Penerjemah Telah Membantu Kita Terhubung dengan Dunia

Mitra Excellent, beberapa waktu lalu para penerjemah merayakan Hari Penerjemah Internasional (International Translation Day) yang jatuh pada tanggal 30 September tiap tahunnya.

Tentu saja hari tersebut seolah menjadi penghargaan tersendiri bagi para penerjemah yang tersebar di seluruh dunia, termasuk mungkin juga Anda yang berkecimpung dalam dunia terjemahan.

Jika menilik ke belakang, hari spesial tersebut dipromosikan pertama kali oleh Federasi Penerjemah Internasional (Fédération Internationale des Traducteurs) pada tahun 1953 yang bertepatan dengan perayaan St. Jerome, seorang penerjemah Alkitab.

Setelah dipromosikan terus-menerus, pada tahun 1991, FIT akhirnya menggagas ide untuk meresmikan 30 September sebagai Hari Penerjemah Internasional dengan tujuan untuk meningkatkan rasa solidaritas dalam komunitas penerjemah di penjuru dunia sekaligus mempromosikan profesi penerjemahan.

– – – – – – –

Profesionalitas Penerjemah

Mitra Excellent, penerjemah memang bisa disebut sebagai sebuah profesi yang mulai dibutuhkan secara luas disebabkan profesionalitasnya.

Bayangkan saja, para penerjemah harus menguasai minimal 2 bahasa yang digunakan untuk menerima sebuah informasi dari satu bahasa, lalu mengonversinya ke bahasa lain dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Lingkup kerjanya pun tersebar untuk berbagai bidang; akademik, personal, kesehatan, perusahaan jasa, produksi, permesinan & alat berat, hukum, kantor ekspor-impor, hingga pemerintahan.

Ya, hampir setiap bidang yang melibatkan bahasa asing, penerjemah ada di baliknya.

Mari kita ambil contoh informasi yang sehari-hari kita terima dari media massa baik melalui koran, radio, dan televisi.

Apakah berita mancanegera yang Anda dengar atau saksikan semua sudah tersaji dalam Bahasa Indonesia? Apakah Anda memahaminya dengan sangat baik mengenai isi berita mancanegara yang telah disampaikan itu?

Jika iya, selamat, itu artinya Anda mengakui bahwa kinerja sang penerjemah begitu baik sehingga informasi mancanegara dapat terserap sempurna.

Bayangkan saja jika berita mancanegara tersebut belum diterjemahkan dan langsung disiarkan, tentu  lebih sulit bagi kebanyakan orang untuk bisa memahaminya.

– – – – – – –

Saat Berkunjung ke Toko Buku

Mitra Excellent, contoh lain tentang peranan penting penerjemah dalam menghubungkan kita dengan dunia luar, adalah saat kita berkunjung ke toko buku.

Ketika kita pergi mengunjungi sebuah toko buku, cobalah untuk menanyakan kepada petugas di sana mengenai jumlah bacaan terjemahan yang dijual di toko tersebut.

Kami dapat yakinkan Anda bahwa bacaan terjemahan yang dijual berjumlah puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan tergantung dari besar-kecil toko buku yang Anda kunjungi.

Bacaan yang Anda lihat berjajar rapi di rak-rak tersebut bisa berupa buku-buku pengetahuan, buku-buku kesehatan, biografi, teknologi, fiksi, dan sebagainya.

Seseorang bisa menjadi termotivasi berkat membaca biografi seorang tokoh besar dari negara lain, ada juga seorang anak bisa mengerti budaya makan dengan sumpit berasal dari Jepang berkat komik terjemahan yang ia baca, ada pula seorang ibu yang menguasai resep masakan asing berkat buku resep koki terkenal dari Perancis yang sudah diterjemahkan.

Mitra Excellent, dengan demikian Anda tentu setuju, berkat kehadiran penerjemahlah, disadari maupun tidak, setiap orang bisa terhubung dengan dunia luar.

– – – – – – –

Translator & Interpreter

Selain penerjemah tulisan, ada juga profesi juru bahasa / interpreter.

Profesi interpreter juga memiliki peranan yang tak kalah pentingnya dengan seorang penerjemah tulis, karena tugas mereka menyampaikan secara langsung informasi yang disampaikan pembicara lalu mengalihbahasakan ke pendengar lain.

Kehadiran interpreter ini banyak ditemukan dalam sebuah kongres atau konferensi yang melibatkan kehadiran anggota dari berbagai belahan dunia.

Komunikasi lintas bahasa resmi secara tatap muka antar negara tentu teramat penting, dan interpreter adalah kalangan profesional yang menjembatani aktivitas ini.

Begitu pula dalam negosiasi perjanjian / kesepakatan bisnis di ranah internasional, maka mau tidak mau, suatu perusahaan harus menghadirkan interpreter yang handal.

Seorang interpreter harus bekerja cepat saat menyampaikan informasi, sekaligus juga harus meminimalkan kesalahan penerjemahan karena bisa saja berakibat fatal apabila salah dimengerti.

Selain itu, seorang interpreter bisa juga Anda temui di sebuah pengadilan karena tak semua tersangka kejahatan berasal dari negara kita sendiri tetapi juga orang asing yang mungkin tertangkap di Indonesia sehingga dibutuhkan penerjemah agar komunikasi di persidangan dapat berjalan baik.

– – – – – – –

Demikianlah Mitra Excellent, sekilas hal-hal yang mungkin tanpa kita sadari, kita bertumpu pada jasa para penerjemah dalam hal-hal yang kita peroleh saat ini.

Berkat mereka, kita menjadi lebih tahu mengenai pemerintahan, budaya, dan informasi penting lainnya dari negara lain.

Mitra Excellent, jika ada cerita menarik seputar dunia penerjemahan yang ingin Anda bagikan, Anda bisa Share di sini.

Ejaan Kosakata Bahasa Indonesia yang Sering Keliru

Mitra Excellent, pernahkah terpikirkan dalam benak Anda bahwa kosakata Bahasa Indonesia yang Anda anggap benar ternyata keliru dalam penulisan maupun pelafalan?

Kosakata-kosakata itu memang terdengar lazim sehingga banyak kalangan yang tak menyadari kekeliruannya.

Akibatnya, kesalahan yang terus berlangsung dalam ejaan kosakata tersebut menimbulkan kerancuan di masyarakat kita.

Padahal Mitra Excellent, kita adalah pemilik bahasa ini. Sudah semestinya kita paling baik dalam menggunakannya. Bukankah demikian?


Ada kejadian saat pembelajar Bahasa Indonesia yang berasal dari luar negeri, mengalami kerancuan ketika mendapati warga negara Indonesia pribumi menulis kosakata yang tidak sesuai dengan kaidah yang benar.


Mungkin tidak menjadi persoalan apabila terjadi satu dua kali saja. Namun apabila terjadi pengulangan kesalahan tersebut, tentu malu rasanya sebagai penutur bahasa asli.

Nah, agar kita tidak turut keliru, mari kita perhatikan bersama penulisan Bahasa Indonesia yang sering keliru, berikut pembetulannya :

  • Bis atau Bus?

Jenis transportasi besar yang satu ini disebut “bus”, bukan “bis” sebagaimana yang biasa orang-orang sebutkan, lho! Jadi, jangan sampai salah ya, Mitra Excellent.

  • Konkrit atau Konkret?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “konkrit” tidaklah memilih arti karena penulisan yang tepat adalah “konkret” dengan arti nyata atau benar-benar ada.

  • Handal atau Andal?

Tidak sedikit orang menganggap bahwa “handal” merupakan kata yang benar. Tetapi, coba Anda pikirkan kembali, apakah ada kata “menghandalkan”? Tidak ada, kan? Jadi, pengejaan yang tepat adalah “andal”.

  • Apotik atau Apotek?

Masih sering juga ditemukan penulisan “Apotik xxx” di sekitar kita. Coba Anda perhatikan, apakah ada “apotiker”? Jawabannya jelas tidak ada karena yang benar adalah “apoteker”, dan ia bekerja di sebuah “apotek”.

  • Silahkan atau Silakan?

Kosakata ini juga tak luput dari daftar penulisan Bahasa Indonesia yang sering salah dieja, lho. Banyak orang yang keliru menggunakan “silahkan” ketimbang kosakata yang benar yaitu “silakan”. Semoga kita menuliskannya dengan benar setelah membaca informasi ini, ya!

  • Nomer atau Nomor?

Sering ya, kita mendengar “nomer 1”, “nomer 5”, atau mungkin “nomer undian”. Padahal pengucapan yang tepat adalah “nomor”, bukan “nomer” seperti yang lazimnya orang-orang ucapkan.

  • Analisa atau Analisis? Diagnosa atau Diagnosis? Hipotesa atau Hipotesis?

Kosakata yang cenderung sering digunakan dalam hal-hal ilmiah ini juga sering salah ya, Mitra Excellent. Kosakata baku yang benar menurut ejaan KBBI adalah analisis, diagnosis, dan hipotesis.

  • Kwalitas atau Kualitas? Kwitansi atau Kuitansi?

Meski tak berkaitan, tetapi kedua kosakata ini sering mengalami kesalahan penulisan. Masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa ejaan “kwalitas” dan “kwitansi” adalah benar, sedangkan pengejaan yang semestinya adalah “kualitas” dan “kuitansi”.

  • Jenius atau Genius? Karir atau Karier?

Banyak orang yang sering salah kaprah mengenai kedua hal ini karena mengira bahwa kosakata genius dan karier berasal dari Bahasa Inggris. Padahal dalam KBBI, kosakata genius merujuk pada kemampuan luar biasa dalam berpikir dan mencipta, sedangkan karier merujuk pada perkembangan serta kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya,

  • Hembus atau Embus? Nafas atau Napas?

Pernah mendengar kata “menghembuskan nafas”? Terdengar tepat ya, tetapi ternyata salah besar. Penulisan dan pelafalan yang tepat adalah “mengembuskan” karena berasal dari kata embus, dan bukan nafas yang benar melainkan napas.

  • Nahkoda atau Nakhoda? Supir atau Sopir? Atlit atau Atlet?

Ketiga profesi ini juga sering salah penulisan maupun pelafalannya lho, Mitra Excellent. Tidak ada kosakata “nahkoda” karena yang tepat adalah nakhoda”, begitu pun kosakata “supir” karena yang benar adalah sopir”, dan tak ada “atlit” karena yang benar adalah “atlet”.

Demikian, meski terlihat mirip, tetapi pada nyatanya beberapa kosakata tersebut memang paling sering salah digunakan oleh masyrakat kita sendiri.

Nah, agar kekeliruan itu tidak menurun sampai ke generasi Indonesia selanjutnya, mari lakukan perubahan mulai saat ini & mulai dari diri kita sendiri. Tentu juga sangat baik untuk menebarkan informasi ini kepada kerabat dan kawan terdekat kita.

Anda Bisa membagikannya jika bermanfaat.

Salam Excellent!

Apakah Hewan Memiliki Bahasa?

Semua hewan berinteraksi.

Kepiting-kepiting melambaikan capitnya satu sama lain untuk memberi tanda bahwa mereka dalam kondisi sehat dan siap untuk melakukan perkawinan.

Ikan sotong (cuttlefish) menggunakan sel-sul kulit berpigmen yang disebut chromatophores untuk membentuk pola warna di kulit mereka, yang berfungsi sebagai kamuflase atau peringatan bagi musuh.

Lebah madu melakukan tarian-tarian yang terlihat kompleks untuk memberitahukan lokasi sumber makanan beserta kualitasnya.

Semua dari hewan-hewan itu memiliki sistem komunikasi yang menakjubkan.

Namun, apakah mereka memiliki bahasa?

Lebah melakukan tarian yang kompleks saat menyampaikan sumber makanan

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita dapat melihat pada 4 kualifikasi spesifik yang sering diasosiasikan dengan bahasa :

(1) Pembedaan (discreteness),

(2) Tatabahasa (grammar),

(3) Produktivitas (productivity),

dan (4) Pergantian (displacement).

Pembedaan (discreteness) artinya terdapat sekumpulan unit individu seperti suara atau kata-kata, yang dapat dikombinasikan untuk mengomunikasikan ide baru.

Mirip seperti sekumpulan pasangan kata bermagnet di dinding kulkas yang dapat disusun ulang sehingga membentuk frasa yang berbeda.

Tatabahasa (grammarmenyajikan sistem peraturan yang menuntun cara mengombinasikan unit individu di atas.

Produktivitas (productivityadalah kemampuan penggunaan bahasa, sehingga dapat dibuat menjadi pesan yang jumlahnya hampir tak terbatas.

Sementara Pergantian (displacement) adalah kemampuan untuk menyampaikan hal-hal yang tidak ada di hadapan kita, misalnya seperti masa lalu, masa depan, atau hal-hal fiksi.

Kumpulan magnet di pintu kulkas dapat disusun menjadi beragam kata & kalimat

 

Jadi, apakah interaksi hewan menunjukkan kualifikasi-kualifikasi tersebut?

Untuk kepiting dan ikan sotong, jawabannya tentu tidak.

Mereka tidak menggabungkan sinyal-sinyal mereka dengan cara-cara yang kreatif.

Sinyal-sinyal itu juga tidak harus tertampil dalam suatu susunan tatabahasa, dan mereka hanya berinteraksi tentang kondisi saat itu saja, misalnya,

“Aku sehat,”

atau “aku beracun.”

Namun, beberapa hewan nampak betul-betul menunjukkan beberapa hal dalam kualifikasi di atas.

Lebah menggunakan gerak, sudut, durasi, serta intensitas dalam kibasan tarian mereka untuk menjelaskan lokasi dan tingkat kelimpahan sumber makanan.

Sumber makanan tersbut berada di luar sarang, sehingga mereka memiliki unsur Pergantian (displacement).

Sifat ini juga didapati pada anjing padang rumput (prairie dogs), yang hidup di kota kecil, dan diburu oleh anjing hutan, burung hantu, luak, ular, dan manusia.

Alarm peringatan yang mereka miliki mampu merinci ukuran predator yang mengejar mereka,

bahkan bentuk, kecepatan, hingga, apabila predator itu adalah manusia, mereka dapat mengidentifikasi pakaian apa yang dikenakan dan apakah ia membawa senapan atau tidak.

Anjing padang rumput (Prairie Dogs), memiliki kemampuan mengomunikasikan rincian predator

 

Kera besar seperti simpanse dan gorila, juga termasuk komunikator yang handal. Beberapa dari mereka bahkan bisa mempelajari tanda bahasa yang dimodifikasi.

Seekor simpanse bernama Washoe mendemonstrasikan Pembedaan (discreteness)dengan menggabungkan beberapa tanda menjadi frasa yang orisinil, misalkan,

“Tolong bukakan. Cepat.”

Coco, seekor gorila betina yang memahami lebih dari 1000 tanda, dan lebih kurang sekitar 2000 kata-kata yang diucapkan dalam bahasa Inggris, memberikan suatu respon saat anak kucing yang disayanginya mati.

Dalam perilaku itu, Coco menunjukkan Pergantian (displacement).

Sekalipun contoh tersebut cukup bernilai untuk dicatat, yaitu dengan standar sistem komunikasi manusia tak satupun yang muncul secara alami di alam liar.

Spesies kera besar memiliki

 

Ada banyak contoh lain bentuk interaksi yang rumit yang dilakukan oleh hewan, misalnya pada lumba-lumba, yang menggunakan siulan untuk mengidentifikasi usia, lokasi, nama, dan jenis kelamin.

Mereka juga mampu memahami beberapa Tatabahasa (grammar) dalam sebuah bahasa isyarat yang digunakan oleh peneliti untuk berkomunikasi dengan mereka.

Lumba-lumba menggunakan siulan untuk berinteraksi dengan sesamanya

 

Sekalipun begitu, Tatabahasa (grammar) tak nampak pada interaksi alami lumba-lumba.

Meskipun sistem komunikasi tersebut dimungkinkan memiliki beberapa kualifikasi bahasa yang telah diidentifikasi, tak ada yang memenuhi keempatnya sekaligus.

Bahkan kemampuan menakjubkan yang dimiliki Washoe dan Coco masih kalah dengan kemampuan bahasa balita usia 3 tahun.

Topik percakapan hewan juga biasanya terbatas.

Lebah-lebah berinteraksi seputar pangan, anjing padang rumput seputar pemangsa, dan kepiting tentang diri mereka sendiri.

Bahasa manusia berdiri sendiri terkait kombinasi kuat dari Tatabahasa dan Produktivitas, di atas Pembedaan dan Pergantian.

Otak manusia dapat mencerna angka dan elemen yang terbatas, namun dapat membuat pesan-pesan yang hampir tak terbatas.

Kita dapat membuat dan memahami kalimat-kalimat yang kompleks, sebagaimana kata-kata yang tidak pernah diucapkan sebelumnya.

Kita dapat menggunakan bahasa untuk mengomunikasikan hal-hal dalam cakupan yang hampir tak ada ujungnya, membicarakan tentang hal-hal yang berisifat khayalan, dan bahkan kebohongan.

Penelitian berlanjut untuk mengungkap lebih lagi tentang komunikasi hewan.

Boleh jadi, kelak akan didapati hal baru bukan? Tentu ini menarik untuk kita ketahui.

Salam Excellent!

 

Manusia memiliki keempat kualifikasi

Cara Agar Tetap Semangat Belajar Bahasa Kedua

Mitra Excellent, Anda ingin belajar bahasa kedua? Tentu bahasa kedua di sini bukan sekadar bahasa Jawa atau Indonesia, namun bahasa asing di luar negara kita ^__^a. Disebutkan bahwa terdapat dua tantangan utama ketika kita mencoba mempelajari bahasa baru: bagaimana cara termotivasi dan bagaimana tetap termotivasi.

Tetap Semangat Belajar Bahasa Kedua

R.C. Gardner, dalam jurnalnya yang berjudul Motivation and Second Language Acquisition, telah mengonfirmasi pentingnya motivasi dalam proses perolehan bahasa kedua. Ya, tanpa motivasi, seseorang tidak akan mampu melewati kesulitan-kesulitan yang membentang dalam proses penguasaan bahasa.

Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa termotivasi? Ada beberapa tips yang diberikan oleh Jeffrey Nelson dalam omniglot.com.

Motivasi Internal dan Eksternal

Mitra Excellent, pertama-tama, kita perlu mengenal jenis motivasi. Ada dua jenis motivasi yang berbeda: internal dan eksternal.

Motivasi internal, secara sederhana dapat diartikan bahwa kita merasa enjoy atau menikmati proses penguasaan bahasa kedua tersebut. Motivasi internal membuat pembelajaran menjadi mudah. Disebutkan pula bahwa motivasi internal adalah cara paling ampuh untuk memiliki motivasi jangka panjang.

Nah, selanjutnya saat berbicara tentang motivasi eksternal, motivasi ini memerlukan adanya reward atau hadiah. Kelas pembelajaran bahasa konvensional yang ada sekarang didasarkan pada motivasi eksternal. Hal itu bisa berupa nilai yang bagus, ijazah, gengsi dikatakan dapat lancar berbahasa asing, bisa memeroleh gaji tinggi, dan lain sebagainya.

Pentingnya Menikmati Proses

Motivasi eksternal memang merupakan kekuatan yang sangat kuat. Motivasi ini dapat membuat seseorang menghabiskan bertahun-tahun untuk menguasai sebuah bahasa. Meskipun demikian, motivasi eksternal ternyata juga memiliki kelemahan yang besar. Motivasi eksternal mendorong seseorang untuk terus berusaha, tidak peduli apakah mereka menyukainya atau tidak.

Hal ini bukanlah pola pikir yang ideal, sebab ia menyangkal tumbuhnya motivasi internal. Oleh karena itulah, guru bahasa yang terbaik adalah ia yang dapat membuat proses pembelajaran bahasa menjadi menarik dan menyenangkan. Begitu pula dengan mereka yang mempelajari bahasa secara sukses, ia tahu bagaimana cara belajar yang kreatif dan menyenangkan.

Membuat Asosiasi Positif

Mitra Excellent, ada beberapa cara untuk melakukan hal ini. Mulailah dengan mengaitkan proses pembelajaran bahasa dengan kesukaan/ketertarikan kita di bidang lain. Misalnya, jika Anda menyukai politik, mulailah berlatih membaca berita di bahasa target. Atau jika Anda menyukai musik, latihlah pemahaman Anda dengan cara mendengarkan lagu dan membaca liriknya.

Begitulah menariknya bahasa. Ia dapat digabungkan dengan hampir semua hobi atau aktivitas. Jika Anda menikmati proses ini, Anda tidak akan takjub dengan proses yang bakal Anda lalui.

Jangan Menyerah

Ada pepatah dari Jepang yang berbunyi, “Jika Anda jatuh tujuh kali, bangkitlah delapan kali.”

Pepatah ini mengingatkan kita tentang bagaimana sikap yang harus kita miliki dalam menguasai bahasa. Secara alamiah, ini adalah proses trial and error. Banyak orang mulai mempelajari bahasa baru dengan motivasi yang menggebu-gebu. Akan tetapi semangat itu begitu cepat pupus saat mereka banyak membuat kesalahan dalam proses penguasaan bahasa baru tersebut.

Mitra Excellent, jika hal ini terjadi pada Anda, apakah Anda akan menyerah? Jangan sampai hal itu terjadi. Tidak perlu kita pikirkan kesalahan kita dengan terlalu serius. Tersenyum dan ingatlah untuk mengambil pelajaran dari kesalahan tersebut.

Ingat,

Challenges are what make life interesting and overcoming them is what makes life meaningful. In fact, it is useful.”

Semangat belajar bahasa baru yuk, Mitra Excellent! ?

Sejarah QWERTY : Mengapa Susunan Keyboard Begitu?

Bagaimana sejarah QWERTY? Apakah ada susunan yang lain selain itu?
Ketahui di tulisan ringkas berikut, yuk.

Bagaimana sejarah QWERTY?

Mitra Excellent, pernahkah Anda berfikir mengapa susunan huruf pada papan tombol  komputer, telepon, dan juga mesin ketik begitu acak? Susunan huruf yang acak tersebut, lebih sering dikenal dengan sebutan QWERTY. Asal nama QWERTY sendiri diambil dari enam susunan huruf awal pada baris ketiga papan tombolnya.

Barangkali, sebagian besar dari kita pernah bertanya-tanya, mengapa susunan hurufnya tidak dibuat urut saja mulai dari A, B, C, D, dan seterusnya? Mengapa harus QWERTY?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita kembali ke beberapa abad yang lalu, ke asal muasal mesin ketik ditemukan. Mesin ketik diciptakan oleh pria berkebangsaan Amerika yang bernama Christopher Latham Sholes, pada tahun 1868.

Pada tahun-tahun itu, papan tombol dalam mesin ketik masih menggunakan desain abjad yang urut dan disusun dalam dua baris. Masalah muncul ketika mengetik dalam bahasa Inggris. Sebab, banyak huruf-huruf yang letaknya terlalu berdekatan, menyebabkan tangkai mesin ketik sering menyangkut ketika digunakan.

Akhirnya, pada tahun 1872, Sholes membuat susunan hurufnya menjadi susunan huruf Q-W-E-R-T-Y seperti sekarang ini. Ia mengatur posisi huruf-huruf yang awalnya berurutan menjadi berjauhan satu sama lain agar kerja mesin ketik menjadi lebih efisien. Orang-orang pun mengetik tanpa perlu khawatir tangkai mesin ketik tersangkut lagi.

Ada juga sumber lain yang mengatakan bahwa susunan papan tombol QWERTY merupakan saran dari operator telegraf. Para operator ini perlu untuk menerjemahkan pesan dengan cepat. Akan tetapi, susunan alfabetis membuat penerjemahan pesan menjadi membingungkan dan tidak efisien.

Begitulah, meskipun asal mula QWERTY tidak luput dengan kontroversi, Sholes, sang penemu QWERTY sendiri menanggap bahwa QWERTY bukanlah sistem yang terbaik. Masih terbuka peluang untuk membuat susunan alfabet yang lebih baik lagi.

Disebutkan pula bahwa di tahun 1930, susunan Dvorak buatan August Dvorak mampu menjadi saingan terbesar bagi QWERTY. Pengguna Dvorak mengatakan mereka dapat mengetik lebih cepat dan akurat.

Meskipun demikian, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa susunan QWERTY telah dikenal luas ke seluruh dunia sejak dua abad lalu. Bukan begitu, Mitra Excellent?