Filosofi Bahasa & Penarikan Informasi

– Sebuah Pengantar

Halo Mitra Excellent!

Bahasa dan Informasi merupakan suatu hal yang saling terkait. Anda tentu ingin menjadi seorang yang lebih bijak dalam berbahasa, atau mungkin Anda orang yang selalu terlibat dalam menerjemahkan informasi-informasi penting semisal komunikasi dengan mitra bisnis yang penting sementara Anda adalah perwakilan perusahaan, maka pemahaman seputar filosofi bahasa dan penarikan informasi menjadi penting pula.

Penarikan informasi dari dokumen atau materi-materi tekstual pada dasarnya adalah proses linguistik. Pada akhirnya kita perlu mendeskrisikan apa yang kita inginkan dan menyesuaikan deskripsi tersebut dengan deskripsi dari informasi yang tersedia bagi kita.

Lebih jauh lagi, ketika kita mendeskripsikan sesuatu yang kita mau, kita harus memaknai sesuatu dengan deskripsi tersebut. Ini merupakan suatu tipuan dari kegiatan yang nampak sederhana, namun nyatanya peristiwa linguistik sedemikian telah menjadi ladang bagi para analis filosofis semenjak masa Aristoteles.

Meski terdapat kompleksitas yang terlibat dalam proses mengacu pada pengarang, tipe-tipe dokumen, atau kategori lain dalam konteks penarikan informasi, di sini kita akan berfokus pada salah satu aktivitas yang paling problematik dalam penarikan informasi: pendeskripsian konten intelektual dari pokok informasi.

Meskipun konteks penarikan informasi dalam hal ini adalah dari teks tertulis, pembahasan ini dapat diaplikasikan pada informasi apapun yang konten intelektualnya dapat dideskripsikan untuk penarikan dari buku, dokumen, gambar, klip audio, klip video, karya-karya ilmiah, skema permesinan, dan lain sebagainya.

Agar spesifik, bagaimanapun, kita akan merujuk pada deskripsi dan penarikan informasi dari dokumen.

Deskripsi konten intelektual bisa mengalami kesalahan dalam berbagai bentuk yang nampak. Kita mungkin mendeskripsikan yang kita inginkan dengan tidak tepat; kita mungkin mendeskripsikannya tepat tetapi dalam istilah yang umum yang deskripsinya tidak bermakna untuk penarikan informasi; atau kita mungkin mendeskripsikan yang kita inginkan dengan benar, namun salah dalam menginterpretasikan deskripsi dari informasi yang tersedia, sehingga tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

Dari sudut pandang linguistik, kita bisa salah paham pada proses penarikan informasi dalam banyak hal. Karena filosofi bahasa berhadapan secara spesifik dengan bagaimana kita memahami dan tidak memahami, yang seharusnya dapat berguna untuk memahami proses deskripsi dalam penarikan informasi.

Pertama, bagaimanapun, kita akan mencermati lebih dekat macam-macam dari kesalahpahaman yang dapat terjadi dalam penarikan informasi. Kita menggunakan bahasa dalam mencari informasi dengan dua metode utama.

Kita menggunakannya untuk [1] mendeskripsikan apa yang kita inginkan dan untuk [2] mendiskriminasi apa yang kita inginkan dari informasi lain yang tersedia bagi kita, di mana informasi tersebut tidak kita inginkan.

Deskripsi dan diskriminasi sama-sama mengartikulasikan tujuan dari proses pencarian informasi. Mereka juga melukiskan dua jalur pokok yang dalam bahasa tertentu dapat menggagalkan kita dalam proses ini. Van Rijsbergen (1979) adalah yang pertama dalam membuat pemilahan ini, menyebutnya sebagai “representation” dan “discrimination”.

Menarik bukan?

Pembahasan seputar filosofi bahasa dan penarikan informasi ini akan kami buat secara berseri. Nantikan lanjutannya dalam tulisan berikutnya. Selamat membaca!

Salam Excellent!

 

 

1
×
Subscribe