«Bisa selesai besok, Pak?» — ini pertanyaan yang hampir selalu muncul di setiap percakapan order. Jawabannya biasanya bisa, tapi dengan skema rush yang beda dari tarif normal.
Apa Bedanya Rush dan Normal?
Normal rate: skema standar, 2-5 hari kerja, tarif dasar per halaman. Rush rate: skema percepatan, 1 hari kerja atau hitungan jam, tarif lebih tinggi karena penerjemah harus memprioritaskan dokumenmu.
Contoh Selisih Nyata
| Dokumen | Normal Rate | Rush Rate |
|---|---|---|
| KTP (2 halaman) | Rp 100.000/halaman, 3 hari | Rp 150.000/halaman, 1 hari |
| Dokumen korporat (6 file, 113 halaman) | Tidak dipilih | Rp 60.000/halaman untuk selesai besok siang |
Kenapa Rush Lebih Mahal?
- Prioritas antrean
2. Kerja di luar jam normal
3. Risiko kualitas lebih tinggi karena waktu QC terbatas
4. Kadang perlu dibagi ke beberapa penerjemah sekaligus
Kapan Sebaiknya Pilih Rush?
- Dokumen dibutuhkan untuk tenggat pasti (sidang, deadline visa, tender)
- Kamu baru menyadari kebutuhan dokumen di menit terakhir
- Biaya tambahan tidak masalah dibanding risiko telat submit
Kapan Normal Rate Sudah Cukup?
- Masih ada waktu beberapa hari
- Keperluan fleksibel, bukan tenggat keras
- Ingin menghemat biaya
Tips Menghindari Harus Pakai Rush
Submit dokumenmu minimal 1 minggu sebelum tenggat sebenarnya — ini memberi ruang untuk proses normal dan quality control yang lebih menyeluruh.
Bisakah Berubah dari Normal ke Rush di Tengah Proses?
Bisa, cukup umum terjadi — asal dikomunikasikan sesegera mungkin.
Kesimpulan
Rush rate bukan sekadar «bayar lebih supaya cepat» — ada alasan operasional nyata di baliknya. Kalau memungkinkan, submit dokumenmu lebih awal.
Butuh dokumen cepat? Kirimkan sekarang dan tanyakan estimasi rush-nya langsung ke tim kami.
