Koreksi Model Bahasa Augustinian (2)

Perbandingan

Halo Mitra Excellent!

Berikut lanjutan kesebelas dari topik Filosofi Bahasa dan Penarikan Informasi. Pembahasan kali ini melanjutkan bahasan tentang koreksi atau kritisi atas Model Bahasa yang diperkenalkan oleh St. Augustine, salah seorang filosof abad pertengahan. Anda dapat mengikuti pengantar tulisan dalam topik ini di sini, bagian keduanya di sini, bagian ketiganya di sini, bagian keempatnya di sini, bagian kelimanya di sini, bagian keenamnya di sini, bagian ketujuhnya di sini, bagian kedelapannya di sini, bagian kesembilannya di sini, dan bagian kesepuluhnya di sini.

Selamat membaca!

Perbandingan

Setelah mempertimbangkan persoalan-persoalan tersebut dengan model bahasa Augustinian, kita mungkin mencoba untuk memberikan beberapa hal yang menenangkan dari fakta bahwa bahasa nampaknya bekerja sesuai dengan model Augustine, setidaknya dalam kasus di mana objek aktual mengacu.

Namun bahkan di sini hubungan antara bahasa dan “objek” tidaklah sederhana. “Kata-kata” dan “objek” menimbulkan banyak topik “rujukan” yang diperdebatkan.

Frege adalah satu dari filosof pertama yang mendiskusikan sebagian kompleksitas dalam acuan, namun isu ini merentang hingga 3 abad sebelum Masehi dan sebagaimana ungkapan Eubuides “paradox pria bertopeng” (terkadang disebut “paradox dari penjahat”). Misalkan Anda melihat pria bertopeng. Pada kenyataannya, pria bertopeng itu adalah saudara laik-laki Anda. Namun Anda tidak bisa mengatakan bahwa Anda melihat saudara laki-laki Anda.

Frege (1952) menggaris bawahi satu dari isu penting mengenai acuan dengan contoh yang diberikannya yaitu “Morning Star” dan “Evening Star.”

Baik Morning Star dan Evening Star mengacu pada benda angkasa yang sama, yaitu planet Venus.

Terlebih desrkipsi Morning Star dan Evening Star tidak memiliki makna yang tepat sama untuk alasan sederhana yang tidak dapat kita gunakan dengan saling bertukar dalam wacana sehari-hari.

Demikianlah, dalam penggunaan biasa kita tidak bisa mengatakan, di pagi hari, bahwa kita melihat “Evening Star” dan, di sore hari, bahwa kita melihat “Morning Star,” meskipun secara teknis, kedua pernyataan tersebut keliru.

Dalam contoh yang diberikan Frege, kita setidaknya dapat mengatakan apa yang sesungguhnya dimaksudkan oleh pembicara ketika mengacu pada “Morning Star” di sore hari, atau “Evening Star” di pagi hari.

Namun Bertrand Russel (1905, p. 485) memberi sebuah contoh dari persoalan referensi di mana tidak semuanya jelas tentang apa yang dimaksud oleh pembicara.

Perhatikan dua pernyataan berikut ini:

George the IV wished to know if Scott was the author of Waverley.”

[George IV berharap untuk mengetahui apakah Scott pengarang dari Waverley.]

“Scott is the author of Waverley.”

[Scott adalah pengarang dari Waverley.]

Sekarang jika “Scott” dan “pengarang Waverley” mengacu pada orang yang sama, dan maksud dari suatu kata dijelaskan dengan tuntas oleh acuannya, sebagaimana dikalim oleh Augustine, maka kita seharusnya dapat menggunakan “Scott” dan “pengarang Waverley” secara bertukar.

Apabila kita menggantikan “Scott” dengan “pengarang Waverley” dalam kalimat pertama Russel, maka kita mendapatkan:

“George IV berharap untuk mengetahui apakah Scott adalah Scott.”

Di sini, berseberangan dengan contoh yang diberikan Frege, substitusi/pengganti “Scott” untuk “pengarang Waverley” meninggalkan sebuah kalimat yang dipercayai oleh Russel merupakan kesalahan yang jelas, yang mana makna yang diinginkan akan mustahil untuk dilihat.

Russell (1905) telah mengembangkan Teori Deskripsi Pasti-nya, yang ditujukan untuk mengungkap bentuk logis (sebagai lawan dari bentuk gramatikal) dari pernyataan yang mengacu kepada seorang individu, seperti “pengarang Waverley”.

Ini digunakan untuk menunjuk beberapa puzzle yang sukar tentang deskripsi pasti, semisal persoalan substitusi di atas, dan referensi untuk sesuatu yang tidak ada (misal, “tidak ada tempat bernama Shangri-La”).

Meskipun tingkat detail sedemikian melebihi cakupan dari review topik ini, hal ini masih menjadi bacaan yang mendorong keterlibatan yang tinggi. (Pembaca yang tertarik dapat merujuk karya Lycan [2000] pada bab 2 untuk mendapat penyajian karya Russell yang sangat menarik tentang deskripsi pasti dan perdebatan berikutnya yang dihadapinya, terutama dengan Strawson [1950].)