5 Alasan Penting untuk Menerjemahkan Konten Video (subtitle)

Merupakan hal yang ofisial; bahwa konten berupa video (video content) adalah salah satu senjata yang paling sukses dan engaging (menarik keterlibatan klien) dalam kotak peralatan marketing Anda dewasa ini, dengan keuntungan berupa jangkauan yang luas.

Menurut Cisco, pada tahun 2019 nanti, 80% dari traffic internet dihasilkan dari konten berupa video. Sementara Anda mungkin sudah berencana menggunakan video dalam kegiatan marketing Anda, atau bahkan Anda sudah menggunakannya, apakah Anda juga mengetahui bagaimana cara mengoptimalkan efektifitas dari konten video Anda? Pembenahan sederhana mungkin saja terletak pada ketersediaan bahasa yang ada dalam konten video Anda.

Keberagaman dari bahasa yang digunakan di dunia online telah nampak mengalami lonjakan dalam tahun-tahun belakangan, namun Bahasa Inggris masih berada pada daftar puncak. Banyak orang berasumsi bahwa Bahasa Inggris diujarkan oleh mayoritas orang, dan bahwa negara-negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama menjadikannya hal paling utama dalam bisnis mereka. Oleh karena itu, para pelaku bisnis mengejar alih bahasa (subtitle) hanya ke bahasa Inggris, atau bahkan tidak melakukan alih bahasa/penerjemahan sama sekali dalam konten-konten video mereka.

Kebenarannya adalah, bahwa 60% dari keseluruhan pemirsa video di YouTube datang dari para pengguna yang memilih bahasa-bahasa selain Inggris pada bahasa yang tertampil pada situs (gigaom.com). Sementara 55% dari seluruh konten online yang tersebar di dunia tertulis dalam Bahasa Inggris, dan hanya ¼ dari pengguna internet di seluruh dunia yang berbicara menggunakan Bahasa Inggris (Speakt.com, 2018), dan 5%, para penutur Bahasa Inggris asli (Unbabel.com, 2015).

Jadi, meskipun Anda menghabiskan waktu dan upaya dalam membuat konten video yang luar biasa bagi para audiens Anda, banyak pemirsa video yang mungkin tidak memahaminya apabila Anda hanya menggunakan Bahasa Inggris, atau bahkan tidak ada alih bahasa sama sekali. Apabila Anda memublikasikan video-video di YouTube, gunakanlah fitur subtitle untuk memastikan pesan tersampaikan secara lengkap. Ketika kami mengatakan “subtitle terjemahan”, yang kami maksud bukanlah caption otomatis Google; yang kami maksud adalah sebuah layanan penerjemahan profesional, dalam hal ini jasa subtitle.

Caption otomatis yang disajikan oleh Google tidak selalu akurat, yang mana dapat mengarah pada kekeliruan-kekeliruan yang sangat memalukan. Caption otomatis dari Google bekerja kurang baik pada pencarian organik, disebabkan tidak ter-indeks, bahkan oleh mesin pencari mereka sendiri.

Berikut kami sajikan 5 alasan yang akan membuka pandangan mengapa Anda seharusnya memiliki video yang diterjemahkan secara profesional secara multi bahasa – dan dengan segera.

1. Tingkatkan jangkauan audiens Anda

Opsi dukungan berbagai bahasa pada YouTube memberi akses video Anda kepada 95% dari audiens Anda. Riset menunjukkan bahwa dengan menggunakan video hanya berbahasa (ber-subtitle) Inggris, Anda mengunci kemungkinan 60% dari audiens Anda.

Dalam beberapa tahun belakangan, terdapat peningkatan pesat pada jumlah channel non-berbahasa Inggris – sebuah pertanda yang cukup jelas bahwa semakin banyak pengguna yang tidak berbahasa Inggris mengunjungi dan terlibat di YouTube. Hal ini berarti, apabila Anda tidak menerjemahkan konten video Anda, kesempatan untuk menggaet pengguna-pengguna asing ini akan hilang, dan tentu hal ini akan mengurangi ukuran audiens Anda.

Bukan hanya YouTube, video-video berbahasa Ibu dari masing-masing pengguna di Facebook juga meroket di tahun-tahun belakangan, tercatat para secara akumulatif, para pengguna internet menghabiskan 100 juta jam menonton video setiap harinya (SproutSocial, 2018).

2. Baik untuk SEO Anda

Sekarang, Anda dapat melupakan sejenak tentang menjangkau audiens yang lebih besar, berpikirlah tentang keuntungan SEO dari caption multi-bahasa. Menerjemahkan konten video ke dalam bahasa-bahasa yang berbeda akan menghasilkan keajaiban apabila organic search menjadi bagian dari strategi ditital marketing Anda, dikarenakan mesin pencari akan mendeteksi (crawling) teks caption yang Anda buat dalam beragam bahasa.

Apabila Anda membuat video edukasi produk bagi pengunjung yang terpasang (embedded) pada situs Anda, maka Anda seharusnya sudah siap untuk menyewa jasa penerjemahan profesional. Mereka akan mampu membantu Anda untuk membuat halaman web tambahan untuk setiap bahasa asing yang diinginkan untuk meluaskan keterjangkauan konten Anda.

Sebagai bonus, Anda tidak akan mendapat penalty dari Google saat menggunakan konten halaman web yang diduplikasi, dikarenakan konten tersebut Anda buat dalam bahasa yang berbeda! Namun ingat, bonus ini hanya dapat Anda peroleh apabila Anda menggunakan layanan profesional, dan bukan auto-translate dalam website.

3. Brand Anda akan unggul dari ramainya persaingan

Cara apa yang lebih baik untuk dapat unggul dari ramainya persaingan daripada konten yang lolos dari hambatan linguistik/bahasa? Rata-rata bisnis mungkin tidak menyajikan multi bahasa yang mendukung sebuah pemikiran ketika mem-posting konten berupa video promosi, dan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, hal ini dapat secara efektif meng-alienasi/menjauhkan kebanyakan pengguna (internet). Oleh karena itu, dengan memiliki terjemahan yang sudah tersedia, secara harfiah Anda merambah pada cabang pasar yang bahkan jauh lebih dari ekspektasi Anda dari ranah yang dapat dieksploitasi – bahkan hal ini nyaris tidak adil bagi persaingan! Lebih dari itu, apabila Anda menjual hingga luar negeri, keuntungan ini bisa menjadi faktor penting dalam menggapai bisnis-bisnis baru.

Sebuah kajian oleh Common Sense Advisory mendapati 72% konsumen menggunakan keseluruhan atau sebagian besar waktu mereka di website-website berbahasa ibu (native) mereka sendiri. Begitu pula, 72% lebih suka membeli produk dengan informasi berbahasa native mereka, sedangkan 56% menyatakan, kemampuan untuk memperoleh informasi dengan bahasa sendiri lebih penting daripada harga (Unbabel.com). Jadi, kesimpulannya ialah bahwa bahasa yang Anda gunakan, memengaruhi hasil akhirnya.

4. Mendapatkan keterlibatan audiens yang lebih baik dan mempertahankannya

Hal ini terdengar sebagai hal yang telah jelas, audiens Anda akan lebih suka apabila video Anda diterjemahkan ke bahasa lokal mereka. Meskipun video dalam konteks tampilan gambarnya tidak ”memerlukan” penerjemahan, ketika dikaitkan dengan perolehan feedback, video-video yang telah diberi terjemahan dapat menarik komentar-komentar dari berbagai pengguna bahasa asing dan menghadirkan diskusi serta sharing dalam lingkaran sosial mereka, sehingga meluaskan jangkauan Anda.

5. Menarik pemirsa yang berada di lingkungan yang peka terhadap kebisingan

Beberapa kajian di tahun-tahun belakangan menemukan bahwa hingga 14% pengguna YouTube melihat video ketika bekerja, dan banyak orang yang melihat video di lingkungan yang peka apabila ada bunyi-bunyian. Menurut Ofcom, sekitar 80% orang melihat video dengan closed caption (CC) – teks terjemah yang dapat dinyalakan atau dimatikan – dengan alasan-alasan yang beragam, tidak hanya karena mereka menonton di tempat-tempat yang peka atas kebisingan, sebagaimana lingkungan kantor, namun juga meliputi level keterlibatan pemirsa yang lebih tinggi, dan membantu mereka yang berbahasa Ibu selain Bahasa Inggris.

Anda juga perlu mempertimbangkan fakta bahwa 20% populasi di UK – negara yang menjadikan Inggris sebagai bahasa pertama-, memiliki kesulitan dalam pendengaran, dengan persentase ini meningkat bagi mereka yang berusia di atas 65 tahun. Dalam contoh hal ini, subtitle dan closed captions sangat penting untuk memastikan pesan Anda tersampaikan. Sebuah kajian oleh Discovery Digital Networks mengungkap bahwa caption dapat meningkatkan jumlah pemirsa di YouTube hingga 13% dalam satu malam, dan kemudian sekitar 7% dalam jangka panjang. Bagaimanapun, subtitle ini haruslah high quality dan akurat apabila ingin menjadi efektif.

Dalam dunia video marketing, memiliki penerjemahan multi bahasa dari video Anda berarti membawa konten Anda ke masyarakat global – memastikan seluruh dunia menjadi lingkup bisnis Anda, selain itu juga membawa pada SEO yang lebih baik, dan menjadikan Anda tersambung dengan pasar yang bahkan tidak Anda ketahui bahwa mereka akan tertarik dengan bisnis Anda. Inilah bahasa yang akan dipahami oleh semua pemilik bisnis.

Apabila Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang layanan penerjemahan video yang kami sediakan, Anda bisa mengirimkan email ke order@jasa-translate.com,

Salam Excellent!

Salah Satu Kata yang Paling Susah untuk Diterjemahkan

Kata apa pada kalimat di atas menurut Anda yang paling susah untuk diterjemahkan ke berbagai bahasa?

“Know” mudah untuk diterjemahkan.

“Pep rally” tidak punya padanan kata secara langsung di banyak bahasa dan budaya, namun masih dapat dikira-kirakan. Dalam Bahasa Indonesia, Pep rally adalah berkumpul guna memacu antusiasme para atlet sebelum laga atau pertandingan olah raga.

Adapun kata paling sulit atau kompleks untuk diterjemahkan dalam kalimat tersebut, justru di antara yang paling pendek: “You”.

Kata tersebut seolah nampak sederhana, namun seringkali tidak mungkin untuk secara akurat menerjemahkan “You”, tanpa mengetahui berbagai situasi di mana kata itu diucapkan.

Penjelasannya demikian; untuk mengawali, mari kita lihat situasi seberapa familier Anda dengan orang yang Anda ajak bicara?

Banyak budaya memiliki level-level formalitas yang beragam.

Apakah terhadap seorang teman dekat,

ataukah seorang yang jauh lebih tua

atau jauh lebih muda,

atau orang asing,

ataukah seorang bos.

Terhadap situasi-situasi itu, mungkin memiliki sedikit perbedaan “You”.

Pada banyak bahasa, kataganti (pronoun) merefleksikan perbedaan-perbedaan tersebut yang dikenal melalui apa yang disebut sebagai perbedaan T-V.

Di Prancis sebagai contoh, Anda akan mengucapkan “Tu” ketika berbicara dengan teman Anda di sekolah, lalu menggunakan “Vous” jika menunjuk guru Anda.

Bahkan Bahasa Inggris juga pernah mempunyai kondisi serupa.

Apakah Anda mengetahui ungkapan lawas “Thou”?

Ungkapan lawas “Thou” pernah digunakan dalam Bahasa Inggris

Ironis, kata itu sesungguhnya merupakan kataganti yang informal untuk orang-orang yang dekat dengan Anda, sedangkan “You” adalah versi yang resmi (formal) dan sopan.

Perbedaan itu hilang ketika Bahasa Inggris menentukan untuk selalu sopan di sepanjang waktu.

Inggris menetapkan untuk selalu menggunakan bahasa sopan

Hanya saja kesulitan dalam menerjemahkan “You” tidak berakhir di sana.

Di bahasa-bahasa seperti Hausa atau Korana, bentuk “You” bergantung pada gender pendengar. Di banyak lainnya, bergantung pada apakah jumlahnya satu atau banyak, seperti dalam Bahasa German “Du”, ataukah “Ihr”.

Bahkan dalam Bahasa Inggris, beberapa dialek menggunakan kata-kata seperti; “Y’all” atau “Youse” dengan cara yang sama.

Beberapa bentuk jamak (plural), seperti dalam Bahasa Prancis “Vous” dan Bahasa Russia “Вы”, juga dipakai untuk perorangan. Hal ini untuk menunjukkan bahwa yang tengah ditunjuk adalah seorang yang sangat penting, sangat mirip dengan ungkapan royal “We”.

Beberapa bahasa bahkan memiliki suatu bentuk spesifik, untuk menunjuk hanya untuk dua orang, seperti Bahasa Slovenia “Vidva”.

Apabila hal ini belum terlalu kompleks, formalitas, jumlah, dan gender bisa berkombinasi dalam waktu yang sama.

Di Bahasa Spanyol, “Tú” merupakan kata yang dapat menunjuk baik pada laki-laki maupun perempuan (unisex), tidak resmi (informal), dan perseorangan.

“Usted” juga unisex, informal, dan perseorangan


“Vosotros” merupakan kata yang menunjuk pada laki-laki, informal, dan jamak.

“Vosotras” menunjuk pada perempuan, informal, dan jamak.

“Ustedes” menunjuk pada unisex, formal, dan jamak.

Fiuuuhhh….! ^_^a

Setelah semua ulasan di atas, mungkin menjadi sedikit melegakan ketika kita mengetahui bahwa beberapa bahasa seringkali membiarkan kataganti orang kedua.

Pada bahasa-bahasa seperti Romania dan Portugal, kataganti dapat diturunkan dari kalimat-kalimat, karena telah ditunjukkan secara jelas oleh bagaimana katakerja ditasrifkan.

Adapun pada bahasa-bahasa seperti Korea, Thailand, dan China, kataganti dapat diturunkan tanpa petunjuk-petunjuk gramatika.

Para penutur seringkali lebih memilih membiarkan pendengar mengira kataganti dari konteks yang ada daripada menggunakan kata yang salah dan beresiko dilihat sebagai orang yang tak sopan.

Jadi apabila Anda pernah bekerja sebagai seorang penerjemah, dan mendapati kalimat ini tanpa konteks apapun:

“You and you, no, not you, you.”

 

Well, Good Luck! ^_^

Salam Excellent!

 

Source: Courtesy of TED-Ed, from video One of the most difficult words to translate… – Krystian Aparta

Bahasa Jepang: Memahami Lebih Jauh Tingkatan Bahasa Hormat

Kali ini seputar Bahasa Jepang!

 

Ohayou Gozaimasu, Mitra Excellent!

Negara Jepang adalah negara yang begitu menjunjung tinggi kebudayaan negeri dan melestarikannya dengan beragam cara seperti mengadakan festival setiap bulan, mengekspor tayangan keindahan budaya ke berbagai belahan dunia, mengenalkan bahasa mereka, dan sebagainya. Orang Jepang juga dikenal sebagai individu yang begitu santun dan menghormati lawan bicara, sehingga tak heran banyak orang asing tertarik untuk semakin mendalami bahasa serta budaya Jepang.

Salah satu pelajaran bahasa Jepang yang wajib dikuasai oleh pembelajar asing adalah tingkatan bahasa hormat yang dipakai untuk berbicara dengan lawan bicara. Di sini ada 3 macam tingkatan bahasa hormat yang dipelajari yaitu teineigo (丁寧語), sonkeigo (尊敬語), dan kenjougo (謙譲語).

Mengingat pada Bahasa Indonesia kita hanya mengenal bahasa baku dan tidak baku, maka Anda pasti penasaran, apa saja yang menjadi pembeda ke-3 tingkatan bahasa hormat tersebut, bukan? Mari kita simak bersama informasi mengenai tingkatan bahasa hormat dalam bahasa Jepang berikut:

  1. Tingkatan teineigo

Tingkatan teineigo bisa dibilang merupakan tingkatan pertama yang dipelajari oleh pembelajar bahasa Jepang. Tingkatan ini merupakan bentuk sopan paling dasar yang ada di dalam bahasa Jepang. Setiap kalimat yang dirangkai berakhir dengan verba bantu–masu atau kopula-desu. Berikut adalah contoh penggunaan teineigo:

Bahasa Jepang Romaji Bahasa Indonesia
このすしはおいしいです。 Kono sushi wa oishii desu. Sushi ini enak.
あの刺身はおいしくないです。 Ano sashimi wa oishikunai desu. Sashimi itu tidak enak.
人形を作ります。 Ningyou wo tsukurimasu. Saya membuat boneka.
本を読みました。 Hon wo yomimasu. Saya telah membaca buku.

Kalimat-kalimat di atas adalah contoh penggunaan verba, kata benda, atau kata sifat dalam tingkatan teineigo. Seperti pada contoh verba tsukurimasu (buat) merupakan hasil perubahan dari verba tsukuru, sementara yomimashita (baca dalam bentuk lampau) merupakan hasil perubahan dari yomuTsukuru dan yomu adalah contoh bentuk futsuu (bentuk biasa) yang perlu diubah ke dalam tingkatan teineigo dengan cara menambahkan verba –masu.

Sedangkan di sisi lain, jika kalimat yang memiliki kata sifat atau kata benda pada akhirannya, seperti oishii, maka untuk menjadi teineigo kita perlu menambahkan kopula desu di belakangnya.

  1. Tingkatan sonkeigo

Sonkeigo merupakan bagian dari keigo (bahasa hormat) sekaligus menjadi penanda bahwa status kita sebagai penutur lebih rendah dibandingkan subjek yang menjadi topik pembicaraan. Orang Jepang menggunakan tingkatan ini sebagai bentuk bahasa meninggikan orang lain dan biasanya dapat ditemukan lebih mudah jika Anda berada di lingkungan kantor, lingkungan sekolah, dan lingkungan formal lainnya.

Ciri khusus tingkatan ini dapat Mitra Excellent perhatikan pada imbuhan verba saat seseorang berbicara seperti imbuhan –rareru–o….ni naru, nomina berimbuhan prefiks o / go, atau verba khusus yang hanya ada dalam songkeigo.

Bahasa Jepang Romaji Bahasa Indonesia
校長先生はもう帰られました。 Kouchou-sensei wa mou kaeraremashita. Kepala sekolah sudah pulang.
部長はいらっしゃいますか。 Buchou wa irasshaimasuka? Apakah Bu Direktur ada?
課長は新しい車を買いになりました。 Kachou wa atarashii kuruma wo kai ni narimashita. Pak Manajer telah membeli mobil baru.
先生のおっしゃることを注意して聞かなければなりません。 Sensei no ossharu koto wo chuuishite nakarerebanarimasen. Kamu harus memperhatikan apa yang dikatakan gurumu.

Nah, jika Anda melihat contoh-contoh kalimat tersebut, pasti timbul pertanyaan bagaimana bentuk verba khusus sonkeigo? Berikut contohnya:

  • する suru menjadi なさる nasaru = melakukan
  • いる iru menjadi いらっしゃる irassharu = ada
  • 行くiku / 来る kuru menjadi いらっしゃる irassharu = pergi / datang
  • 見る miru menjadi ご覧になる goran ni naru = melihat
  • 言う iu menjadi おっしゃる ossharu = berkata
  • くれる kureru menjadi 下さる kudasaru
  • 食べる taberu menjadi 召し上がる meshiagaru = makan
  1. Tingkatan kenjougo

Bahasa hormat tingakatan selanjutnya adalah kenjougo. Tingkatan ini lebih digunakan untuk merendahkan diri sendiri di hadapan mitra bicara atau terhadap subjek (orang) yang sedang dibicarakan. Berikut contoh kalimatnya:

Bahasa Jepang Romaji Bahasa Indonesia
私は工場の中をご案内します。 Watakushi wa koujou no naka wo goannai shimasu. Saya yang akan memandu di dalam pabrik.
私はインドネシアから参りました。 Watakushi wa Indonesia kara mairimashita Saya datang dari Indonesia.
明日部長のお宅へ伺います。 Ashita buchou no otaku e ukagaimasu. Besok saya akan pergi ke rumah Pak Direktur.
私は今スラバヤにおります。 Watakushi wa Surabaya ni orimasu. Saya sedang berada di Surabaya.

Sama dengan halnya sonkeigo, tingkatan kenjougo juga memiliki verba khusus seperti berikut:

  • いる iru menjadi 折る oru = ada
  • やる yaru menjadi あげる ageru = memberi
  • 見る miru menjadi 拝見する haiken suru = melihat
  • 言う iu menjadi 申す mousu = mengatakan
  • 聞くkiku menjadi 伺うukagau = bertanya
  • 来る kuru menjadi 参る mairu = datang
  • もらう morau menjadi 頂くitadaku = menerima
  • 会う au menjadi お目にかかるome ni kakaru = melihat

Mitra Excellent, jika Anda perhatikan mungkin tingkatan bahasa hormat dalam bahasa Jepang sedikit membingungkan. Agar sedikit lebih mudah, Anda bisa mengingat bahwa sonkeigo digunakan ketika kita sedang membicarakan seseorang yang kedudukannya lebih tinggi dengan tujuan meghormatinya.

Sementara kenjougo digunakan untuk merendahkan diri sendiri ketika sedang berbicara dengan mitra bicara yang kedudukannya lebih tinggi.

Sedangkan jika kita berbicara dengan orang yang baru dikenal atau untuk menunjukkan kesopanan, gunakan tingkatan bahasa hormat teineigo. Jika Mitra Excellent masih berstatus pebelajar bahasa Jepang, biasanya mereka akan memaklumi penggunaan teineigo di kala sonkeigo atau kenjougo yang seharusnya digunakan.

Mengapa orang Jepang lebih mementingkan bahasa hormat untuk lawan bicara? Hal ini pasti dikarenakan adanya kaitan erat antara budaya Jepang dengan bahasanya sendiri yaitu menjaga perasaan mitra bicara. Tentu siapa pun akan senang jika mitra bicara kita berbicara dengan bahasa sopan ketimbang bahasa kasar yang sering menimbulkan kesalahpahaman.

Perasaan yang dijaga inilah tentu akan selalu menimbulkan kesan baik setiap kita bertemu dan menimbulkan perasaan senang karena keramahtamahan yang diberikan.

Jadi, jika Anda ingin berkomunikasi dengan orang Jepang, pastikan menggunakan bahasa yang sopan semisal teineigo.

Apabila Anda ragu dengan tulisan berbahasa Jepang yang Anda buat sendiri, jangan ragu untuk segera menghubungi kami, Excellent Translation. ^^

Salam Excellent!

Buku Fiksi Terjemahan Lebih Legit?

 

Mitra Excellent, tahukah Anda bahwa penggemar buku fiksi terjemahan meningkat dari tahun ke tahun?

“Fiction tastes better in translation”

– A.A. Gill, Sunday Times

Nielson Infographic | Fiction Books

Tentang Fiksi & Buku Fiksi Terjemahan

Mitra Excellent, genre fiksi merupakan salah satu jenis bacaan yang menjadi kegemaran para penikmat buku di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri kehadiran bacaan fiksi seolah menjadi ‘jantung’ di setiap toko buku, karena selalu diburu para penggemarnya dari beragam lapisan usia.

Tidak hanya bacaan fiksi lokal yang menjadi pilihan, fiksi terjemahan pun tak pernah luput dari sorotan para pemburu buku.

Wajar saja, karena ada begitu banyak karya besar bermunculan di berbagai negara, yang diterjemahkan ke berbagai bahasa agar penggemar yang ada di seluruh dunia dapat menikmati serta bertukar pikiran dengan para penikmat buku lainnya.

Jika bicara mengenai karya besar fiksi terjemahan yang tak luput dari sorotan publik di seluruh dunia, kita bisa melihat betapa tenarnya Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle yang begitu melegenda.

Masuk tahun 2000, Anda juga saksikan Harry Potter karya J.K. Rowling tersebar di rak-rak pembaca buku di berbagai belahan dunia.

Tak hanya itu, ada ‘The Alchemist’ karya Paulo Chloe, Le Petite Prince’ karya Antoine de Saint-Exupéry, Kappa’ karya Ryunosuke Akutagawa, dan masih banyak karya terjemahan lain yang seolah tak lekang oleh waktu.

Fiksi Terjemahan Lebih Diminati Ketimbang Fiksi Lokal

Meski tidak sepenuhnya sependapat, banyak para penggemar buku fiksi beranggapan bahwa bacaan fiksi terjemahan terasa lebih legit ketimbang bacaan lokal.

Ada banyak faktor yang menyebabkan buku fiksi terjemahan lebih menarik, salah satunya unsur budaya yang banyak terselip di sela tulisan para pengarang, serta latar tempat di luar negeri yang digambarkan dengan baik di dalam buku.

Di negara maju seperti Inggris pun, para penggemar buku bacaan fiksi terjemahan dari bahasa selain bahasa Inggris pun sangat banyak jumlahnya.

Lebih dari itu, ternyata penjualan buku bacaan fiksi terjemahan di Inggris juga lebih laris ketimbang buku bacaan asli berbahasa Inggris.

Hal ini menunjukkan, unsur perbedaan budaya serta latar tempat yang berbeda dari keseharian yang tertuang dalam cerita fiksi, sangat digemari oleh masyarakat luas.

Dalam situs The Man Booker Prize, dirilis pantauan hasil penjualan buku fiksi terjemahan yang tercatat dalam kurun waktu 15 tahun (2001 – 2015).

Dari hasil pantauan tersebut, mereka menilai adanya perubahan signifikan mengenai data penjualan buku fiksi terjemahan.

Berikut peringkat negara-negara di dunia yang buku-bukunya paling banyak diterjemahkan :

Rank 2001 2015
1 French French
2 Brazilian Portuguese Italian
3 Spanish Japanese
4 Russian Swedish
5 Mandarin German

Source : The Man Booker Prize 

Dalam tabel tersebut dapat kita lihat, bahwa pada tahun 2001 dan 2015, buku bacaan terjemahan yang berasal dari Perancis tetap menjadi pilihan favorit pertama.

Sementara pada urutan ke 2 – 5, tampak ada perubahan yang cukup menarik, yaitu masuknya 2 negara yang berasal dari Asia dalam peringkat 5 besar.

Pada tahun 2001, buku fiksi terjemahan dari Tiongkok masuk peringkat 5, sedangkan pada tahun 2015, buku fiksi terjemahan Jepang yang menyita perhatian para penggemar dan merangsek ke peringkat 3.

Tidak hanya itu, The Man Booker Prize juga melakukan survei terhadap penjualan buku fiksi terjemahan yang paling laris pada tahun 2001 dan 2015 di Inggris.

Mari perhatikan tabel berikut :

Penjualan Buku Fiksi Terjemahan Terbaik Tahun 2001

Ranking Judul Penulis Penerjemah Bahasa Asli Penjualan (Eksemplar)
1 The Alchemist Paulo Coelho Alan R. Clarke Portugis (Brasil) 114.430
2 Shanghai Baby Wei Hui Bruce Humes Tiongkok 54.104
3 Atomised Michel Houellebecq Frank Wynne Perancis 51.323
4 Daughter of Fortune Isabel Allende Margaret Sayers Peden Spanyol 33.488
5 Norwegian Wood Haruki Murakami Jay Rubin Jepang 24.149
6 Veronika Decides to Die Paulo Coelho Margaret Jull Costa Portugis (Brasil) 23.941
7 Sophie’s World Jostein Gaarder Paulette Moller Norwegia 20.746
8 Soul Mountain Gao Xingjian Mabel Lee Tiongkok 20.282
9 Perfume Patrick Süskind John E. Woods Jerman 19.167
10 The House of Spirits Isabel Allende Magda Bogin Spanyol 16.651

 

Penjualan Buku Fiksi Terjemahan Terbaik Tahun 2015

Ranking Judul Penulis Penerjemah Bahasa Asli Penjualan (Eksemplar)
1 My Brilliant Friend Elena Ferrante Aan Goldstein Italia 108.969
2 The Truth About the Harry Quebert Affair Joël Dicker Sam Taylor Perancis 87.002
3 Look Who’s Back Timur Vermes Jamie Bulloch Jerman 68.461
4 A Man Called Ove Fredrik Backman Henning Koch Swedia 66.043
5 The Guest Cat Takashi Hiraide Eric Selland Jepang 46.684
6 Suite Française Irène Némirovsky Sandra Smith Perancis 46.532
7 Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage Haruki Mirakami Philip Gabriel Jepang 40.236
8 The Story of New Name Elena Ferrante Ann Goldstein Italia 35.229
9 Those Who Leave and Those Who Stay Elena Ferrante Ann Goldstein Italia 35.229
10 The Alchemist Paulo Coelho Alan R. Clarke Portugis (Brasil) 22.978

Source : The Man Booker Prize

Mitra Excellent, apabila kita lihat secara keseluruhan, terdapat peningkatan yang signifikan pada kolom penjualan antara tahun 2001 dan 2015.

Hebatnya lagi, dalam kurun waktu 15 tahun, The Alchemist karya Paulo Coelho tetap berada di jajaran 10 besar karya terjemahan favorit di mata orang-orang Inggris.

Pemenang Penghargaan The Man Booker International

Nah, yang menjadi pertanyaan selanjutnya, apakah statistik penjualan di atas menjadi acuan dalam nominasi ajang penghargaan The Man Booker International yang diadakan di Inggris pada tahun 2015 maupun tahun 2016 ini?

Ternyata jawabannya tidak, Mitra Excellent. Nominasi pada tahun 2015, justru karya László Krasznahorkai (penulis asal Hungaria) yang menjadi pemenang, padahal tidak masuk dalam statistik 10 besar penjualan terbanyak.

Bagaimana dengan tahun 2016? Siapa sajakah yang menjadi nominasinya? Berikut adalah daftar nominasi The Man Booker International Prize tahun 2016 beserta pemenangnya:

Pemenang

“The Vegetarian” karya Han Kang (Korea Selatan) yang diterjemahkan oleh Deborah Smith.

Han Kang and Deborah Smith

Nominasi pendek

“A General Theory of Oblivion” karya José Eduardo Agualusa (Angola), Daniel Hahn (penerjemah).

“The Story of the Lost Child” karya Elena Ferrante (Italia), Ann Goldstein (penerjemah).

“The Four Books” karya Yan Lianke (Tiongkok), Carlos Rojas (penerjemah).

“A Strangeness in My Mind” karya Orhan Pamuk (Turki), Ekin Oklap (penerjemah).

“A Whole Life” karya Robert Seethaler (Austria), Charlotte Collins (penerjemah).

Nominasi panjang

“Mend the Living” karya Maylis de Kerangal (Perancis), Jessica Moore (penerjemah).

“Man Tiger (Lelaki Harimau)” karya Eka Kurniawan (Indonesia), Labodalih Sembiring (penerjemah).

“Tram 83” karya Fiston Mwanza Mujila (Republik Demokratik Kongo), Roland Glasser (penerjemah).

“A Cup of Rage” karya Raduan Nassar (Brasil), Stefan Tobler (penerjemah).

“Ladivine” karya Marie NDiaye (Perancis), Jordan Stump (penerjemah).

“Death by Water” karya Kenzaburō Ōe (Jepang), Deborah Boliver Boehm (penerjemah).

“White Hunger” karya Aki Ollikainen (Finlandia), Emily Jeremiah & Fleur Jeremiah (penerjemah).

Nominasi Pendek & Panjang

Mitra Excellent, apakah Anda familier dengan istilah nominasi pendek dan panjang? Ya, yang dimaksud adalah 2 kali nominasi hingga pengumuman penghargaan puncak.

Pada tahun 2015, para juri sudah memilih karya-karya terjemahan terbaik dan dimasukkan dalam daftar nominasi panjang.

Setelah itu, juri memilah kembali karya-karya sastra yang dimasukkan ke dalam daftar nominasi pendek untuk diumumkan saat ajang penghargaan bergengsi The Man Booker International Prize.

“The Vegetarian” karya Han Kang yang akhirnya keluar sebagai pemenang dinilai sebagai sebuah karya terjemahan yang memiliki alur cerita yang begitu kuat, sehingga penilaian juri memang sangat beralasan.

Dari Indonesia sendiri, kita patut berbangga hati karena meski masuk dalam nominasi panjang, karya Eka Kurniawan ini berhasil menyisihkan berbagai karya terjemahan dari berbagai negara lain.

Sebelumnya, Eka Kurniawan memang telah banyak menorehkan penghargaan baik dalam maupun luar negeri. Tentu kita patut mengapresiasinya.

Nah, bagi Anda yang memiliki karya buatan luar negeri dan ingin meresapi pesan tanpa kehilangan spirit yang ingin disampaikan oleh para penulisnya, tentu Anda memerlukan tim penerjemah yang mumpuni.

Begitu pula apabila Anda memerlukan alih bahasa karya Anda agar lebih dapat berkompetisi di tingkat International, percayakanlah kepada para profesional dalam bidang bahasa.

Tentu Anda betapa senang, jika karya Anda legit di mata pembaca mancanegara, bukan? ?

Mari Bermitra, dan Salam Excellent!

Bahasa Mandarin & Bahasa-Bahasa Asing Paling Sulit Dipelajari

Mitra Excellent, apakah Anda pernah memiliki keinginan untuk mempelajari bahasa asing, seperti Bahasa Mandarin, Perancis, Jepang, Korea, atau mungkin India?

Ataukah sekarang Anda tengah berjuang mempelajarainya?

Jika iya, berdasarkan penelitian The Foreign Service Institute yang berada di Amerika Serikat terhadap penutur asli Bahasa Inggris yang sedang mempelajari bahasa asing, dibutuhkan waktu sekitar 600 jam kelas, atau sekitar 24 pekan (jika kita gunakan waktu belajar selama 3,5 jam per hari), untuk mendapatkan hasil yang cukup maksimal.

Bahkan, ada kategori bahasa yang membutuhkan hingga 2200 jam kelas! Wow!

Wah, ternyata tidak semudah itu ya untuk mempelajari suatu bahasa asing hingga tahap menguasai.

Terlebih jika Anda perlu menggunakannya dalam situasi profesional, tentu Anda harus sampai tahap menguasai, atau melibatkan pihak ketiga.

Memang, faktor kedekatan bahasa asli (native language) kita dengan bahasa asing yang ingin dipelajari juga membuat perbedaan pada masing-masing pelajar.

Hasil penelitian tersebut tidak hanya membuat mereka menjadi lebih mengetahui berapa jumlah waktu yang dibutuhkan oleh seseorang saat mempelajari bahasa asing, tetapi juga memunculkan kategori-kategori baru beserta tingkat kesulitannya.

Inilah yang nantinya akan kita bahas lebih lanjut mengenai pembagian tingkatan kesulitan tersebut berdasarkan hasil penelitian.

Sebelumnya, situs list25.com pernah merilis artikel berjudul “25 of The Most Difficult Languages to Learn in The World”, dan hasilnya pada urutan pertama adalah Bahasa Mandarin.

Rasanya tidak mengejutkan ya, karena memang membutuhkan proses yang panjang untuk mempelajari ribuan aksara khusus, pelafalan yang beragam, dan juga arti per kata pada Chinese language / Bahasa Mandarin.

Nah, dari ke-25 rangking itu, berikut adalah 10 bahasa asing tersulit versi list25.com :

  1. Bahasa Mandarin
  2. Arab
  3. Vietnam
  4. Thailand
  5. Islandia
  6. Albania
  7. Jepang
  8. Gael
  9. Hungaria
  10. Kroasia

Jika dicermati, dari 10 daftar ini sebagian besar memiliki aksara khusus yang berbeda dengan alfabet A-Z, sehingga para pelajar perlu berusaha ekstra untuk menghafalkannya.

Jika menilik kembali penelitian yang telah dilakukan oleh The Foreign Service Intitute, ternyata memang bahasa asing yang menggunakan aksara khususlah yang menempati kategori menengah (medium) hingga sulit (hard) di mata para pelajar.

Agar Kita lebih memahami seputar tingkat kesulitan bahasa asing yang disebutkan di atas, Kita bisa perhatikan penjelasan berikut:

  • Kategori Mudah

Suatu bahasa asing dikategorikan mudah karena para pelajar membutuhkan waktu rata-rata 575 hingga 600 jam kelas.

Jika diasumsikan jam kelas per hari adalah 1,5 jam, maka pelajar membutuhkan waktu sekitar 1 tahun lebih untuk menguasai kategori mudah ini.

Bahasa asing yang termasuk dalam kategori ini adalah Spanish, Portugis, Perancis, Italia, Rumania, Belanda, Swedia, Afrika, dan Norwegia.

Bahasa Indonesia menggunakan alfabet yang sama dengan yang digunakan oleh English, sehingga rangking di atas dapat digunakan.

  • Kategori Menengah

Kategori ini merupakan tingkatan yang dianggap tidak terlalu sulit untuk dikuasai namun tidak terlalu mudah juga untuk cepat dipelajari.

Pelajar membutuhkan waktu sekitar 1110 jam kelas agar dapat menguasai bahasa asing dalam kategori ini.

Beberapa bahasa asing dalam kategori menengah memiliki aksara khusus yang membutuhkan waktu untuk menghafalkannya.

Jika diasumsikan jam kelas pembelajaran juga 1,5 jam tiap harinya, maka para pelajar perlu meluangkan waktu sekitar 2 tahun lebih untuk mempelajarinya.

Bahasa asing yang tergolong dalam kategori menengah adalah Russian, India, Vietnam, Turki, Polandia, Thailand, Serbia, Yunani, Israel, dan Finladia.

  • Kategori Sulit

Seperti yang telah disinggung tadi, kategori ini memang disebut-sebut sebagai yang terberat untuk dipelajari.

Bayangkan, jika seorang pelajar ingin menguasai salah satu bahasa dalam kategori ini, maka ia perlu meluangkan waktu 2200 jam kelas!

Jika dengan waktu 1,5 jam kelas per hari, maka sama dengan 4 tahun lebih.

The Federation Service Institute telah memilah dan memasukkan 4 bahasa asing ke dalam kategori ini, yaitu Bahasa Mandarin, Arab, Jepang, dan Korea.

Mitra Excellent, pembagian kategori ini tentu telah melewati berbagai proses penelitian untuk dapat mengetahui tingkat kesulitan antara lisan dan tulisan, dan hal lainnya seperti aksen dan frasa. Demikian pula hasil penelitian lamanya proses yang perlu ditempuh para pelajar.

Meski The Federation Service Intitute telah memilah sedemikian rupa, namun ternyata ada banyak pelajar Bahasa Vietnam yang mengatakan bahwa bahasa ini juga sangat tepat jika dikategorikan dalam kategori sulit disebabkan aksen-aksen yang rumit.

Nah, tentu Anda penasaran mengapa bahasa asing seperti Bahasa Mandarin, Jepang, dan Vietnam termasuk dalam kategori sulit bagi para pelajar.

Berikut pemaparan yang dirangkum dari situs Travelers Today dan Business Insidermengenai hal tersebut:

  • Mengapa Bahasa Mandarin sulit?

Bahasa Mandarin menggunakan gaya suara, sehingga sebuah kata atau kalimat akan berubah makna jika Anda berbicara dengan gaya suara berbeda.

Selain itu, mempelajari Bahasa Mandarin artinya Anda sudah siap untuk belajar menguasai aksara khususnya yang berjumlah ribuan.

  • Mengapa Bahasa Jepang sulit?

Bahasa Jepang merupakan turunan dari Bahasa Mandarin sehingga memiliki beberapa kesamaan baik pelafalan maupun aksara Kanji yang dimiliki.

Namun, Bahasa Jepang memiliki aksara asli Jepang yang wajib dikuasai oleh para pelajar asing, yaitu aksara Hiragana dan aksara Katakana.

Kerumitannya juga disebabkan adanya sistem honorifik yang sering membuat para pelajar kesulitan memahaminya.

  • Mengapa Bahasa Korea sulit?

Bahasa Korea memang terlihat menyenangkan karena ada banyak pengaruh K-POP (Korean Popular) yang begitu cepat menyebar dan merambah ke dunia hiburan di berbagai negara.

Faktor tersebut memang tak dapat dipungkiri, berhasil menarik minat pelajar asing berbondong-bondong untuk mempelajarinya.

Namun, setelah mempelajarinya banyak juga pelajar yang mengeluhkan kesulitan saat menghafalkan aksara Korea (Hangeul) serta sistem sintaksis yang cukup rumit untuk dipelajari.

  • Mengapa Bahasa Arab sulit?

Jika dilihat sekilas, Bahasa Mandarin, Jepang, dan Korea memang memiliki beberapa persamaan pelafalan, hal ini mungkin dikarenakan mereka berasal dari turunan yang sama yaitu Bahasa Mandarin.

Lantas bagaimana dengan Bahasa Arab?

Bahasa Arab merupakan turunan dari Arab Klasik, dan digunakan penduduk Timur Tengah hingga ujung Afrika.

Bagi pelajar asing yang berasal dari Eropa, mereka sering merasa kesulitan mempelajari Bahasa Arab karena sering menemukan kosakata yang tidak ada padanannya dalam bahasa asli mereka.

  • Mengapa Bahasa Vietnam sulit?

Sejarah Vietnam menyebutkan bahwa kosakata Bahasa Vietnam banyak diperoleh dari Bahasa Mandarin dan Perancis.

Meski menggunakan kosakata Bahasa Mandarin, Vietnam menggunakan alfabet dengan penambahan diakritik untuk mempertegas gaya suara karena berbeda suara berbeda pula arti yang dimaksudkan.

Keuntungan Memiliki Kemampuan Bahasa Asing

Mitra Excellent, menguasai bahasa asing memang memiliki sisi menguntungkan bagi para pelajar, yaitu selain bertambahnya kemampuan komunikasi, mereka juga mendapatkan ilmu baru seperti mengenai kebudayaan, kearifan lokal, serta lebih memahami pola pikir penduduk penutur asli.

Selain itu, para pelajar bahasa asing juga berpotensi memiliki otak yang lebih aktif.

Ya, itu semua tentu sangat menguntungkan.

Namun di sisi lain, para pelajar juga harus menyisihkan banyak waktu mereka saat mempelajari bahasa asing.

Perlu Kemampuan Bahasa yang Handal, Waktu Terbatas?

Nah, bagi Anda yang memerlukan kemampuan bahasa yang handal, sedangkan waktu Anda demikian terbatas, tentu bantuan profesional untuk proyek Anda adalah pilihan yang tepat.

Anda perlu menjamin kualitas penyajian dokumen Anda, memastikan pesan yang ingin Anda sampaikan dipahami sebaik mungkin oleh masyarakat dunia.

Oleh sebab itu, Excellent Translation hadir untuk Anda.

Selamat belajar bahasa, dan Mari Bermitra!

Salam Excellent!

Sejarah QWERTY : Mengapa Susunan Keyboard Begitu?

Bagaimana sejarah QWERTY? Apakah ada susunan yang lain selain itu?
Ketahui di tulisan ringkas berikut, yuk.

Bagaimana sejarah QWERTY?

Mitra Excellent, pernahkah Anda berfikir mengapa susunan huruf pada papan tombol  komputer, telepon, dan juga mesin ketik begitu acak? Susunan huruf yang acak tersebut, lebih sering dikenal dengan sebutan QWERTY. Asal nama QWERTY sendiri diambil dari enam susunan huruf awal pada baris ketiga papan tombolnya.

Barangkali, sebagian besar dari kita pernah bertanya-tanya, mengapa susunan hurufnya tidak dibuat urut saja mulai dari A, B, C, D, dan seterusnya? Mengapa harus QWERTY?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita kembali ke beberapa abad yang lalu, ke asal muasal mesin ketik ditemukan. Mesin ketik diciptakan oleh pria berkebangsaan Amerika yang bernama Christopher Latham Sholes, pada tahun 1868.

Pada tahun-tahun itu, papan tombol dalam mesin ketik masih menggunakan desain abjad yang urut dan disusun dalam dua baris. Masalah muncul ketika mengetik dalam bahasa Inggris. Sebab, banyak huruf-huruf yang letaknya terlalu berdekatan, menyebabkan tangkai mesin ketik sering menyangkut ketika digunakan.

Akhirnya, pada tahun 1872, Sholes membuat susunan hurufnya menjadi susunan huruf Q-W-E-R-T-Y seperti sekarang ini. Ia mengatur posisi huruf-huruf yang awalnya berurutan menjadi berjauhan satu sama lain agar kerja mesin ketik menjadi lebih efisien. Orang-orang pun mengetik tanpa perlu khawatir tangkai mesin ketik tersangkut lagi.

Ada juga sumber lain yang mengatakan bahwa susunan papan tombol QWERTY merupakan saran dari operator telegraf. Para operator ini perlu untuk menerjemahkan pesan dengan cepat. Akan tetapi, susunan alfabetis membuat penerjemahan pesan menjadi membingungkan dan tidak efisien.

Begitulah, meskipun asal mula QWERTY tidak luput dengan kontroversi, Sholes, sang penemu QWERTY sendiri menanggap bahwa QWERTY bukanlah sistem yang terbaik. Masih terbuka peluang untuk membuat susunan alfabet yang lebih baik lagi.

Disebutkan pula bahwa di tahun 1930, susunan Dvorak buatan August Dvorak mampu menjadi saingan terbesar bagi QWERTY. Pengguna Dvorak mengatakan mereka dapat mengetik lebih cepat dan akurat.

Meskipun demikian, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa susunan QWERTY telah dikenal luas ke seluruh dunia sejak dua abad lalu. Bukan begitu, Mitra Excellent?