutkan beberapa jenis tes uji kemampuan Bahasa Inggris yang digunakan di dunia, seringkali perbedaan antar masing-masing jenis tes/exam belum tersosialisasikan dengan baik.

Melalui artikel ringkas ini, kami akan membantu Anda memahami masing-masing dari jenis-jenis tes tersebut. 🙂

Besar harapan, setelah memahami masing-masing jenisnya, Anda dapat menempuh tes uji yang sesuai dengan rencana Anda.

TOEFL

TOEFL merupakan kependekan dari Test of English as a Foreign Language. Jenis tes ini bisa dibilang yang paling mendunia saat ini.

Bayangkan saja, hampir semua yang pernah mengenyam pendidikan hingga tingkat menengah akhir telah mengetahui tentang tes kemampuan Bahasa Inggris berlogat Amerika yang satu ini.

TOEFL test juga dijadikan standar saat melamar pekerjaan, masuk/melanjutkan kuliah di dalam negeri, atau pun mendaftar di universitas luar negeri.

TOEFL sendiri merupakan tes yang pertama kali diperkenalkan ke masyarakat luas pada tahun 1963 oleh ETS (Educational Testing Service) sebagai lembaga penyelenggara resmi ujian kemampuan bahasa Inggris.

Di Indonesia, ETS menunjuk ITC (International Test Center) sebagai lembaga resmi pengadaan TOEFL.

Oleh sebab itu, jika Anda memiliki sertifikat TOEFL, pastikan sudah terverifikasi oleh ETS.

Tes TOEFL dibagi menjadi 3 macam. Berikut pembagiannya:

1. PBT (Paper Base)

Tes Paper Base TOEFL merupakan jenis uji kemampuan Bahasa Inggris yang masih menggunakan media kertas dan bolpoin atau pensil pada tahap pengerjaannya.

Hanya saja, tes jenis ini sudah jarang ditemukan lagi. Jika pun masih digunakan, pasti hanya dalam kondisi tertentu saja seperti sebagai latihan atau lokasi penyelenggaraan tes masih minim jaringan internet dan juga komputer.

2. CBT (Computer Base)

Tes Computer Base TOEFL merupakan jenis uji kemampuan Bahasa Inggris yang disebut sebagai metode tes TOEFL generasi kedua.

Mengapa demikian?

Karena tes ini sudah tidak lagi menggunakan media kertas dan pensil saat mengerjakan soal, melainkan langsung pada komputer.

Peserta hanya perlu mengakses soal dari perangkat lunak (software) yang sudah terpasang di komputer saat tes dilangsungkan.

Sayang, di Indonesia masih jarang pengadaan tes CBT, karena masyarakat negeri ini cenderung lebih menyukai Paper Base, padahal CBT sudah dipublikasikan mulai tahun 1998.

3. IBT (Internet Base)

Tes TOEFL IBT merupakan jenis uji kemampuan Bahasa Inggris yang dirilis oleh ETS sejak tahun 2005 dan merupakan sistem ujian terbaru.

Berbeda dengan CBT, peserta tes TOEFL IBT mengerjakan soal ujian langsung di komputer yang terhubung dengan jaringan internet.

Melalui metode ini, setiap kali peserta menjawab sebuah soal maka jawaban otomatis tersimpan di database milik ETS.

Selain lebih diakui sebagai standar dunia, tes TOEFL berbasis internet ini dibagi menjadi 4 sesi yaitu listening, reading, speaking, dan writing.

Mitra Excellent, selain dari 3 macam tes TOEFL di atas, ada juga yang disebut TOEFL ITP (Institutional Testing Program).

TOEFL ITP

Mitra Excellent, beberapa dari Anda juga pasti sering mendengar tes TOEFL ITP (Institutional Testing Program), tapi apakah Anda tahu dimana perbedaannya dengan tes lainnya?

Pada dasarnya, tes TOEFL ITP hampir mirip dengan PBT karena sama-sama menggunakan kertas.

Hanya saja jika PBT terdiri dari 4 bidang uji (listening, reading, speaking, dan writing), maka TOEFL ITP terdiri dari 3 bidang uji saja yaitu; listening comprehension, structure and written expression, dan reading comprehension (tanpa writing).

Selain itu yang membedakannya adalah, TOEFL ITP dibagi menjadi 2 level yaitu intermediate to advanced (dengan rentang skor 310 – 677) dan beginning to intermediate (dengan rentang skor 200 – 500) sementara itu PBT hanya satu (dengan rentang skor adalah 310 – 677).

Apabila Anda berencana melanjutkan studi ke luar negeri, maka sertifikat PBT lebih fleksibel untuk digunakan secara luas, dan memang lebih mahal.

TOEIC

TOEIC merupakan kependekan dari Test of English for International Communication dan tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan Bahasa Inggris yaitu level intermediate dan advance.

Jenis tes ini juga menjadi standar penguasaan Bahasa Inggris pada lingkup kerja yang ada di seluruh dunia, sehingga lebih cenderung untuk kepentingan pekerjaan.

Tes TOEIC juga diadakan oleh ETS. Skor untuk test TOEIC ini berkisar antara 10-990, sementara untuk bekerja di luar negeri biasanya disyaratkan skor minimal sebesar 450 atau lebih.

IELTS

International English Language Testing System atau disingkat IELTS merupakan salah satu uji kemampuan reading, listening, writing, dan speaking dalam Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh IDP (International Development Program) Education Australia, British Council, dan Universitas Cambridge.

Berbeda dengan TOEFL yang cenderung menggunakan komputer, tes Bahasa Inggris IELTS ini mengharuskan peserta menuliskan semua jawaban dengan tulisan tangan.

Tidak hanya itu, saat sesi berbicara (speaking section) peserta juga akan diminta bercakap-cakap dengan seorang penguji dalam durasi 12 hingga 14 menit.

Pertanyaan yang diajukan pun biasanya ada 2 macam yaitu pertanyaan mengenai diri peserta serta sebuah topik acak. Skor akhir yang dikeluarkan untuk IELTS adalah rentang 0 hingga 9.

Intitusi pendidikan atau perusahaan di luar negeri biasanya mensyaratakan skor minimal sebesar 5,5 – 7.

Apa jenis Bahasa Inggris yang digunakan saat tes IELTS?

Jenis Bahasa Inggris yang digunakan saat tes IELTS adalah Bahasa Inggris British (Britania). Jika Anda ingin mengambil tes ini maka ingatlah untuk melakukan persiapan terbaik agar tidak gagal saat ujian.

Selain itu, harga tes IELTS jauh lebih tinggi daripada tes TOEFL. ^_^a

Sertifikat dari uji kemampuan Bahasa Inggris seperti TOEFL, TOEIC, dan IELTS memang sangat diperlukan jika Anda ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri atau bekerja di perusahaan-perusahaan asing baik di luar maupun dalam negeri.

Selain sebagai syarat penerimaan, Anda pun akan lebih dipercaya jika memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Inggris, terlebih jika skor yang tertera juga tinggi.

Mitra Excellent, selain sertifikat TOEFL, TOEIC, dan IELTS, Anda juga akan diminta untuk melampirkan dokumen-dokumen pendukung seperti ijazah, transkrip, rapor, dan sertifikat lainnya dalam bentuk Bahasa Inggris.

Sekalipun Anda mahir berbahasa Inggris, biasanya diperlukan legalitas terjemahan dokumen-dokumen pendukung tersebut.

Anda bisa menerjemahkan sendiri dan meminta legalisasnya di kedutaan negara tujuan, meski tentu cukup memakan waktu dan tenaga.

Apabila berkas-berkas yang Anda miliki memerlukan standar legalitas yang tinggi saat diajukan dalam pendaftaran studi maupun pekerjaan di luar negeri, maka tersedia pihak ketiga yang dapat membantu Anda memastikan dokumen Anda legal dan diakui terjemahannya, yaitu dengan jasa penerjemah tersumpah.

Excellent Translation telah berpengalaman membantu ratusan orang yang sama seperti Anda.

Mitra Excellent, mari bermitra!

Referensi :

https://www.ets.org/

http://www.ef.co.id/englishfirst/englishstudy/mengenal-jenis-tes-kemampuan-bahasa-inggris.aspx

http://www.ef.co.id/englishfirst/englishstudy/perbedaan-toefl-dan-ielts.aspx

http://www.vistaeducation.com/news/v/all/perbedaan-test-toefl-toeic-ielts-gre-dan-gmat

Buku Fiksi Terjemahan Lebih Legit?

Buku Fiksi Terjemahan Lebih Legit?

Mitra Excellent, tahukah Anda bahwa penggemar buku fiksi terjemahan meningkat dari tahun ke tahun?

“Fiction tastes better in translation”

– A.A. Gill, Sunday Times

 

Nielson Infographic | Fiction

Nielson Infographic | Fiction Books

Tentang Fiksi & Buku Fiksi Terjemahan

Mitra Excellent, genre fiksi merupakan salah satu jenis bacaan yang menjadi kegemaran para penikmat buku di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri kehadiran bacaan fiksi seolah menjadi ‘jantung’ di setiap toko buku, karena selalu diburu para penggemarnya dari beragam lapisan usia.

Tidak hanya bacaan fiksi lokal yang menjadi pilihan, fiksi terjemahan pun tak pernah luput dari sorotan para pemburu buku.

Wajar saja, karena ada begitu banyak karya besar bermunculan di berbagai negara, yang diterjemahkan ke berbagai bahasa agar penggemar yang ada di seluruh dunia dapat menikmati serta bertukar pikiran dengan para penikmat buku lainnya.

Jika bicara mengenai karya besar fiksi terjemahan yang tak luput dari sorotan publik di seluruh dunia, kita bisa melihat betapa tenarnya Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle yang begitu melegenda.

Masuk tahun 2000, Anda juga saksikan Harry Potter karya J.K. Rowling tersebar di rak-rak pembaca buku di berbagai belahan dunia.

Tak hanya itu, ada ‘The Alchemist’ karya Paulo Chloe, Le Petite Prince’ karya Antoine de Saint-Exupéry, Kappa’ karya Ryunosuke Akutagawa, dan masih banyak karya terjemahan lain yang seolah tak lekang oleh waktu.

Fiksi Terjemahan Lebih Diminati Ketimbang Fiksi Lokal

Meski tidak sepenuhnya sependapat, banyak para penggemar buku fiksi beranggapan bahwa bacaan fiksi terjemahan terasa lebih legit ketimbang bacaan lokal.

Ada banyak faktor yang menyebabkan buku fiksi terjemahan lebih menarik, salah satunya unsur budaya yang banyak terselip di sela tulisan para pengarang, serta latar tempat di luar negeri yang digambarkan dengan baik di dalam buku.

Di negara maju seperti Inggris pun, para penggemar buku bacaan fiksi terjemahan dari bahasa selain bahasa Inggris pun sangat banyak jumlahnya.

Lebih dari itu, ternyata penjualan buku bacaan fiksi terjemahan di Inggris juga lebih laris ketimbang buku bacaan asli berbahasa Inggris.

Hal ini menunjukkan, unsur perbedaan budaya serta latar tempat yang berbeda dari keseharian yang tertuang dalam cerita fiksi, sangat digemari oleh masyarakat luas.

Dalam situs The Man Booker Prize, dirilis pantauan hasil penjualan buku fiksi terjemahan yang tercatat dalam kurun waktu 15 tahun (2001 – 2015).

Dari hasil pantauan tersebut, mereka menilai adanya perubahan signifikan mengenai data penjualan buku fiksi terjemahan.

Berikut peringkat negara-negara di dunia yang buku-bukunya paling banyak diterjemahkan :

Rank 2001 2015
1 French French
2 Brazilian Portuguese Italian
3 Spanish Japanese
4 Russian Swedish
5 Mandarin German

Source : The Man Booker Prize 

Dalam tabel tersebut dapat kita lihat, bahwa pada tahun 2001 dan 2015, buku bacaan terjemahan yang berasal dari Perancis tetap menjadi pilihan favorit pertama.

Sementara pada urutan ke 2 – 5, tampak ada perubahan yang cukup menarik, yaitu masuknya 2 negara yang berasal dari Asia dalam peringkat 5 besar.

Pada tahun 2001, buku fiksi terjemahan dari Tiongkok masuk peringkat 5, sedangkan pada tahun 2015, buku fiksi terjemahan Jepang yang menyita perhatian para penggemar dan merangsek ke peringkat 3.

Tidak hanya itu, The Man Booker Prize juga melakukan survei terhadap penjualan buku fiksi terjemahan yang paling laris pada tahun 2001 dan 2015 di Inggris.

Mari perhatikan tabel berikut :

Penjualan Buku Fiksi Terjemahan Terbaik Tahun 2001

Ranking Judul Penulis Penerjemah Bahasa Asli Penjualan (Eksemplar)
1 The Alchemist Paulo Coelho Alan R. Clarke Portugis (Brasil) 114.430
2 Shanghai Baby Wei Hui Bruce Humes Tiongkok 54.104
3 Atomised Michel Houellebecq Frank Wynne Perancis 51.323
4 Daughter of Fortune Isabel Allende Margaret Sayers Peden Spanyol 33.488
5 Norwegian Wood Haruki Murakami Jay Rubin Jepang 24.149
6 Veronika Decides to Die Paulo Coelho Margaret Jull Costa Portugis (Brasil) 23.941
7 Sophie’s World Jostein Gaarder Paulette Moller Norwegia 20.746
8 Soul Mountain Gao Xingjian Mabel Lee Tiongkok 20.282
9 Perfume Patrick Süskind John E. Woods Jerman 19.167
10 The House of Spirits Isabel Allende Magda Bogin Spanyol 16.651

 

Penjualan Buku Fiksi Terjemahan Terbaik Tahun 2015

Ranking Judul Penulis Penerjemah Bahasa Asli Penjualan (Eksemplar)
1 My Brilliant Friend Elena Ferrante Aan Goldstein Italia 108.969
2 The Truth About the Harry Quebert Affair Joël Dicker Sam Taylor Perancis 87.002
3 Look Who’s Back Timur Vermes Jamie Bulloch Jerman 68.461
4 A Man Called Ove Fredrik Backman Henning Koch Swedia 66.043
5 The Guest Cat Takashi Hiraide Eric Selland Jepang 46.684
6 Suite Française Irène Némirovsky Sandra Smith Perancis 46.532
7 Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage Haruki Mirakami Philip Gabriel Jepang 40.236
8 The Story of New Name Elena Ferrante Ann Goldstein Italia 35.229
9 Those Who Leave and Those Who Stay Elena Ferrante Ann Goldstein Italia 35.229
10 The Alchemist Paulo Coelho Alan R. Clarke Portugis (Brasil) 22.978

Source : The Man Booker Prize

Mitra Excellent, apabila kita lihat secara keseluruhan, terdapat peningkatan yang signifikan pada kolom penjualan antara tahun 2001 dan 2015.

Hebatnya lagi, dalam kurun waktu 15 tahun, The Alchemist karya Paulo Coelho tetap berada di jajaran 10 besar karya terjemahan favorit di mata orang-orang Inggris.

Pemenang Penghargaan The Man Booker International

Nah, yang menjadi pertanyaan selanjutnya, apakah statistik penjualan di atas menjadi acuan dalam nominasi ajang penghargaan The Man Booker International yang diadakan di Inggris pada tahun 2015 maupun tahun 2016 ini?

Ternyata jawabannya tidak, Mitra Excellent. Nominasi pada tahun 2015, justru karya László Krasznahorkai (penulis asal Hungaria) yang menjadi pemenang, padahal tidak masuk dalam statistik 10 besar penjualan terbanyak.

Bagaimana dengan tahun 2016? Siapa sajakah yang menjadi nominasinya? Berikut adalah daftar nominasi The Man Booker International Prize tahun 2016 beserta pemenangnya:

Pemenang

“The Vegetarian” karya Han Kang (Korea Selatan) yang diterjemahkan oleh Deborah Smith.

han-kang-the-vegetarian

Han Kang and Deborah Smith

Nominasi pendek

“A General Theory of Oblivion” karya José Eduardo Agualusa (Angola), Daniel Hahn (penerjemah).

“The Story of the Lost Child” karya Elena Ferrante (Italia), Ann Goldstein (penerjemah).

“The Four Books” karya Yan Lianke (Tiongkok), Carlos Rojas (penerjemah).

“A Strangeness in My Mind” karya Orhan Pamuk (Turki), Ekin Oklap (penerjemah).

“A Whole Life” karya Robert Seethaler (Austria), Charlotte Collins (penerjemah).

Nominasi panjang

“Mend the Living” karya Maylis de Kerangal (Perancis), Jessica Moore (penerjemah).

“Man Tiger (Lelaki Harimau)” karya Eka Kurniawan (Indonesia), Labodalih Sembiring (penerjemah).

“Tram 83” karya Fiston Mwanza Mujila (Republik Demokratik Kongo), Roland Glasser (penerjemah).

“A Cup of Rage” karya Raduan Nassar (Brasil), Stefan Tobler (penerjemah).

“Ladivine” karya Marie NDiaye (Perancis), Jordan Stump (penerjemah).

“Death by Water” karya Kenzaburō Ōe (Jepang), Deborah Boliver Boehm (penerjemah).

“White Hunger” karya Aki Ollikainen (Finlandia), Emily Jeremiah & Fleur Jeremiah (penerjemah).

Nominasi Pendek & Panjang

Mitra Excellent, apakah Anda familier dengan istilah nominasi pendek dan panjang? Ya, yang dimaksud adalah 2 kali nominasi hingga pengumuman penghargaan puncak.

Pada tahun 2015, para juri sudah memilih karya-karya terjemahan terbaik dan dimasukkan dalam daftar nominasi panjang.

Setelah itu, juri memilah kembali karya-karya sastra yang dimasukkan ke dalam daftar nominasi pendek untuk diumumkan saat ajang penghargaan bergengsi The Man Booker International Prize.

“The Vegetarian” karya Han Kang yang akhirnya keluar sebagai pemenang dinilai sebagai sebuah karya terjemahan yang memiliki alur cerita yang begitu kuat, sehingga penilaian juri memang sangat beralasan.

Dari Indonesia sendiri, kita patut berbangga hati karena meski masuk dalam nominasi panjang, karya Eka Kurniawan ini berhasil menyisihkan berbagai karya terjemahan dari berbagai negara lain.

Sebelumnya, Eka Kurniawan memang telah banyak menorehkan penghargaan baik dalam maupun luar negeri. Tentu kita patut mengapresiasinya.

Nah, bagi Anda yang memiliki karya buatan luar negeri dan ingin meresapi pesan tanpa kehilangan spirit yang ingin disampaikan oleh para penulisnya, tentu Anda memerlukan tim penerjemah yang mumpuni.

Begitu pula apabila Anda memerlukan alih bahasa karya Anda agar lebih dapat berkompetisi di tingkat International, percayakanlah kepada para profesional dalam bidang bahasa.

Tentu Anda betapa senang, jika karya Anda legit di mata pembaca mancanegara, bukan? 🙂

Mari Bermitra, dan Salam Excellent!

Ref :

The Man Booker Prize; First research on the sales of translated fiction in the UK shows growth and comparative strength of international fiction

Pea Body Library; The Vegerarian wins the international Man Booker Prize!

E-Book Vs Buku Cetak

E-Book Vs Buku Cetak

Mitra Excellent, berapa banyak judul buku yang telah Anda baca tahun ini, baik E-Book maupun Buku cetak?

Apabila Anda telah membaca lebih dari 5 judul buku dalam setahun, berarti Anda semakin mendekati standar membaca di negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, yaitu 12 hingga 20 buku per tahun.

Itu berarti, jika dilakukan kalkulasi, masyarakat di negara-negara tersebut memiliki standar membaca minimal 1 judul buku per bulan.

Lantas, buku jenis apa yang sering dibaca oleh mereka? Apakah buku dalam bentuk cetak ataukah buku dalam bentuk elektronik (E-Book / Electronic Book)?

Buku elektronik merupakan sebuah inovasi buku dalam bentuk digital, sehingga memudahkan pembaca untuk membacanya melalui gadget masing-masing.

Terlihat praktis, kan?

Namun siapa sangka di negara maju seperti Amerika yang standar bacanya tinggi, ternyata buku versi cetak masih lebih populer dibanding versi elektronik / digital!

Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center dalam kurun waktu 5 tahun (2011 – 2016), menunjukkan bahwa pembaca buku cetak masih lebih banyak dibandingkan buku elektronik dan juga buku audio (audiobook).

 

Pew Research on E-book & Printed book

 

Melalui grafik di atas, terlihat lebih dari 70% warga Amerika Serikat membaca sebuah buku, baik dalam bentuk cetak, elektronik, maupun audio.

Apabila Anda amati lebih jauh, persentase pembaca buku cetak mulai tahun 2012 cenderung tinggi karena selalu meraih angka lebih dari 60% per tahunnya.

Hal tersebut berbanding cukup jauh dengan pembaca buku elektronik yang hanya mencapai angka kurang dari 30% (sekalipun relatif mengalami peningkatan), sedangkan pendengar buku audio tak lebih dari 15% setiap tahunnya.

Mitra Excellent, grafik selanjutnya menampilkan persentase rincian lebih jauh tentang jenis buku apa yang dibaca oleh warga Amerika:

 

Pew Research E-book vs Printed

 

Grafik tersebut menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, diperoleh data sebagai berikut;

Warga dewasa Amerika sebanyak 38% hanya membaca buku cetak, 28% membaca baik buku cetak maupun buku elektronik, 26% tidak membaca buku sama sekali, dan 6% warga yang membaca hanya buku elektronik.

Data ini memberikan gambaran detail, dan memperjelas grafik pertama tentang preferensi warga Amerika Serikat dalam memilih jenis buku.

Mitra Excellent, menurut Anda, apa yang membuat buku cetak untuk saat ini masih lebih menarik ketimbang buku elektronik?

Apakah karena buku cetak lebih terasa “membaca buku”?

Apakah karena buku cetak lebih nyaman saat dibaca?

Sebagaimana diulas sebuah portal berita; Huffington Post, berikut hal-hal yang membuat Buku Cetak dinilai lebih baik.

 

10 Alasan Mengapa Buku Cetak Lebih Baik Ketimbang e-Book :


1

1. Buku cetak membuat kegiatan membaca menjadi lebih menyenangkan, karena kita membuka lembar demi lembar halaman yang terasa nyaman saat disentuh.

Di lain sisi, membaca buku elektronik dapat membuat mata kita lelah, terlebih jika kita sudah memandang layar komputer sepanjang hari di tempat kerja, maka sepulang bekerja tentu kita tak ingin lagi melihat layar.

2

2. Berdasarkan hasil penelitian yang disampaikan oleh The Guardian, buku cetak dirasa sangat baik dalam menyajikan informasi.

Mereka menemukan bahwa pembaca buku elektronik lebih kesulitan mengingat sebuah babak kronologi cerita dalam sebuah novel misteri ketimbang pembaca buku cetak.

3

3. Buku dalam bentuk cetak akan lebih bertahan karena masih bisa terus dibaca hingga lebih dari 50 tahun mendatang.

Apakah Anda berpikir buku elektronik yang mengalami inovasi terus menerus dan kita tidak akan pernah tahu apakah E-book yang sekarang kita baca akan bisa dibaca lagi di 50 tahun mendatang.

4

4. Buku cetak adalah alat pengingat yang konkret bagi perjalanan intelektual Anda. Beberapa buku-buku bertema sekolah akan mengingatkan Anda tentang menjalani hari-hari saat masih remaja di bangku SMP atau SMA; Lupus misalnya.

Sebuah buku kumpulan puisi Pablo Neruda pilihan, bisa saja mengingatkan masa-masa di asrama saat tengah malam.

Masih banyak lagi kenangan yang bisa Anda rasakan saat menyentuh serta membaca buku cetak. Sedangkan E-Book? Ya, hanyalah sebuah E-Book.

5

5. Buku dalam bentuk cetak bisa menjadi rekomendasi atau hadiah terbaik untuk orang lain. Saat menemukan sebuah buku yang bagus, Anda bisa berkata pada teman,

“Buku ini sangat bagus. Bacalah!” kemudian meminjamkan padanya.

Buku cetak juga bisa menjadi sebuah kado manis untuk orang terkasih dan mereka akan mengingat Anda setiap kali melihat rak buku koleksinya.

6

6. Buku cetak selalu memiliki sampul dan saat membacanya di sebuah keramaian seperti dalam bus, kereta, dan cafe, Anda bisa menginspirasi orang lain agar menambah koleksi bacaan.

Dan tahukah Anda, sebuah bus yang berisi orang-orang dengan bacaan di tangan mereka ternyata dapat mencerminkan kualitas dari penduduk sebuah kota.

Coba bayangkan jika seluruh orang di dalam bus membaca sebuah buku elektronik, maka mereka hanya terlihat seperti bermain gadget ketimbang membaca, bukan?

7

7. Saat menemukan hal-hal penting atau sebuah pengetahuan baru, pembaca buku cetak akan langsung menandai kata atau kalimat yang mereka baca dengan bolpen, pensil, atau bahkan stabilo.

Tak jarang juga mereka akan memberikan beberapa selipan catatan tambahan sebagai pengingat jika nanti lupa mengenai tanda tersebut.

Sebuah buku elektronik memang memungkinkan pembaca juga melakukan hal serupa, tetapi apakah hasilnya sebaik di buku cetak?

8

8. Buku cetak juga memberikan penghasilan yang lebih baik untuk para penulis ketimbang dari E-book.

Serikat Kerja Penulis di beberapa bagian dunia telah menabuhkan genderang pengingat kepada para penerbit karena mereka menerima royalti yang kecil dari buku elektronik.

9

9. Buku cetak lebih berdampak baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Sebuah penelitian dari Harvard Medical School menemukan bukti bahwa cahaya dari buku elektronik yang dibaca sebelum tidur akan berpengaruh buruk terhadap kualitas tidur, kewaspadaan saat pagi hari, dan mengganggu kesehatan tubuh Anda.

10

10. Terakhir, buku cetak merupakan barang “antimaling”. Artinya, tak mengundang minat para pencuri. Coba bandingkan saat Anda meninggalkan meninggalkan smartphone berisi E-Book di dalam mobil Anda. 🙂


 

Mitra Excellent, dari hasil penelitian di atas, tentu Anda bisa menentukan jenis buku apakah yang lebih direkomendasikan, bukan?

Sebuah buku elektronik memang juga memiliki beberapa sisi positif dari segi kepraktisan, namun preferensi berdasarkan hasil penelitian, buku dalam bentuk cetak masih lebih disarankan karena tak terlalu berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. ^_^

Hingga saat ini pun, komunitas pencinta buku masih terus ada di berbagai belahan dunia dan mereka lebih nyaman bertukar pikiran serta berdiskusi dengan buku-buku cetak di tangan mereka.

Pembahasan mengenai jenis buku cetak dan buku elektronik memang menarik, tetapi jika ditilik kembali mengenai genre bacaan cetak seperti apakah sih, yang hampir disukai oleh hampir semua orang di dunia? Ya, genre Fiksi.

Pada artikel selanjutnya, kami berencana mengulas mengenai bacaan fiksi lebih lanjut. Sementara ini, Anda bisa bookmark laman kami untuk memudahkan update artikel selanjutnya. 🙂

Hal lain sebagai solusi jika Anda memerlukan penerjemahan buku baik elektronik maupun cetak berbahasa asing menjadi buku cetak berbahasa Indonesia, ataupun sebaliknya (vice versa), tentu bantuan profesional untuk proyek Anda adalah pilihan yang tepat.

Anda perlu menjamin kulitas penyajian dokumen atau buku yang diterjemahkan sehingga pesan yang ingin Anda sampaikan dapat dipahami sebaik mungkin olek masyarakat dunia.

Oleh sebab itulah, Excellent Translation hadir untuk Anda.

Mari bermitra, dan Salam Excellent!

Ref :

Pew Research Center; Book Reading 2016

Huffington Post; Drop That Kindle! 10 Reasons Print Books Are Better Than E-Books

Harvard Medical School; E-Readers Foil Good Night’s Sleep

The Authors Guild (Serikat Kerja Penulis); Half of Net Proceeds Is the Fair Royalty Rate for E-Books