Sebelumnya: Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 |Part 5 |Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9 | Part 10 | Part 11

Berikut adalah lanjutan studi praktis tentang terjemahan delapan hadits dari Empat Puluh An-Nawawi, dari Bahasa Arab ke Bahasa Inggris. Kali ini telah sampai pada hadits ketiga, dengan menyajikan hadits nomor 6.

5.1.3 Hadis No. 6

الحديث السادس: الحلال بَيِّنٌ و الحرام بَيِّنٌ

عن أبي عبد الله النعمان بن بشير y قال: سمعت رسول الله r يقول: “إن الحلال بين, و إن الحرام بين, و بينهما أمور مشتبهات لا يعلمهن كثير من الناس , فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه, و من وقع في الشبهات وقع في الحرام, كالراعي يرعى حول الحمى يوشك أن يرتع فيه, ألا وإن لكل ملك حمى, ألا و إن لكل ملك حمى, ألا و إن حمى الله محارمه ألا و إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله , و إذا فسدت فسد الجسد كله: ألا وهي القلب “. رواه البخاري و مسلم.

Hadits Keenam

Yang Halal itu Jelas dan Yang Haram itu Jelas

I. Terjemahan Pertama

On the authority of Abu Abdullah an-Nu’man the son Bashir, y who said: I heard the Messenger of Allah r says: “That which is lawful is plain and unlawful is plain and between the two of them are doubtful matters about which not many people know. Thus he who avoids doubtful matters clears himself in regard to his religion and honor, but he who fall into doubtful matters falls into that which is unlawful, like the shepherd who pastures around a sanctuary, all but grazing therein. Truly every king has a sanctuary, and truly Allah’s sanctuary is His prohibitions. Truly in the body there is a morsel of flesh which, if it be whole, all the body is whole and which, if it be deceased, all of it is deceased. Truly it is the heart.”  It was related by Bukhari and Muslim.

II. Terjemahan Kedua

On the authority of Abu Abdullah Al-Nu’man bin Bashir, radiyallahu anhuma, who said: I heard the Messenger of Allah, sallallahu’ alayhi wasallam, say: “Truly what is lawful is evident, and what unlawful is evident, and  in the between the two are matters which are doubtful which many people do not know. He who guards against doubtful things keeps his religion and honor blameless, and he who indulges in doubtful things indulges in fact in unlawful things, just as a shepherd who pastures his flock round a preserve will soon pasture them in it. Beware, every king has a preserve, and the things Allah has declared unlawful are His preserves. Beware, in the body there is a flesh, if it is sound, the whole body is sound, and if it is corrupt, the whole body is corrupt, and behold, it is the heart.” [Al-Bukhari and Muslim]

III. Terjemahan Ketiga

On the authority of Al-Numan bin Bashir, who said: I heard the messenger of Allah  say: “That which is lawful is plain and that which is unlawful is plain and between the two of them are doubtful matters about which not many people know. Thus he who avoids doubtful matters clears himself in regard to his religion and his honor, but he who falls into doubtful matters falls into that which is unlawful, like the shepherd who pastures around a sanctuary, all but grazing therein. Truly every king has a sanctuary, and truly Allah’s sanctuary is His prohibition. Truly in the body there is a morsel of flesh which, if it be whole, all the body is whole and which, if it be deceased, all of it is deceased. Truly it is the heart.” Narrated by Bukhari and Muslim.

Analisis

Mirip dengan hadits lain, hadits ini berbicara perkara Islam tentang hal-hal yang halal dan haram, dan bagaimana menghadapinya (Al-Blehad, par. 2).

Terjemahan pertama, penerjemah menerjemahkan kata ( أبي ) sebagai Abu daripada menerjemahkannya ke kata father yang sudah dikenal sehingga lebih mudah dipahami oleh pembaca. Dia mentransliterasikan nama ( النعمان ) tanpa artikel ( الـ ) seperti dalam Bahasa Arab. Penerjemah ini menggunakan kalimat yang panjang dalam terjemahannya seperti pada kalimat di between the two of them,sehingga lebih mudah untuk menyebutkan hanya di between the two. Beberapa kalimat tidak berurutan, seperti ia menerjemahkan frasa ( بن بشير ) ke son Bashir seperti dalam urutan bahasa Arab, bukan Bashir’s son atau the son of Bashir. Juga, dalam kalimat (لا يعلمهن كثير من الناس ) dia menerjemahkan not many people know daripada many people do not know. Dia menerjemahkan kata ganti seolah-olah hadits ini ditujukan kepada pria Muslim saja seperti dalam kalimat yang dia hindari, bahwa lebih baik menggunakan kata seperti whoever daripada he/she untuk pria dan wanita Muslim.

Penerjemah membuat frasa yang mengikuti nama-nama nabi (semoga Allah melimpahkan damai dan sejahtera padanya), dan sahabat-sahabat beliau dalam Bahasa Arab r dan t. Dia tidak menggunakan kata-kata yang jelas dalam beberapa kalimat, seperti kata ( بين ), dia menerjemahkannya menjadi plain daripada kata-kata yang akrab, seperti evidentobvious, dll. Juga, kata whole untuk ( صلحت ) daripada kata-kata umum, seperti sound yang lebih mudah dimengerti. Dia menerjemahkan nama ( البخاري ) Bukhari tanpa artikel ( الـ ), meskipun penerjemah ini menerjemahkan nama ini dalam artikel ( الـ ) Al-Bukhari dalam beberapa hadits, menunjukkan bahwa proses penerjemahan tidak sesuai dengan gaya buku ini.

Dalam terjemahan kedua, penerjemah menerjemahkan kata-kata ( أبي ) dan ( بن ) Abu dan bin alih-alih menerjemahkannya father dan son yang dipahami oleh pembaca. Dia mentransliterasikan frasa yang mengikuti nama-nama nabi (semoga Allah melimpahkan damai dan sejahtera padanya) dan sahabat-sahabatnya r dan t. Dia menggunakan beberapa kata yang jelas dan mudah dimengerti, seperti evident untuk ( بين ), sound untuk ( صلحت ), tetapi dia menggunakan beberapa kata yang tidak jelas, seperti kata guards untuk ( التقى ) daripada avoids, dan kata indulges untuk ( وقع ) daripada falls into seperti dalam terjemahan pertama dan ketiga. Bentuk negasi dalam kalimat yang many people do not know lebih mudah daripada terjemahan lainnya. Penerjemah ini mentransliterasikan nama ( البخاري ) dengan artikel ( الـ ), tetapi ia tidak menyebut perannya dan peran Muslim, bahwa mereka berdua adalah perawi/narrators untuk hadits ini.

Terjemahan ketiga, penerjemah menggunakan kata-kata yang sama dengan terjemahan pertama dalam proses penerjemahan. Dia tidak menerjemahkan atau mentransliterasikan frasa yang mengikuti nama-nama nabi (semoga Allah melimpahkan damai dan sejahtera padanya) dan sahabat-sahabatnya r dan t, dan dia juga tidak menerjemahkan nama lengkap untuk ( أبوعبدالله النعمان بن بش رشير ) Al-Numan bin Basheer. Ia menggunakan aturan menambahkan –s ke kata kerja tunggal orang ketiga dalam present tense, seperti dalam saysavoids, falls, dll. Terjemahan ini lebih baik daripada terjemahan pertama dan kedua yang mana para penerjemah tidak berfokus pada aturan penambahan –s orang ketiga dalam semua kata kerja. Penerjemah ini tidak menerjemahkan nama ( البخاري ) dengan artikel ( الـ ) seperti dalam beberapa hadits dari sumber ini.

Menarik, bukan? Nantikan lanjutannya di Part 13 |
Sebelumnya: Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 |Part 5 |Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9 | Part 10 | Part 11