Sebelumnya: Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 |Part 5 |Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9 | Part 10 | Part 11 | Part 12

Berikut adalah lanjutan studi praktis tentang terjemahan delapan hadits dari Empat Puluh An-Nawawi, dari Bahasa Arab ke Bahasa Inggris. Kali ini telah sampai pada hadits keempat dan kelima, dengan menyajikan hadits nomor 7 dan nomor 12.

PART 13 A

5.1.4 Hadis No. 7

الحديث السابع: الدين النصيحة

عن أبي رقية تميم بن أوس الداري t أن النبي r قال:

“الدين النصيحة. قلنا لمن؟ قال: لله ، ولكتابه ، ولرسوله ، ولأئمة المسلمين ، وعامتهم”. رواه مسلم.

Hadits Ketujuh

Agama adalah Nasihat

I. Terjemahan Pertama

On the authority of Abu Ruqayya Tamim bin Aus ad-Dari, (may Allah be pleased with them both), that the Prophet (may the blessing and peace of Allah be upon him) said: “Religion is sincerity. We said: To whom? He said: To Allah and His Book, and His Messenger, and to the leaders of the Muslims and their common folk.”

It was related by Muslim

II. Terjemahan Kedua

On the authority of Tamim Al-Dari that the prophet, sallallahu ‘alayhi wasallam, said:

“Religion is nasihah.” We said: “To whom?” The Prophet, sallallahu ‘alayhi wasallam, said: “To Allah and His Book, and His messenger, and to the leaders of the Muslims and their common folk.” [Muslim]        

III. Terjemahan Ketiga

On the authority of Tamim Al-Dari that the prophet said: “Religion is sincerity”. We said: “To whom?” He said: “To Allah and His Book, and His messenger, and to the leaders of the Muslims and their common folk”. Narrated by Muslim.

Analisis

Dalam terjemahan pertama, penerjemah menerjemahkan kedua kata [ أبي ] dan [ ابن ] alih-alih menerjemahkannya ke kata umum father dan son. Dia menerjemahkan frasa-frasa yang mengikuti nama-nama Rasulullah (semoga damai dan berkah terlimpah padanya) dan sahabat-sahabatnya t dan r, meskipun dia tidak menerjemahkan / mentransliterasikanya dalam kebanyakan hadits dari buku ini.

Penerjemah menggunakan tanda baca seperti pada teks Arab. Dia menerjemahkan kata hubung و menjadi and daripada menggunakan serangkaian koma antara kata-kata yang berbeda dalam kalimat.

Dalam terjemahan kedua, penerjemah menerjemahkan / mentransliterasikan bukan nama lengkap [ أبو رقية ] atau frasa yang mengikuti nama-nama sahabat Rasul t. Dia mentransliterasikan kalimat r menjadi sallallahu ‘alayhi wasallam daripada menerjemahkannya seperti dalam terjemahan pertama. Ia juga menerjemahkan kata [ نصيحة ] menjadi nasihah, meskipun ia bisa menerjemahkannya ke kata-kata yang sudah dikenal dalam Bahasa Inggris seperti penerjemah pertama yang menerjemahkannya dengan sincerity.

Dalam terjemahan ketiga, penerjemah tidak mentransliterasikan nama lengkap [ أبورقية ] seperti dalam terjemahan kedua. Ia menggunakan kata-kata yang sama dari terjemahan pertama. Dia tidak menggunakan huruf pertama kapital dari kata prophet dan messenger. Dia menerjemahkan / mentransliterasikan frasa t dan r yang tidak dia lakukan dalam kebanyakan hadits (yang sedang dikaji) dari sumber ini.


5.1.5 Hadis No. 12

الحديث الثاني عشر: ترك ما لا يعني المسلم

عن أبي هريرة ، قال: قال رسول الله t : “من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه”. حديث حسن ، رواه الترمذي وغيره هكذا.

Hadits Kedua belas

Meninggalkan yang Tidak Berguna

I. Terjemahan Pertama

On the authority of Abu Huraira t who said: the Messenger of Allah r said: “Part of someone’s being a good Muslim is his leaving alone that which does not concern him.”

A good Hadith which was related by at-Tirmidhi and others in this form.

II. Terjemahan Kedua

On the authority of Abu Hurairah, radiyallahu ‘anhu, who said: The Messenger of Allah, sallallahu ‘alayhiwasallam, said:

“Part of the perfection of someone’s Islam is his leaving alone that which does not concern him.”

[Hadith hasan – Recorded by Tirmidhi]

III. Terjemahan Ketiga

On the authority of Abu Hurairah, who said: The Messenger of Allah said: “Part of someone’s being a good Muslim is his leaving alone that which does not concern him.”

Fine hadith narrated by Termithi and others

Analisis

Dalam terjemahan pertama, penerjemah menggunakan frasa t dan r dalam bahasa Arab dalam teks yang diterjemahkan. Dia juga menggunakan kata Abu sebagai transliterasi dari kata [ أبي ]. Dia menerjemahkan kata ganti yang menunjukkan kata Muslim menjadi his dan him, meskipun hadits ini membahas baik pria maupun wanita Muslim. Ia menerjemahkan bagian-bagian dari kalimat terakhir [ رواه البخاري ومسلم ، حديث حسن ] sebagai sebuah kalimat yang ia gunakan kata ganti relatif daripada koma sebagaimana dalam teks Arab. Dia mentransliterasikan nama narrator [ الترمذي ] menjadi at-Tirmidhi tanpa memusatkan artikel Arab ( الـ ) di awal nama.

Dalam terjemahan kedua, penerjemah mentransliterasikan kata [ أبي ] menjadi Abu dan mentransliterasikan frasa t dan r ke radiyallahu ‘anhu dan sallallahu alayhi wasallam. Dia mulai menerjemahkan dalam kalimat yang lebih jelas daripada terjemahan pertama. Dia menerjemahkan kata ganti yang menunjukkan kepada Muslim menjadi his dan him, meskipun hadits ini membahas baik Muslim pria maupun wanita. Penerjemah menggunakan tanda baca dengan benar. Dia tidak menerjemahkan kalimat terakhir Hadith hasan- Recorded by Tirmidhi menjadi suatu kalimat penuh yang tidak memiliki subjek dan kata kerja di awal. Ini harus diterjemahkan menjadi Hadith hasan which was related by Al-Tirmidhi. Dia mentransliterasikan nama perawi [ الترمذي ] menjadi Tirmidhi tanpa artikel Arab ( الـ ). Dia tidak menjelaskan kata [ حسن ] hasan di akhir hadits sehingga dapat dipahami sebagai nama seseorang.

Dalam terjemahan ketiga, kata [ أبي ] diterjemahkan menjadi Abu daripada kata father yang umum. Penerjemah di sini tidak menggunakan huruf kapital untuk kata Messenger seperti dalam terjemahan pertama dan kedua. Dia menggunakan koma di depan kata ganti relatif who dan dia tidak menggunakan tanda berhenti pada kalimat terakhir dari hadits, menunjukkan bahwa dia tidak menggunakan tanda baca dengan sesuai. Dia juga menggunakan kata ganti his dan him seolah-olah hadis tidak membahas perempuan Muslim. Dia mentransliterasikan nama perawi [ الترمذي ] ke Tirmithi dengan th daripada dh ke huruf Arab ذ , sebagaimana dalam terjemahan pertama dan kedua.

Menarik, bukan? Nantikan lanjutannya di Part 13 B |
Sebelumnya: Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 |Part 5 |Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9 | Part 10 | Part 11 | Part 12