Sebelumnya: Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 |Part 5 |Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9

5.0 Model-model Penerjemahan dari Hadits Empat Puluh An-Nawawi

Bab ini memberikan studi praktis tentang terjemahan delapan hadits dari Bahasa Arab ke Bahasa Inggris, dalam 3 hasil terjemahan berikut:

  1. Al-Nawawi’s Forty Hadiths, Sidheeque M. A. Veliankode, 2001.
  2. ShurhArba’een Al-Nawawi – Commentary of Forty Hadiths of Al-Nawawi, Jamal Ahmed Badi, 2002.
  3. Translation of Al-Nawawi’s 40 Hadiths.

5.1.1 Hadis No. 1

الحديث الأول: إنما الأعمال بالنيات

(عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب – رضي الله عنه – قال: سمعت رسول الله -صلى الله عليه وسلم – يقول:.” إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه “

رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبه البخاري و أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة ).

Hadits Pertama

Amal Bergantung pada Niatnya

I. Terjemahan Pertama

On the authority of the Commander of Faithful Abu Hafs Umar ibn al-Khattab t who said: I heard the Messenger of Allah r say: “Actions are but by intention and every man shall have but by that which intended. Thus he whose migration was for Allah and His Messenger, his migration was for Allah and His Messenger, and he whose migration was to achieve some worldly benefit or to take some woman in marriage, his migration was for that for which he migrated.”

It was related by the two Imams of scholars of Hadith, Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim ibn al-Mughira ibn Bardizbah al-Bukhari and Abu ‘l-Husain Muslim ibn al-Hajjaj ibn Muslim al-Qushairi an-Naisaburi, in their two Sahihs, which are the soundest of the compiled books.

II. Terjemahan Kedua

It is narrated on the authority of Amirul Mu’minin, Abu Hafs ‘Umar bin al-khattab, radiyallahu ‘anhu who said: I heard the Messenger of Allah, sallallahu ‘alayhi wasallam, say: “Actions are judged by motives (niyyah), so each man will have what he intended. Thus he whose migration (hijrah) was to Allah and His Messenger, his migration is to Allah and His Messenger, but he whose migration was for some worldly thing he might gain, or for a wife he might marry, his might is to that for which he migrated.”

[Al-Bukhari and Muslim]

III. Terjemahan Ketiga

On the authority of Omar bin Al-khattab, who said: I heard the messenger of Allah salla Allah u alihi wasallam say: “Actions are but by intentions and every man shall have but that which he intended. Thus he whose migration was for Allah and His messenger, his migration was for Allah and His messenger, and he whose migration was to achieve some worldly benefit or to take some woman in marriage, his migration was for that for which he migrated.” Related by Bukhari and Muslim.

Analisis

Dalam terjemahan pertama, penerjemah menggunakan frasa on the authority of the Commander of faithful; yaitu, nama panggilan untuk Omar bin Al-Khattab, daripada menggunakan transliterasi untuk itu; Amirul Mu’minin sebagaimana dalam terjemahan lainnya. Dia tidak menggunakan bentuk jamak untuk kata 

t dalam bahasa Arab. Terjemahan ini menggunakan kata kerja modal shall dengan subjek every man, meskipun paling sering digunakan dalam kalimat dengan dua kata ganti I dan we.

Pada bagian akhir dari hadits ini, ia menerjemahkan kata ( صحيحيهما ) their two Sahihs, tanpa menyatakan bahwa keduanya merupakan dua buku yang dinisbatkan pada dua ulama ini; al-Bukhari dan Muslim, yang digunakan untuk meriwayatkan hadits-hadits nabi (semoga damai dan berkah terlimpah padanya). Dia menerjemahkan dan menyajikan nama lengkap perawi seperti dalam teks Arab tidak seperti terjemahan kedua dan ketiga.

Terjemahan kedua, penerjemah mentransliterasikan nama panggilan Omar bin Al-Khattab. Dia mulai dengankata yang sama actions. Ia menggunakan kata motives daripada intentions sebagaimana yang digunakan pada terjemahan pertama, yang artinya ( نِيَّات ). Ia menggambarkan dua kata motives dan migration yang mentransliterasikannya menjadi niyyah dan hijrah. Penerjemah ini menggunakan preposisi to daripada for yang digunakan dalam terjemahan pertama dan ketiga karena dalam his migration is to Allah and His Messenger yang for merujuk pada tujuan yang dimaksudkan, sedangkan to merujuk pada sebuah gerakan, tindakan, atau kondisi. Ini menerjemahkan kata ( امرأة ) a wife daripada a woman. Dia menerjemahkan hanya nama keluarga narator/perawi; Al-Bukhari dan Muslim. Terjemahan ketiga, penerjemah tidak menerjemahkan nama panggilan Omar bin Al-Kattab ( أمير المؤمنين ). Terjemahan ini mirip dengan yang pertama kecuali penerjemahan frasa yang mengikuti Messenger dan Omar bin Al-Kattab; r dan t, yang menerjemahkan nama-nama narrator/perawi dari hadits, dan penulisan kata Messenger dalam huruf kecil.

Menarik, bukan? Nantikan lanjutannya di Part 11 |
Sebelumnya: Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 |Part 5 |Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9