Kali ini seputar Bahasa Jepang!

ย 

Ohayou Gozaimasu, Mitra Excellent! ๐Ÿ™‚

 

Negara Jepang adalah negara yang begitu menjunjung tinggi kebudayaan negeri dan melestarikannya dengan beragam cara seperti mengadakan festival setiap bulan, mengekspor tayangan keindahan budaya ke berbagai belahan dunia, mengenalkan bahasa mereka, dan sebagainya. Orang Jepang juga dikenal sebagai individu yang begitu santun dan menghormati lawan bicara, sehingga tak heran banyak orang asing tertarik untuk semakin mendalami bahasa serta budaya Jepang.

 

Salah satu pelajaran bahasa Jepang yang wajib dikuasai oleh pembelajar asing adalah tingkatan bahasa hormat yang dipakai untuk berbicara dengan lawan bicara. Di sini ada 3 macam tingkatan bahasa hormat yang dipelajari yaitu teineigo (ไธๅฏง่ชž), sonkeigo (ๅฐŠๆ•ฌ่ชž), dan kenjougo (่ฌ™่ญฒ่ชž).

 

Mengingat pada Bahasa Indonesia kita hanya mengenal bahasa baku dan tidak baku, maka Andaย pasti penasaran, apa saja yang menjadi pembeda ke-3 tingkatan bahasa hormat tersebut, bukan? Mari kita simak bersama informasi mengenai tingkatan bahasa hormat dalam bahasa Jepang berikut:

 

  1. Tingkatan teineigo

Tingkatan teineigo bisa dibilang merupakan tingkatan pertama yang dipelajari oleh pembelajar bahasa Jepang. Tingkatan ini merupakan bentuk sopan paling dasar yang ada di dalam bahasa Jepang. Setiap kalimat yang dirangkai berakhir dengan verba bantuโ€“masu atau kopula-desu. Berikut adalah contoh penggunaan teineigo:

Bahasa Jepang Romaji Bahasa Indonesia
ใ“ใฎใ™ใ—ใฏใŠใ„ใ—ใ„ใงใ™ใ€‚ Kono sushi wa oishii desu. Sushi ini enak.
ใ‚ใฎๅˆบ่บซใฏใŠใ„ใ—ใใชใ„ใงใ™ใ€‚ Ano sashimi wa oishikunai desu. Sashimi itu tidak enak.
ไบบๅฝขใ‚’ไฝœใ‚Šใพใ™ใ€‚ Ningyou wo tsukurimasu. Saya membuat boneka.
ๆœฌใ‚’่ชญใฟใพใ—ใŸใ€‚ Hon wo yomimasu. Saya telah membaca buku.

Kalimat-kalimat di atas adalah contoh penggunaan verba, kata benda, atau kata sifat dalam tingkatan teineigo. Seperti pada contoh verba tsukurimasu (buat) merupakan hasil perubahan dari verba tsukuru, sementara yomimashita (baca dalam bentuk lampau) merupakan hasil perubahan dari yomu. Tsukuru dan yomu adalah contoh bentuk futsuu (bentuk biasa) yang perlu diubah ke dalam tingkatan teineigo dengan cara menambahkan verba –masu.

 

Sedangkan di sisi lain, jika kalimat yang memiliki kata sifat atau kata benda pada akhirannya, seperti oishii, maka untuk menjadi teineigo kita perlu menambahkan kopula desu di belakangnya.

 

  1. Tingkatan sonkeigo

Sonkeigo merupakan bagian dari keigo (bahasa hormat) sekaligus menjadi penanda bahwa status kita sebagai penutur lebih rendah dibandingkan subjek yang menjadi topik pembicaraan. Orang Jepang menggunakan tingkatan ini sebagai bentuk bahasa meninggikan orang lain dan biasanya dapat ditemukan lebih mudah jika Anda berada di lingkungan kantor, lingkungan sekolah, dan lingkungan formal lainnya.

 

Ciri khusus tingkatan ini dapat Mitra Excellent perhatikan pada imbuhan verba saat seseorang berbicara seperti imbuhan โ€“rareru, โ€“o….ni naru, nomina berimbuhan prefiks o / go, atau verba khusus yang hanya ada dalam songkeigo.

Bahasa Jepang Romaji Bahasa Indonesia
ๆ ก้•ทๅ…ˆ็”Ÿใฏใ‚‚ใ†ๅธฐใ‚‰ใ‚Œใพใ—ใŸใ€‚ Kouchou-sensei wa mou kaeraremashita. Kepala sekolah sudah pulang.
้ƒจ้•ทใฏใ„ใ‚‰ใฃใ—ใ‚ƒใ„ใพใ™ใ‹ใ€‚ Buchou wa irasshaimasuka? Apakah Bu Direktur ada?
่ชฒ้•ทใฏๆ–ฐใ—ใ„่ปŠใ‚’่ฒทใ„ใซใชใ‚Šใพใ—ใŸใ€‚ Kachou wa atarashii kuruma wo kai ni narimashita. Pak Manajer telah membeli mobil baru.
ๅ…ˆ็”ŸใฎใŠใฃใ—ใ‚ƒใ‚‹ใ“ใจใ‚’ๆณจๆ„ใ—ใฆ่žใ‹ใชใ‘ใ‚Œใฐใชใ‚Šใพใ›ใ‚“ใ€‚ Sensei no ossharu koto wo chuuishite nakarerebanarimasen. Kamu harus memperhatikan apa yang dikatakan gurumu.

Nah, jika Anda melihat contoh-contoh kalimat tersebut, pasti timbul pertanyaan bagaimana bentuk verba khusus sonkeigo? Berikut contohnya:

  • ใ™ใ‚‹ suru menjadi ใชใ•ใ‚‹ nasaru = melakukan
  • ใ„ใ‚‹ iru menjadi ใ„ใ‚‰ใฃใ—ใ‚ƒใ‚‹ irassharu = ada
  • ่กŒใiku / ๆฅใ‚‹ kuru menjadi ใ„ใ‚‰ใฃใ—ใ‚ƒใ‚‹ irassharu = pergi / datang
  • ่ฆ‹ใ‚‹ miru menjadi ใ”่ฆงใซใชใ‚‹ goran ni naru = melihat
  • ่จ€ใ† iu menjadi ใŠใฃใ—ใ‚ƒใ‚‹ ossharu = berkata
  • ใใ‚Œใ‚‹ kureru menjadi ไธ‹ใ•ใ‚‹ kudasaru
  • ้ฃŸในใ‚‹ taberu menjadi ๅฌใ—ไธŠใŒใ‚‹ meshiagaru = makan

 

  1. Tingkatan kenjougo

Bahasa hormat tingakatan selanjutnya adalah kenjougo. Tingkatan ini lebih digunakan untuk merendahkan diri sendiri di hadapan mitra bicara atau terhadap subjek (orang) yang sedang dibicarakan. Berikut contoh kalimatnya:

Bahasa Jepang Romaji Bahasa Indonesia
็งใฏๅทฅๅ ดใฎไธญใ‚’ใ”ๆกˆๅ†…ใ—ใพใ™ใ€‚ Watakushi wa koujou no naka wo goannai shimasu. Saya yang akan memandu di dalam pabrik.
็งใฏใ‚คใƒณใƒ‰ใƒใ‚ทใ‚ขใ‹ใ‚‰ๅ‚ใ‚Šใพใ—ใŸใ€‚ Watakushi wa Indonesia kara mairimashita Saya datang dari Indonesia.
ๆ˜Žๆ—ฅ้ƒจ้•ทใฎใŠๅฎ…ใธไผบใ„ใพใ™ใ€‚ Ashita buchou no otaku e ukagaimasu. Besok saya akan pergi ke rumah Pak Direktur.
็งใฏไปŠใ‚นใƒฉใƒใƒคใซใŠใ‚Šใพใ™ใ€‚ Watakushi wa Surabaya ni orimasu. Saya sedang berada di Surabaya.

Sama dengan halnya sonkeigo, tingkatan kenjougo juga memiliki verba khusus seperti berikut:

  • ใ„ใ‚‹ iru menjadi ๆŠ˜ใ‚‹ oru = ada
  • ใ‚„ใ‚‹ yaru menjadi ใ‚ใ’ใ‚‹ ageru = memberi
  • ่ฆ‹ใ‚‹ miru menjadi ๆ‹่ฆ‹ใ™ใ‚‹ haiken suru = melihat
  • ่จ€ใ† iu menjadi ็”ณใ™ mousu = mengatakan
  • ่žใkiku menjadi ไผบใ†ukagau = bertanya
  • ๆฅใ‚‹ kuru menjadi ๅ‚ใ‚‹ mairu = datang
  • ใ‚‚ใ‚‰ใ† morau menjadi ้ ‚ใitadaku = menerima
  • ไผšใ† au menjadi ใŠ็›ฎใซใ‹ใ‹ใ‚‹ome ni kakaru = melihat

 

Mitra Excellent, jika Anda perhatikan mungkin tingkatan bahasa hormat dalam bahasa Jepang sedikit membingungkan. Agar sedikit lebih mudah, Anda bisa mengingat bahwa sonkeigo digunakan ketika kita sedang membicarakan seseorang yang kedudukannya lebih tinggi dengan tujuan meghormatinya.

Sementara kenjougo digunakan untuk merendahkan diri sendiri ketika sedang berbicara dengan mitra bicara yang kedudukannya lebih tinggi.

 

Sedangkan jika kita berbicara dengan orang yang baru dikenal atau untuk menunjukkan kesopanan, gunakan tingkatan bahasa hormat teineigo. Jika Mitra Excellent masih berstatus pebelajar bahasa Jepang, biasanya mereka akan memaklumi penggunaan teineigo di kala sonkeigo atau kenjougo yang seharusnya digunakan.

 

Mengapa orang Jepang lebih mementingkan bahasa hormat untuk lawan bicara? Hal ini pasti dikarenakan adanya kaitan erat antara budaya Jepang dengan bahasanya sendiri yaitu menjaga perasaan mitra bicara. Tentu siapa pun akan senang jika mitra bicara kita berbicara dengan bahasa sopan ketimbang bahasa kasar yang sering menimbulkan kesalahpahaman.

 

Perasaan yang dijaga inilah tentu akan selalu menimbulkan kesan baik setiap kita bertemu dan menimbulkan perasaan senang karena keramahtamahan yang diberikan.

 

Jadi, jika Andaย ingin berkomunikasi dengan orang Jepang, pastikan menggunakan bahasa yang sopan semisalย teineigo.

 

Apabilaย Anda ragu dengan tulisan berbahasa Jepang yang Anda buat sendiri, jangan ragu untuk segera menghubungi kami, Excellent Translation. ^^

 

Salam Excellent!