Apa itu virus Corona?

Istilah “pandemi virus Corona”, meskipun bukan istilah yang salah, namun tidak sepenuhnya akurat. Virus Corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan apa pun, mulai dari flu biasa hingga kematian. Bagi mereka yang cukup usia untuk mengingat wabah virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) tahun 2002, pandemi virus tersebut juga merupakan akibat dari keluarga Corona virus. Dengan demikian, pertanyaan yang lebih relevan mungkin adalah “Virus macam apa dari virus Corona yang saat ini keluar dari Cina?”

Virus yang saat ini menciptakan kehebohan global adalah “novel-corona virus” alias virus Corona baru, menurut Organisasi Kesehatan Dunia / WHO. Sayangnya, WHO melaporkan bahwa tidak banyak yang diketahui tentang jenis virus corona baru ini (paling tidak pada saat artikel ini ditulis). Tampaknya virus Corona baru saat ini dapat diperoleh melalui kontak manusia yang sangat dekat, seperti antara pengasuh dan pasien mereka. Namun, belum diketahui apakah penyebaran ini cukup untuk memungkinkan petugas layanan kesehatan menyebarkan virus ke pasien lain dalam perawatan mereka.

Bagaimana virus Corona menyebar?

Virus corona baru dari Cina mungkin atau mungkin juga tidak, menyebar melalui cara lain selain yang disebutkan di atas, hal ini belum diuji atau dikonfirmasi secara pasti. Juga tidak diketahui berapa masa inkubasi virus Corona baru tersebut. Dengan demikian, orang yang terinfeksi (atau “pembawa”) dapat dengan mudah melintasi dunia, menyebarkan potensi kematian, sementara sama sekali tidak menyadari akibat mematikan dari tindakan mereka. Pengasuh dan pasien yang mengidap virus ebola yang mematikan secara rutin diserang karena masalah yang sama dan karena kurangnya informasi yang tersedia dalam bahasa dan dialek lokal.

Implikasi medis dari potensi penyebaran seperti itu mengkhawatirkan, sebagaimana juga biaya sosial dan ekonomi. Berapa biaya yang diakibatkan dari virus Corona baru saat ini? Saat ini belum ada yang bisa memastikan. Namun yang pasti, layanan penerjemahan akan menjadi bagian integral dari solusi. Para ilmuwan, profesional medis dan peneliti yang perlu berbagi data seakurat, secepat dan seefisien mungkin akan menggunakan layanan penerjemahan profesional untuk melakukannya.

Penerjemahan Global dan Penjurubahasaan Medis

Penerjemahan dan Penjurubahasaan medis menjadi instrumen utama dalam penelitian akademik, ilmiah dan medis yang dimulai di seluruh dunia dengan sungguh-sungguh pada tahun 1918. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh pembentukan berbagai organisasi non-pemerintah seperti PBB (Liga Bangsa-Bangsa), Organisasi Kesehatan Dunia / WHO dan lainnya. Bidang-bidang ini mencakup bidang penerjemahan khusus dan telah memainkan peran yang menentukan dalam penciptaan dan implementasi kebijakan pemerintah mengenai kesehatan dan respons serta mitigasi bencana.

Penerjemahan adalah salah satu fungsi utama dari semua lembaga non-pemerintah global ini, yang berfungsi seperti halnya dengan orang-orang dari seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa kedua layanan, yaitu penerjemahan verbal dan penerjemahan dokumen secara langsung berfungsi untuk memberi informasi pada mereka yang membuat dan menerapkan kebijakan, sehingga menjadikannya perhatian langsung bagi seluruh dunia.

Tak satu pun dari organisasi global ini yang berhasil menjelajah jauh dengan penerjemahan otomatis. Sebaliknya, utamanya mereka mengandalkan upaya penerjemah profesional yang terlatih dan bersertifikat. Meskipun penerjemahan mesin mungkin (setidaknya) dapat memberikan terjemahan literal, terjemahan sedemikian tidak dapat menangkap nuansa atau makna halus yang dapat diterjemahkan oleh penerjemah profesional bersertifikat. Nuansa bahasa yang halus ini sangat penting di banyak bidang, sebagaimana ditunjukkan oleh keengganan badan-badan internasional ini menggunakan terjemahan otomatis dalam hal apa pun, selain cara-cara periferal.

Ketika beranjak pada persoalan pandemi global, apakah berkenaan virus Corona baru saat ini, atau bahkan wabah global yang lebih mematikan, layanan penerjemahan harus menjadi salah satu komponen utama dari respons global yang terkoordinasi. Jika pandemi virus Corona saat ini sebenarnya tersebar luas oleh dan antara petugas layanan kesehatan dan pasien mereka, informasi tersebut perlu diterjemahkan dan didistribusikan segera dan secara global setelah terkonfirmasi. Sayangnya, kekurangan penerjemah dan juru bahasa medis bersertifikat telah menciptakan celah dalam intrik respons krisis global. Menurut Departemen Statistik Tenaga Kerja, “Ketenagakerjaan penerjemah dan juru bahasa diproyeksikan akan tumbuh sembilan belas persen dari 2018 hingga 2028, jauh lebih cepat daripada rata-rata untuk semua pekerjaan.” Ini terlepas dari peningkatan penerjemahan otomatis baru-baru ini dan sebagian besar, didorong oleh kekurangan penerjemah tersertifikasi tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi di seluruh dunia.

Proyeksi pertumbuhan penerjemah dan juru bahasa sebesar 19 %, 2018-2028 di AS.

Jika virus Corona sebenarnya menyebar melalui jarak dekat, seperti selama perawatan fisik penyakit terkait, menjadi sangat penting bahwa penerjemah medis dan jenis penerjemah lain juga dipekerjakan di tingkat lokal. Penerjemah harus berada di lokasi di hampir semua pusat medis utama di seluruh dunia, terutama yang saat ini ditekan oleh krisis pengungsi global. Ini adalah satu-satunya cara yang memungkinkan penyebaran virus Corona baru dan penyakit lain akan berkurang atau diberantas. Namun, kondisi seperti itu tidak khusus untuk pandemi global atau masalah kesehatan semata, melainkan juga pada berbagai bidang.


Source: Tomedes

Open chat
Powered by